Follow Up: Definisi, Manfaat, Cara, dan Contohnya

Posted on
Share artikel ini

Banyak peluang bisnis menjanjikan hilang begitu saja hanya karena kurangnya follow up yang tepat. Padahal, menjaga momentum setelah interaksi pertama adalah kunci agar diskusi tidak berakhir tanpa kejelasan.

Tanpa proses tindak lanjut yang terstruktur, bisnis berisiko kehilangan prospek potensial, menurunnya tingkat konversi, hingga rusaknya kepercayaan pelanggan. Disinilah proses ini memegang peranan penting karena bisa menjadi strategi komunikasi untuk menjaga hubungan, membangun kepercayaan, dan mendorong keputusan bisnis secara berkelanjutan.

Lalu, apa itu follow up dan mengapa proses ini menjadi elemen krusial dalam proses bisnis era sekarang? Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari definisi, manfaatnya dalam dunia bisnis, tahapan pelaksanaan, hingga strategi dan media yang dapat digunakan agar hal ini berjalan efektif.

starsKey Takeaways
  • Follow up adalah interaksi yang membantu memastikan bahwa setiap inisiatif ditindaklanjuti secara tepat waktu.
  • Ada tiga tahapan dalam follow up, yang pertama adalah tahapan menjalin hubungan dan menyampaikan nilai, kedua tahap penawaran solusi, dan ketiga tahapan mendorong kesepakatan.
  • Ada berbagai media yang bisa digunakan untuk follow up, seperti email, WhatsApp atau SMS, hingga sosial media.
  • CRM ScaleOcean terintegrasi dengan WhatsApp, memungkinkan pengiriman follow up otomatis dan real-time.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Follow Up?

Follow Up artinya langkah tindak lanjut ketika bisnis sudah dikenalkan kepada orang lain, baik berupa produk atau barang dan juga penawaran layanan jasa. Dalam dunia profesional dan bisnis, kegiatan ini membantu memastikan bahwa setiap inisiatif ditindaklanjuti secara tepat waktu.

Dalam dunia kerja, menindaklanjuti interaksi awal berguna untuk koordinasi lintas tim sebagai upaya memastikan tugas agenda dilakukan sesuai jadwal, sementara dalam penjualan dan bisnis, hal ini berperan dalam menjaga minat pelanggan, memberikan informasi tambahan, dan mendorong konversi.

Dengan follow up yang konsisten dan relevan, perusahaan dapat membangun kepercayaan hingga terjadinya transaksi. Karena itu, proses tindak lanjut ini adalah strategi penting untuk menjalin interaksi dan meningkatkan peluang closing.

2. Manfaat Follow Up

Follow up berguna untuk mejaga pelanggan tetap aktif

Dalam prosesnya, hal ini memiliki beberapa manfaat untuk menjaga hubungan dengan prospek maupun pelanggan. karena dalam proses bisnis sebagian besar calon pelanggan tidak langsung melakukan pembelian setelah interaksi pertama. Berikut adalah alasan mengapa follow up sangat penting.

a. Mendukung Program Loyalitas Pelanggan

Banyak perusahaan besar memulai program loyalitas pelanggan dari proses tindak lanjut yang sederhana seperti terimakasih, penawaran diskon khusus, atau bahkan permintaan feedback. Hal ini memperkuat hubungan dan membuka peluang cross-selling atau pembelian kembali di kemudian hari.

b. Menjaga pelanggan tetap aktif

Biasanya konsumen ragu-ragu untuk membeli sebuah produk, bisa juga tertarik pada produk namun menunda pembelian dan lupa. Maka interaksi lanjutan berguna untuk mengingatkan dan menyakinkan konsumen agar memicu pembelian barang atau jasa yang ditawarkan.

Menurut The Rain Group, sebanyak 80% penjualan terjadi setelah lima kali interaksi. Tetapi, mayoritas tenaga penjual hanya melakukan satu hingga dua kali kontak. Ini menandakan pentingnya proses tindak lanjut sebagai upaya dari proses penjualan barang atau pelayanan jasa.

c. Membangun relasi dengan konsumen

Proses follow up yang konsisten dan responsif dapat menciptakan kesan bisnis Anda peduli dan tanggungjawab. Konsumen yang merasa diperhatikan lebih mungkin melakukan pembelian dan merekomendasikannya.

d. Memberikan Informasi yang Terbaru

Follow up dapat menjadi peluang untuk berbagi informasi terbaru yang relevan dengan konsumen, seperti perubahan harga, diskon, atau berita penting lainnya yang bisa mempengaruhi keputusan mereka.

Menurut Forbes, respon cepat dapat meningkatkan peluang closing secara signifikan. Tanpa interaksi lanjutan, banyak pelanggan yang antusias di awal akan hilang kabar dengan sendirinya. Karena itu, follow up adalah langkah strategis untuk mempertahankan momentum dan mengonversi minat pelanggan.

3. Kapan Seharusnya Follow Up Dilakukan

Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan proses tindak lanjut penting dalam menjaga hubungan dengan calon pelanggan atau mitra bisnis. Berikut adalah beberapa situasi yang menunjukkan kapan follow up menjadi langkah yang tepat:

a. Saat menunggu respon dari rekan kerja atau atasan

Ketika rekan kerja atau atasan belum juga memberikan respon dari pesan yang kamu sampaikan mengenai tugas atau proyek tertentu, Anda perlu melakukan follow up.

Misalnya, sesudah mengirim pesan atau email, beri waktu beberapa hari sebelum Anda menindaklanjutinya untuk memastikan bahwa pesan sudah diterima dengan baik dan telah diproses permintaanmu.

b. Sesudah presentasi bisnis/sales

Setelah pertemuan awal dengan pelanggan, beri waktu 1-2 hari untuk kemudian ditindaklanjuti agar prospek tidak hilang minat. Lakukan secara konsisten tetapi jangan setiap hari agar tidak menggangu.

c. Sesudah rapat atau pertemuan

Setelah dilakukannya rapat atau pertemuan, proses dengan follow up untuk merangkum apa yang telah dibahas dan langkah-langkah yang harus dilakukan selanjutnya. Ini berguna untuk memastikan bahwa semua peserta rapat memahami apa yang harus dilakukan dan tidak ada poin penting yang terlupakan.

d. Sesudah wawancara pekerjaan

Follow up merupakan langkah penting setelah melakukan wawancara kerja untuk menunjukan antusiasme dan minat terhadap posisi yang diincar.

Kirim email ucapan terima kasih dalam 2 hari setelah wawancara, dan lakukan proses tindak lanjut jika kamu belum mendapat kabar dalam jangka waktu yang dijanjikan oleh pewawancara.

ERP

4. Cara Melakukan Follow Up yang Efektif

Agar peluang penjualan tidak terhenti setelah interaksi pertama, follow up perlu dilakukan secara terstruktur dan menyesuaikan kondisi pelanggan. Mulai dari membangun pendekatan, mengenalkan produk, hingga mendorong keputusan pembelian, yang menjadikan ini sebagai peran penting dalam menjaga minat dan mengonversi pelanggan.

a. Menjalin Hubungan dan Menyampaikan Nilai

Proses ini dilakukan 1-3 hari setelah interaksi pertama. Ini bertujuan untuk memperkuat impresi dan menjaga agar pelanggan tetap antusias. Gunakan pendekatan personal seperti menyebut nama, menyampaikan kembali topik yang sempat dibahas, atau menghubungkan pesan dengan kebutuhan.

Memberikan konten yang relevan, seperti artikel edukatif atau solusi sesuai kebutuhan pelanggan, akan meningkatkan nilai dari kegiatan tindak lanjut tersebut. Di tahap ini, usahakan untuk menunjukan kepedulian dan komitmen untuk membantu pelanggan.

b. Menangani Keraguan dan Memberikan Solusi

Setelah interaksi awal, langkah berikutnya yaitu menangani pertanyaan yang mungkin muncul.

Pada tahap ini, penting untuk menunjukan fleksibilitas dan kesiapan untuk membantu. Anda bisa lakukan dengan cara menceritakan peristiwa konsumen lain yang serupa, dan sesi konsultasi. Ini membantu pelanggan lebih nyaman dan percaya diri dalam membuat keputusan.

Bisa juga menggunakan pendekatan berbasis data. Seperti, jika pelanggan memiliki nilai tinggi dalam analisis RFM (Recency Frequency Monetary), Anda bisa menjelaskan bahwa pelanggan termasuk segmen potensial yang akan mendapat prioritas dalam pelanggan loyalitas.

c. Mendorong Tindakan dan Menyelesaikan Transaksi

Jika prospek sudah siap, sampaikan pesan dengan batas waktu atau urgensi. Tawarkan langkah lanjutan seperti menanyakan keputusan pembelian, mengirimkan link pemesanan, metode pembayaran yang diinginkan, atau menawarkan bantuan proses checkout. Ucapkan terima kasih dan pastikan pelanggan tahu bahwa Anda siap membantu kapan saja.

Agar proses closing lebih terstruktur, manfaatkan sistem CRM. CRM dari Scaleocean misalnya, telah terintegrasi langsung dengan WhatsApp. Kelebihan ini memungkinkan tim melakukan pekerjaan seperti pesan follow up, memantau status prospek, dan melakukan closing dari satu platform lebih cepat, dan lebih personal.

5. Media yang Digunakan dalam Follow Up

Menentukan media untuk menindaklanjuti interaksi awal sama pentingnya dengan isi pesan yang disampaikan. Setiap media memiliki karakteristik berbeda dan cocok dengan situasi tertentu. Dengan memahami berbagai macam media, Anda bisa menyampaikan pesan follow up yang efektif dan sesuai dengan preferensi pelanggan.

a. E-mail

Email adalah media yang sering digunakan, terutama untuk komunikasi yang bersifat resmi atau membutuhkan dokumentasi. Cocok digunakan dalam konteks bisnis seperti pengiriman penawaran, rekap diskusi, dan konfirmasi pembayaran.

Kirim pesan email di waktu yang tepat, gunakan subjek yang jelas, dan pastikan isi pesan bernilai bagi penerima. Bisa menyisipkan link pelengkap berisi brosur, katalog, atau form pemesanan.

b. Telepon

Walau jarang digunakan, telepon tetap efektif untuk membangun kedekatan dengan pelanggan. Suara yang ramah dan nada yang sopan bisa menciptakan kesan personal dan membantu membangun kepercayaan.

Telepon sangat cocok digunakan saat pelanggan ragu, butuh penjelasan mendalam, atau ketika bernegosiasi. Tetapi, pastikan Anda menghubungi di waktu yang tidak mengganggu dan siapkan poin pembicaraan agar percakapan tetap fokus.

c. WhatsApp atau SMS

WhatsApp dan SMS adalah media yang paling praktis dan responsif. Cocok digunakan untuk pesan ringan seperti pengingat, konfirmasi, atau penawaran promo. Karena sifatnya lebih personal, pastikan gaya bahasa tetap sopan dan tidak terlalu sering agar tidak dianggap mengganggu.

Sekarang, banyak bisnis yang kini mengandalkan sistem CRM yang terintegrasi dengan WhatsApp sebagai otomatisasi pengiriman pesan follow up. Dengan fitur ini, pesan dapat dikirim sesuai jadwal, dilengkapi template, dan disesuaikan perilaku pelanggan, sehingga komunikasi lebih efisien dan terukur.

d. Media Sosial

Media sosial dapat menjangkau pelanggan secara luas dan santai. Follow up dengan platform seperti Instagram, Facebook, atau LinkedIn bisa dilakukan dalam bentuk komentar, DM, atau konten yang relevan.

Media sosial bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk menjawab pertanyaan pelanggan, namun bisa untuk memperkuat brand presence. Sesekali, Anda bisa melakukan interaksi ringan seperti polling atau tanya jawab agar menjaga hubungan tetap terjalin tanpa terasa seperti promosi.

6. Contoh Follow Up

Menjalin hubungan dengan konsumen adalah contoh follow up.

Setelah mempelajari betapa pentingnya interaksi lanjutan yang efektif serta berbagai strategi yang bisa digunakan, langkah berikutnya adalah memahami bagaimana menyusun pesan follow up yang tepat. Berikut adalah beberapa contoh yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi:

a. Menjalin Hubungan dengan Konsumen:

“Selamat siang, Ibu X. Terimakasih atas diskusinya kemarin. Kami ingin menindaklanjuti penawaran yang kami tawarkan kemarin, lengkap dengan ringkasan fitur dan contoh implementasinya. Apakah ada hal yang ingin ditanyakan atau didiskusikan lebih lanjut?”

b. Menangani Kerugian dan Memberikan Solusi:

“Selamat sore, Pak Z. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menangani keluhan Anda. Kami sangat menghargai masukan yang Anda berikan terkait pengalaman Anda yang kurang memuaskan. Kami memahami kerugian yang Anda alami, dan kami ingin memastikan bahwa masalah ini segera teratasi.

Sebagai solusi, kami menawarkan (solusi spesifik, misalnya penggantian produk, perbaikan layanan, diskon khusus) untuk memastikan pengalaman Anda berikutnya lebih baik. Kami juga akan memastikan bahwa proses ini berjalan dengan cepat dan lancar.

c. Menangani Keraguan

Selamat siang, Pak Y. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan kami sebelumnya. Kami memahami bahwa Anda mungkin masih memiliki beberapa pertanyaan atau keraguan mengenai (nama produk/layanan), dan kami ingin memastikan Anda mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat.

7. Masalah Umum Ketika Follow Up

Proses setelah interaksi awal tidak selalu berhasil. Dalam prosesnya, ada beberapa kendala yang sering dihadapi oleh tim penjualan maupun layanan pelanggan. Jika dibiarkan, masalah ini akan menghambat proses komunikasi dan menurunkan peluang konversi.

a. Kurangnya Respon dari Pelanggan

Salah satu tantangan terbesar yaitu jika pelanggan tidak memberikan respon. Ini akan terjadi ketika pelanggan lupa, belum punya waktu luang, atau memang ragu-ragu dengan tawaran yang ada. Dalam situasi ini, kesabaran dan konsistensi sangat dibutuhkan. Tetapi, jangan terlalu sering menghubungi karena akan dianggap mengganggu.

Solusinya, kirim pesan teks yang memiliki nilai, bukan sekedar menanyakan “apakah sudah sempat dipertimbangkan?”. Sisipkan informasi tambahan yang relevan atau tawarkan bantuan kapan saja.

b. Timing Follow Up yang Tidak Tepat

Waktu pengiriman pesan lanjutan setelah interaksi pertama akan mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Jika terlalu cepat dianggap buru-buru, sedangkan terlalu lama akan menjadikan pelanggan kehilangan minat. Ada pelanggan yang bahkan tidak nyaman dihubungi di jam sibuk atau akhir pekan.

Maka dari itu, penting untuk memahami kebiasaan dan preferensi pelanggan. Sudah banyak bisnis menggunakan teknologi yang mengatur jadwal pengiriman follow up secara otomatis agar lebih tepat sasaran.

c. Pesan yang Terlalu Generik dan Tidak Relevan

Pesan follow up yang bersifat umum, tanpa personalisasi, atau konteks, seringkali diabaikan. Pelanggan ingin merasa dihargai dan dipahami, bukan hanya menjadi bagian dari daftar kirim pesan.

Hindari pesan yang sama untuk semua orang. Personalisasikan dengan riwayat interaksi, kebutuhan pelanggan, atau jenis produk yang dibahas. Pendekatan ini akan meningkatkan kemungkinan pesan dibaca dan di respons pelanggan.

d. Sulitnya Melacak Riwayat Komunikasi

Jika pencatatan tidak rapi, tim penjualan bisa kehilangan konteks percakapan. Akibatnya, pesan tindak lanjut akan tidak konsisten, bahkan bertentangan dengan informasi sebelumnya. Ini dapat membuat pelanggan bingung dan kehilangan kepercayaan.

Maka dari itu, pencatatan komunikasi sangat penting. Sistem CRM memungkinkan tim mencatat setiap interaksi, mulai dari interaksi awal, tanggapan pelanggan, hingga jadwal follow up selanjutnya. Melalui informasi yang terpusat, komunikasi antar tim pun jadi terkoordinasi.

8. Strategi Follow Up yang Efektif

Proses tindak lanjut secara konsisten saja tidak cukup, harus ada strategi yang tepat agar pesan yang dikirim benar-benar tepat sasaran. Dengan pendekatan yang terstruktur, peluang mendapatkan respon dari konversi akan meningkat. Berikut beberapa strategi follow up yang dapat diterapkan secara efisien.

a. Segmentasi Pelanggan untuk Akurasi Pesan

Tahap proses pembelian pelanggan tidak semua sama. Oleh karena itu, follow up perlu disesuaikan berdasarkan status mereka. Bisa dibedakan dari apakah mereka baru pertama kali dihubungi, sudah menerima penawaran, atau justru pelanggan lama yang berpotensi melakukan repeat order.

Segmentasi bisa dilakukan dari riwayat transaksi, frekuensi komunikasi, atau jenis produk yang diinginkan. Dengan begitu, proses tindak lanjut menjadi lebih relevan, personal, dan tidak terkesan spam. Pendekatan ini juga membantu memaksimalkan waktu dan tenaga tim sales.

b. Optimasi Pesan Berdasarkan Waktu dan Interaksi

Melakukan pesan tindak lanjut setelah interaksi awal secara manual ke banyak pelanggan pasti memakan waktu. Karena itu, banyak bisnis mulai mengadopsi otomatisasi pesan dengan berbagai metode. Misalnya, pesan follow up otomatis dikirim 2 hari setelah pelanggan mengunduh katalog atau setelah sesi percobaan selesai dilakukan.

Dengan otomatisasi, Anda dapat mengatur jadwal pengiriman pesan, menentukan trigger berdasarkan interaksi pelanggan, dan menyesuaikan isi pesan sesuai kondisi mereka. Ini dapat menjaga ritme komunikasi tanpa membebani tim secara operasional.

c. Pantau Efektivitas Follow Up Secara Berkala

Strategi yang digunakan perlu diukur. Untuk follow up, beberapa metrik yang bisa dipantau adalah open rate (persentase email dibuka), click-through rate (jumlah klik pada tautan di dalam pesan), dan response rate (jumlah pelanggan yang membalas pesan)

Melalui analisis ini, Anda dapat mengetahui konten seperti apa yang paling diminati pelanggan, waktu pengiriman yang paling efektif, hingga jenis pendekatan yang menghasilkan konversi terbaik. Evaluasi ini berguna untuk menyempurnakan strategi di kemudian hari.

d. Penggunaan Sistem CRM ScaleOcean untuk Mempermudah Mengelola Follow Up Pelanggan

Mengelola data pelanggan dan melakukan proses tindak lanjut secara manual dapat menjadi tantangan besar, terutama ketika jumlah pelanggan atau klien terus bertambah. Tanpa sistem yang terintegrasi, komunikasi yang konsisten dan tepat waktu menjadi sulit dilakukan. Kondisi ini berisiko menyebabkan hilangnya prospek, dan meningkatkan potensi miscommunication.

ScaleOcean CRM hadir untuk mempermudah proses follow up melalui satu platform terintegrasi yang menghubungkan data pelanggan, status prospek, dan riwayat komunikasi. Dengan integrasi langsung ke aplikasi komunikasi seperti WhatsApp, tim bisa mengirim pesan otomatis dengan real-time, mempercepat respon, dan meningkatkan peluang closing.

CRM ScaleOcean memiliki berbagai fitur unggulan seperti Integrated Omnichannel, Promotion Management, dan Advanced Sales Pipeline yang memastikan follow up dilakukan tepat waktu dan terorganisir. Kami menawarkan konsultasi gratis dan demo gratis agar membantu Anda mempelajari bagaimana ScaleOcean dapat mempermudah proses follow up bisnis Anda.

  • Integrated Omnichannel: Mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi dalam satu sistem.
  • Promotion Management: Memudahkan pengelolaan promosi, hingga pemantauan performa.
  • Advanced Sales Pipeline: Membantu melacak dan mengelola status leads serta pelanggan di setiap tahapan penjualan.
  • Targeted Email Marketing: Memungkinkan segmentasi pelanggan dan pengiriman email secara otomatis.
  • Centralized Contact Management: Menyimpan seluruh data pelanggan dalam satu sistem terpusat.
  • Lead Capture Automation: Mengotomatiskan pencatatan dan pengelolaan leads dari berbagai aktivitas.

9. Kesimpulan

Follow up adalah bagian penting dalam proses komunikasi, baik dalam konteks profesional maupun bisnis. Dengan strategi yang tepat, proses tindak lanjut ini bisa menjaga hubungan terhadap pelanggan, meningkatkan kepercayaan, dan mendorong terjadinya konversi.

Untuk mempermudah follow up, Anda dapat menggunakan CRM ScaleOcean yang dapat diintegrasikan dengan WhatsApp. Sistem ini mempermudah otomatisasi, pencatatan interaksi, dan manajemen prospek dalam satu platform. Tersedia demo gratis dan konsultasi gratis untuk melihat kecocokannya dengan bisnis Anda.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan follow up?

Follow up artinya langkah tindak lanjut ketika bisnis sudah dikenalkan kepada orang lain, baik berupa produk atau barang dan juga penawaran layanan jasa. Dalam dunia profesional dan bisnis, kegiatan ini membantu memastikan bahwa setiap inisiatif ditindaklanjuti secara tepat waktu.

2. Apa itu follow up di WhatsApp?

Follow up di WhatsApp adalah tindakan menindaklanjuti percakapan atau interaksi sebelumnya dengan mengirim pesan lanjutan untuk menjaga hubungan, mengingatkan, atau mendorong keputusan selanjutnya (seperti pembelian, konfirmasi). WhatsApp efektif untuk bisnis dan personal karena sifatnya yang personal dan tingkat keterbacaan tinggi.

3. Kenapa follow up penting?

Follow up merupakan langkah rendah biaya untuk meningkatkan konversi karena Anda bekerja dengan leads yang telah ada. Disamping untuk menjaga bisnis tetap diingat, proses tindak lanjut membuka ruang agar menggali kebutuhan tambahan, menawarkan solusi lanjutan, dan menciptakan repeat order.

Cristofel Timoteus
Cristofel Timoteus
Cristofel memiliki pengalaman hampir satu tahun di bidang content writing, dengan fokus pada penulisan artikel edukasi seputar teknologi, proses bisnis, dan topik industri. Terlatih dalam menyusun konten informatif yang merangkum konsep teknis menjadi penjelasan yang lebih jelas, ringkas, serta mudah dipahami pembaca.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap