Capex Adalah: Pengertian dan Bedanya dengan Opex

Posted on
Share artikel ini

Capital Expenditure atau disebut juga Capex adalah pengeluaran modal yang dialokasikan untuk membeli, meningkatkan, atau memperbaiki aset perusahaan. Namun, 67% perusahaan kesulitan dalam melacak dan mengelola aset secara akurat, yang menyebabkan over-budgeting dan alokasi dana yang tidak tepat.

Hal ini sering berujung pada penurunan profitabilitas perusahaan dan siklus hidup aset tidak dikelola secara efisien. Ketidakmampuan dalam merencanakan pengeluaran tersebut secara matang dapat mempengaruhi stabilitas finansial jangka panjang.

Agar perusahaan dapat terhindar dari masalah tersebut, pengelolaan yang efisien dan akurat sangat penting. Lantas, apa itu Capex, jenis, dan cara menghitungnya yang harus diperhatikan dalam proses penganggaran?

Di artikel ini akan dijelaskan secara mendalam mengenai Capital Expenditure untuk tingkatkan pengelolaan pengeluaran secara efektif, transparan, dan efisien. Dengan pemahaman yang lebih baik, perusahaan Anda pun dapat memaksimalkan nilai investasi aset dan menjaga profitabilitas. Simak sampai akhir!

starsKey Takeaways
  • Capex (Capital Expenditure) adalah pengeluaran untuk memperbaiki atau meningkatkan aset tetap perusahaan, yang memberikan manfaat lebih dari satu tahun.
  • Contoh Capex meliputi pembelian aset tetap seperti tanah, bangunan, peralatan baru, pengembangan infrastruktur, dan teknologi IT.
  • Manfaat Capex yaitu membantu perusahaan dalam perencanaan investasi, memetakan besaran belanja aset, menganalisis dampak profitabilitas, dan mengantisipasi dampak depresiasi.
  • Software Asset Management ScaleOcean membantu perencanaan dan pengelolaan Capex melalui pelacakan aset otomatis, pengelolaan belanja modal, serta analisis efisiensi investasi.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Capex?

Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal adalah pengeluaran biaya oleh perusahaan untuk memperbaiki atau meningkatkan aset tetap bisnis. Biasanya, aset seperti bangunan, peralatan, hingga kendaraan digunakan untuk menjalankan operasi bisnis dan memberikan manfaat ekonomi lebih dari satu tahun.

Tujuan investasi Capex adalah untuk meningkatkan kapasitas atau efisiensi operasional perusahaan dalam jangka panjang. Untuk itu, pengeluaran ini seringkali memerlukan perencanaan anggaran yang matang karena melibatkan jumlah uang yang besar dan dampaknya signifikan terhadap keuangan perusahaan.

Menurut Nomura Economic Monthly, capital expenditure (CapEx) di kawasan Asia diproyeksikan tumbuh sekitar 4,1% secara tahunan pada 2024, setelah sempat kontraksi. Hal ini mencerminkan tren pemulihan investasi modal di sektor industri dan peralatan, menunjukkan optimisme dan perbaikan dalam perekonomian Asia.

Selain itu, data OECD menyatakan bahwa pada 2022, sekitar 65% perusahaan di ASEAN memiliki tingkat investasi CapEx kurang dari 3% dari total asetnya, lebih tinggi dibanding rata‑rata Asia (58%) dan dunia (57%). Ini menunjukkan bahwa investasi CapEx di ASEAN masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan kawasan Asia dan global.

2. Perbedaan Capex dan Opex

Perbedaan Capex dan Opex

Perbedaan Capex dan Opex terletak pada tujuan, pencatatan, dan dampaknya. Capex merupakan investasi jangka panjang yang dicatat sebagai aset dan didepresiasi, sedangkan Opex adalah biaya operasional rutin yang langsung memengaruhi laba pada periode berjalan. Berikut ini penjelasan selengkap mengenai keduanya:

a. Fungsi Pengeluaran

Capex berfokus pada investasi jangka panjang untuk membeli atau meningkatkan aset tetap, seperti gedung, mesin, atau kendaraan. Pengeluaran ini bertujuan untuk mendukung ekspansi perusahaan, meningkatkan kapasitas, dan efisiensi operasional.

Sebagai contoh, pembelian mesin produksi baru atau renovasi fasilitas termasuk dalam kategori Capex. Sementara itu, Opex berkaitan dengan pengeluaran yang diperlukan untuk menjaga kelancaran operasional sehari-hari perusahaan.

Pengeluaran ini lebih berfokus pada biaya yang terjadi rutin, seperti gaji karyawan, pembayaran utilitas, dan biaya pemeliharaan. Opex diperlukan agar perusahaan dapat terus beroperasi tanpa gangguan, meskipun tidak langsung memberikan peningkatan aset.

b. Pencatatan dalam Laporan Keuangan

Capex dicatat sebagai aset tetap dalam neraca perusahaan dan akan didepresiasi selama umur aset tersebut. Ini menunjukkan bahwa Capex memberikan manfaat dalam jangka panjang dan tidak langsung mempengaruhi laporan laba rugi dalam periode yang sama.

Misalnya, membeli gedung kantor besar dicatat sebagai investasi dan dikurangi dengan depresiasi tahunan. Sebaliknya, Opex dicatat sebagai biaya dalam laporan laba rugi dan langsung diakui pada periode pengeluarannya.

Opex berhubungan dengan biaya yang mendukung aktivitas operasional perusahaan sehari-hari, sewa kantor, pemasaran, dan gaji staf administrasi. Pengeluaran ini mempengaruhi rasio return on assets secara langsung dalam periode yang bersangkutan.

c. Dampak Jangka Waktu

Capex memiliki dampak jangka panjang karena pengeluaran ini menghasilkan aset yang memberikan manfaat bertahun-tahun. Misalnya, pembelian mesin produksi baru meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi perusahaan dalam waktu yang lama, memberikan pengembalian investasi yang lebih besar dari biaya awalnya.

Di sisi lain, Opex berfokus pada biaya yang digunakan untuk kegiatan operasional jangka pendek. Pengeluaran ini hanya memberikan manfaat dalam periode yang sama dengan penggunaannya. Oleh karena itu, meskipun penting, Opex tidak berkontribusi pada peningkatan aset perusahaan dalam jangka panjang.

d. Contoh Capex dan Opex

Misalkan perusahaan membeli sebuah kendaraan operasional baru. Pengeluaran untuk membeli kendaraan tersebut masuk dalam kategori Capex karena merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung operasional perusahaan.

Sebaliknya, biaya bahan bakar dan pemeliharaan kendaraan setiap bulan termasuk dalam kategori Opex, karena ini adalah pengeluaran rutin yang mendukung kelancaran operasional. Contoh lainnya adalah pembelian mesin untuk pabrik yang masuk dalam Capex, karena pembelian ini memperbesar kapasitas produksi perusahaan.

Namun, biaya pemeliharaan mesin dan suku cadangnya yang diperlukan setiap bulan akan dihitung sebagai Opex, yang berfokus pada pengeluaran harian untuk menjaga kinerja mesin tetap optimal. Untuk mempermudah memahami perbedaan antara keduanya, berikut kami lampirkan tabel perbandingan Capex dan Opex:

Aspek Perbedaan Capex Opex
Fungsi Pengeluaran Investasi jangka panjang untuk aset tetap Pengeluaran operasional harian untuk kelancaran bisnis
Pencatatan dalam Laporan Keuangan Dicatat sebagai aset tetap, didepresiasi Dicatat sebagai biaya dalam laporan laba rugi
Dampak Jangka Waktu Dampak jangka panjang, menghasilkan aset Dampak jangka pendek, tidak menghasilkan aset
Contoh Pembelian mesin atau kendaraan operasional Biaya bahan bakar, pemeliharaan rutin kendaraan

3. Apa Saja Jenis-jenis Capex?

Capital Expenditure dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tujuan penggunaannya. Jenis ini digunakan untuk memperluas kapasitas perusahaan dengan memperkenalkan produk baru, yang seringkali membutuhkan dukungan dari investor. Berikut ini penjelasannya:

a. Expansion Generated by New Products

Jenis ini digunakan untuk memperluas kapasitas perusahaan dengan memperkenalkan produk baru. Investasi tersebut meliputi pembelian fasilitas baru, mesin khusus, atau teknologi yang dibutuhkan untuk produksi produk baru. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang berkembang dan menciptakan peluang baru.

b. Projected Mandated by Law

Capex ini diwajibkan untuk memenuhi peraturan hukum atau standar pemerintah, seperti standar kualitas produk atau keselamatan kerja. Perusahaan harus mengalokasikan dana untuk mematuhi standar hukum tersebut. Dengan demikian, perusahaan dapat menghindari sanksi dan memastikan operasional yang sesuai dengan hukum.

c. Expansion to Meet Growth in Existing Product

Jenis pengeluaran ini dilakukan untuk memperluas kapasitas produksi produk yang sudah ada guna memenuhi peningkatan permintaan. Biasanya, investasi ini melibatkan pembelian peralatan tambahan, perluasan pabrik, atau peningkatan fasilitas distribusi.

d. Equipment Replacement

Terakhir, jenis Capital Expenditure adalah penggantian peralatan yang dilakukan ketika peralatan sudah usang atau tidak efisien. Penggantian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya perbaikan berulang, melainkan menggunakan biaya penggantian yang telah disisihkan sebelumnya.

4. Contoh-Contoh Biaya Capex

Contoh-Contoh Biaya Capex

Capex adalah investasi penting bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kinerja operasional jangka panjang. Pengeluaran ini biasanya dialokasikan untuk pembelian atau perbaikan aset tetap. Berikut beberapa contoh yang umum dilakukan oleh perusahaan:

a. Pembelian Aset atau Properti

Di industri manufaktur atau konstruksi, pembelian aset seperti tanah, alat berat, hingga kendaraan menjadi contoh Capex yang penting. Biaya investasi ini mendukung ekspansi operasional dan kapasitas produksi, sehingga perusahaan dapat meningkatkan skala serta daya saing bisnis di pasar.

b. Pembelian Peralatan dan Mesin Baru

Investasi peralatan dan mesin baru di industri manufaktur dan konstruksi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Alat konstruksi hingga mesin pabrik yang lebih modern bisa mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kualitas produk atau layanan.

c. Pengembangan Infrastruktur

Pengembangan infrastruktur mencakup pembangunan atau peningkatan fasilitas seperti pabrik, gudang, atau fasilitas produksi baru. Dengan dukungan manajemen aset modern, perusahaan dapat memonitor dan mengoptimalkan penggunaan infrastruktur, memastikan bahwa investasi Capex ini memberikan manfaat maksimal melalui pemantauan kinerja dan perawatan preventif yang tepat.

d. Teknologi dan Sistem IT

Investasi teknologi canggih seperti Software Manajemen Aset ScaleOcean, memungkinkan perusahaan untuk memantau, mengelola, dan memelihara aset secara otomatis. Software ini dapat meningkatkan efisiensi dan mempermudah manajemen bisnis secara keseluruhan.

e. Perawatan dan Perbaikan Aset

Selain itu, perusahaan juga mengalokasikan Capex untuk perawatan dan perbaikan aset yang sudah ada. Hal ini dilakukan agar aset tetap berfungsi optimal dan memperpanjang umur ekonomis. Dengan pemeliharaan secara berkala, perusahaan dapat menghindari kerusakan yang berpotensi menimbulkan biaya lebih tinggi.

5. Rumus Capex

Setelah mengetahui pengertian dan jenis-jenis Capex, langkah selanjutnya adalah memahami rumus yang digunakan untuk menghitungnya. Rumus untuk menghitung Capital Expenditure (Capex) adalah:

Capex = PP&E Saat Ini – PP&E Lama + Biaya Depresiasi Saat Ini

Keterangan:

  • PP&E (Property, Plant, and Equipment) merujuk pada aset tetap berwujud yang dimiliki oleh perusahaan, seperti bangunan, mesin, dan kendaraan yang digunakan dalam operasional.
  • PP&E Saat Ini adalah nilai aset tetap yang tercatat pada neraca perusahaan pada periode yang sedang dihitung.
  • PP&E Lama adalah nilai PP&E pada periode sebelumnya, yang juga tercatat dalam laporan keuangan.
  • Biaya Depresiasi Saat Ini mencakup depresiasi aset tetap yang dihitung selama periode yang sedang dianalisis. Depresiasi mengurangi nilai tercatat aset seiring waktu.

Dengan rumus ini, perusahaan dapat menghitung total pengeluaran modal yang digunakan untuk membeli atau memperbarui aset tetap, serta mengukur seberapa besar perubahan aset tetap dalam periode tertentu.

6. Cara Menghitung Capex Melalui Laporan Keuangan

Cara menghitung Capex melalui laporan keuangan dilakukan dengan membandingkan saldo aset tetap antar periode, lalu menambahkan biaya penyusutan dari laporan laba rugi. Pendekatan ini membantu mengetahui nilai investasi aset tetap yang dikeluarkan perusahaan dalam satu periode berjalan. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Periksa laporan laba rugi: Temukan biaya penyusutan dalam laporan laba rugi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai aset tetap.
  2. Cari saldo aset tetap periode sebelumnya: Dapatkan saldo aset tetap pada periode sebelumnya untuk membandingkan dengan nilai aset saat ini.
  3. Hitung selisih saldo aset tetap: Selisihkan saldo aset tetap periode lalu dengan saldo aset tetap saat ini untuk mengetahui perubahan nilai aset.
  4. Tambahkan selisih dengan biaya penyusutan: Jumlahkan selisih saldo aset tetap dengan biaya penyusutan untuk mendapatkan total Capex periode berjalan.

Setelah menghitung Capex melalui laporan keuangan, perusahaan perlu memastikan bahwa pengelolaan aset tetap dilakukan dengan efisien. Di sinilah software asset management seperti ScaleOcean berperan penting. Dengan sistem ini, ScaleOcean membantu perusahaan untuk memantau dan mengelola seluruh aset secara real-time.

ERP

7. Apa Manfaat Perhitungan Capex?

Perhitungan Capex membantu perusahaan merencanakan investasi aset tetap secara lebih strategis, memetakan besaran belanja aset, serta menganalisis dampaknya terhadap profitabilitas. Selain itu, Capex memudahkan antisipasi depresiasi aset agar pengelolaan arus kas dan penggantian aset lebih terkontrol. Berikut ini penjelasannya:

a. Perencanaan Investasi Lebih Baik

Pertama, manfaat perhitungan Capex adalah merencanakan investasi aset tetap dengan lebih efektif. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan dana ke proyek yang strategis dan penting untuk pertumbuhan bisnis. Dengan memahami pengeluaran jangka panjang, perusahaan dapat memaksimalkan hasil dari investasi mereka.

b. Memetakan Besaran Belanja Aset

Dengan menghitung Capex, perusahaan dapat melihat seberapa besar pengeluaran yang terserap untuk pembelian atau peningkatan aset. Informasi ini membantu manajemen menilai tekanan pada arus kas serta komposisi aset lancar dan tidak lancar dalam laporan posisi keuangan, sehingga langkah mitigasi dapat disiapkan.

c. Analisis Profitabilitas

Tidak hanya itu, hal ini juga memberikan wawasan tentang dampak investasi aset tetap terhadap profitabilitas perusahaan. Dengan demikian, manajemen dapat menilai apakah suatu investasi akan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang dan membantu menjaga arus kas yang stabil bagi operasional perusahaan.

d. Mengantisipasi Dampak Depresiasi Aset

Depresiasi membuat nilai aset turun seiring waktu dan dapat memengaruhi kebutuhan modal di periode berikutnya. Perhitungan Capex berperan sebagai kontrol preventif agar penurunan nilai aset tidak menjadi beban tak terduga. Perusahaan juga lebih mudah menentukan timing penggantian aset yang paling rasional.

8. Contoh Perhitungan Capex

Untuk lebih memahami cara menghitung Capital Expenditure (Capex), berikut contoh yang lebih lengkap dengan data umum. Misalkan perusahaan B memiliki data aset tetap pada tahun ini dan tahun lalu, serta informasi penyusutan yang terjadi selama periode tersebut.

Berdasarkan data ini, kita dapat menghitung berapa banyak pengeluaran perusahaan untuk investasi aset tetap baru atau perbaikan fasilitas. Misalnya, perusahaan B memiliki PPE sebesar Rp900 miliar untuk tahun ini, sedangkan untuk tahun lalu tercatat sebesar Rp750 miliar.

Selain itu, perusahaan juga mencatatkan biaya penyusutan sebesar Rp60 miliar untuk tahun ini. Dengan informasi ini, kita dapat menggunakan rumus Capex untuk menghitung pengeluaran perusahaan untuk aset baru atau peningkatan fasilitas yang terjadi selama periode tersebut. Perhitungan Capex pada perusahaan B adalah:

Capex = Rp900 miliar – Rp750 miliar + Rp60 miliar
Capex = Rp210 miliar

Dari perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa perusahaan B mengeluarkan Rp210 miliar untuk investasi pada aset tetap baru atau peningkatan fasilitas selama periode tersebut.

9. Kesimpulan

Capital Expenditure (Capex) merujuk pada pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset tetap yang digunakan dalam jangka panjang, seperti mesin, bangunan, atau kendaraan. Tujuan utama Capex adalah untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional, yang berkontribusi pada pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Perbedaan mendasar antara Capex dan Opex adalah Capex bersifat investasi jangka panjang yang tercatat sebagai aset dan didepresiasi, sementara Opex adalah biaya rutin yang langsung memengaruhi laba pada periode berjalan. Contoh Capex termasuk pembelian mesin atau properti, sementara Opex meliputi biaya operasional seperti gaji atau bahan bakar.

Menghitung Capex dapat dilakukan dengan membandingkan saldo aset tetap antar periode dan menambahkan biaya penyusutan. Perhitungan ini memungkinkan perusahaan merencanakan investasi lebih baik, memetakan pengeluaran, dan menganalisis dampaknya terhadap profitabilitas.

Jika perusahaan Anda ingin mempermudah perhitungan dan pengelolaan Capex, ScaleOcean menawarkan software manajemen aset yang dapat membantu Anda melacak, mengelola, dan memantau aset secara efisien. Coba demo tanpa biaya dari ScaleOcean untuk mendapatkan manfaat dari pengelolaan Capex yang lebih terstruktur dan optimal.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud capex?

Capex (Capital Expenditure) atau belanja modal adalah dana yang digunakan perusahaan untuk membeli, memperbaiki, atau merawat aset tetap jangka panjang seperti bangunan, mesin, atau peralatan. Aset ini digunakan lebih dari satu tahun untuk mendukung operasional bisnis dan meningkatkan produktivitas.

2. Apa perbedaan capex dan OPEX?

Perbedaan utama antara Capex dan Opex terletak pada tujuan dan pencatatannya. Capex digunakan untuk investasi jangka panjang dalam aset tetap, dicatat di neraca dan disusutkan. Sementara itu, Opex adalah biaya operasional rutin seperti gaji, sewa, dan listrik yang langsung dibebankan ke laporan laba rugi setiap periode.

3. Bagaimana menghitung capex?

Rumus dasar Capex adalah: Capex = (Aset Tetap Akhir – Aset Tetap Awal) + Penyusutan (Depresiasi). Ini mengukur investasi perusahaan dalam aset tetap jangka panjang dengan melihat perubahan nilai aset dari periode sebelumnya, kemudian menambahkan kembali depresiasi yang mengurangi nilai aset.

4. Capex bisa dilihat dimana?

Capex tercatat pada laporan keuangan, khususnya di neraca sebagai aset tetap. Nilai aset ini akan berkurang seiring berjalannya waktu akibat depresiasi, yang dihitung berdasarkan masa manfaat aset tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap