Aset Lancar dan Tidak Lancar: Pengertian serta Perbedaannya

Posted on
Share artikel ini

Setiap perusahaan memiliki dua jenis aset utama yang mendukung kelangsungan operasionalnya yaitu aset lancar dan aset tidak lancar. Meskipun keduanya penting, masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam strategi bisnis dan keuangan perusahaan.

Mengelola keduanya dengan baik sangat penting untuk memastikan likuiditas, efisiensi, dan pertumbuhan jangka panjang. Namun, banyak perusahaan yang terkadang kesulitan dalam memanfaatkan aset dengan optimal, baik dalam hal pengelolaan kas, persediaan, maupun aset tidak lancar.

Perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar sering kali membingungkan, namun pemahaman yang jelas dapat memberikan gambaran yang lebih baik untuk membuat keputusan yang tepat. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang pengertian, manfaat, dan perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar.

starsKey Takeaways
  • Aset lancar adalah kekayaan perusahaan yang dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai, sementara aset tidak lancar adalah aset yang mendukung operasional perusahaan dalam jangka lebih dari satu tahun.
  • Contoh aset lancar termasuk kas, piutang usaha, persediaan, dan investasi jangka pendek, sedangkan contoh aset tidak lancar mencakup tanah, bangunan, mesin, dan hak kekayaan intelektual.
  • Perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar terletak pada jangka waktu konversi ke uang tunai, tujuan pembelian, dan manfaatnya bagi perusahaan.
  • Pengelolaan aset lancar dan tidak lancar dapat dilakukan lebih rapi melalui sistem terintegrasi seperti ScaleOcean yang memudahkan pencatatan dan pemantauan aset.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Aset Lancar? 

Aset lancar (current assets) adalah kekayaan perusahaan yang dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai dalam jangka pendek, umumnya dalam waktu kurang dari satu tahun. Aset ini sangat penting untuk menjaga kelancaran likuiditas dan operasional bisnis sehari-hari.

Contoh aset lancar antara lain kas, piutang usaha, persediaan barang dagang, perlengkapan, dan beban dibayar di muka. Aset ini berfungsi untuk mendukung aktivitas operasional harian perusahaan. Berbeda dengan aset tetap yang digunakan untuk jangka panjang, aset lancar bersifat cair dan cepat digunakan dalam kebutuhan bisnis.

2. Apa itu Aset Tidak Lancar?

Aset tidak lancar (non-current assets) adalah aset jangka panjang yang digunakan oleh perusahaan untuk mendukung operasional bisnis dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Aset ini tidak mudah diubah menjadi uang tunai dalam waktu singkat dan biasanya tidak untuk dijual kembali dalam waktu dekat. Contohnya meliputi tanah, bangunan, mesin, dan paten.

Aset tidak lancar penting bagi stabilitas dan pertumbuhan perusahaan, karena mendukung proses produksi dan operasional jangka panjang. Meskipun memiliki likuiditas rendah, aset ini memberikan nilai strategis bagi bisnis, yang berkontribusi pada pengembangan dan keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang.

3. Apa Manfaat Aset Lancar?

Manfaat Aset Lancar dan Tidak Lancar

Aset lancar memberikan manfaat langsung bagi operasional perusahaan dengan memastikan likuiditas yang cukup. Aset ini digunakan untuk membeli bahan baku, membayar gaji karyawan, biaya operasional, serta kewajiban finansial lainnya, seperti utang dan sewa kantor.

Dengan sifatnya yang dinamis, aset lancar memungkinkan perusahaan untuk merespons kebutuhan mendesak dan perubahan pasar. Selain itu, memastikan adanya aset lancar yang memadai menjaga kelancaran proses produksi dan menjamin stabilitas kas perusahaan untuk jangka pendek.

Salah satu tips untuk meningkatkan aset lancar dan memperbaiki likuiditas perusahaan adalah dengan mempercepat divestasi aset yang tidak strategis, seperti yang dilakukan oleh PTPP. Dengan menjual sebagian besar saham di beberapa anak perusahaan, PTPP berhasil mengoptimalkan arus kas dan memperkuat posisi finansialnya untuk menghadapi tantangan bisnis.

4. Apa Manfaat Aset Tidak Lancar?

Aset tidak lancar memiliki peran penting dalam menunjang operasional dan pertumbuhan bisnis jangka panjang. Aset seperti tanah, bangunan, dan mesin digunakan untuk mendukung proses produksi, pengembangan, dan investasi strategis yang diperlukan perusahaan untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Meskipun likuiditasnya rendah, aset tidak lancar berfungsi sebagai dasar bagi kestabilan finansial dan ekspansi perusahaan. Aset ini memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas operasional dan mempertahankan daya saing di pasar, memberikan manfaat yang lebih besar di masa mendatang meskipun tidak bisa langsung diuangkan.

5. Contoh Aset Lancar dan Tidak Lancar

Aset lancar meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, investasi jangka pendek, serta beban dibayar di muka. Sedangkan aset tidak lancar mencakup tanah, bangunan dan peralatan, investasi jangka panjang, hak kekayaan intelektual, serta goodwill yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

a. Aset Lancar

Aset lancar (aktiva lancar) adalah aset yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasional perusahaan. Berikut adalah beberapa contoh aset lancar:

  • Kas dan Setara Kas: Uang tunai di bank, cek, atau deposito jangka pendek yang dapat segera digunakan.
  • Piutang Usaha: Tagihan kepada pelanggan yang diharapkan dapat dibayar dalam waktu singkat.
  • Persediaan Barang: Stok bahan baku, barang dalam proses, atau barang jadi untuk dijual.
  • Investasi Jangka Pendek: Surat berharga seperti reksa dana atau obligasi jangka pendek yang mudah dicairkan.
  • Beban Dibayar di Muka: Pembayaran untuk biaya tertentu seperti asuransi atau sewa yang dibayar lebih awal sebelum jatuh tempo.

b. Aset Tidak Lancar

Aset tidak lancar adalah aset yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang dan tidak mudah dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu singkat. Beberapa contoh aset tidak lancar meliputi:

  • Properti, Pabrik, dan Peralatan (PPE): Bangunan, mesin, kendaraan, dan peralatan yang digunakan untuk operasional.
  • Tanah: Tanah yang dimiliki untuk keperluan operasional atau investasi jangka panjang.
  • Investasi Jangka Panjang: Saham atau obligasi yang dimiliki untuk jangka waktu lebih dari satu tahun.
  • Hak Kekayaan Intelektual: Paten, merek dagang, atau hak cipta yang memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.
  • Goodwill: Nilai lebih yang dimiliki perusahaan, yang dihasilkan dari akuisisi atau reputasi perusahaan yang baik.

Jika Anda ingin mengelola aset lancar dan tidak lancar dengan lebih efisien, ScaleOcean menawarkan solusi manajemen aset yang terintegrasi. Dengan teknologi canggih dan sistem yang mudah diakses, ScaleOcean dapat membantu perusahaan Anda memantau, mencatat, dan mengoptimalkan penggunaan aset tidak lancar maupun lancar.

ERP

6. Ciri-ciri Aset Lancar

Ciri-ciri aset lancar mencakup kepemilikan nilai ekonomi yang memberi manfaat nyata, memiliki legalitas hukum yang jelas, serta diakui dari transaksi yang telah terjadi. Selain itu, aset lancar harus dapat dijual dengan potensi keuntungan guna mendukung operasional perusahaan secara berkelanjutan. Berikut ini penjelasan selengkapnya:

a. Memiliki Nilai Ekonomi

Aset lancar harus memiliki nilai ekonomi yang signifikan, yang berarti aset tersebut memberikan manfaat nyata dan diperlukan oleh banyak pihak. Aset yang tidak memberikan kontribusi ekonomi meskipun dimiliki oleh perusahaan tidak dapat dikategorikan sebagai aset lancar yang sah dalam laporan keuangan.

b. Terikat dengan Legalitas

Untuk dianggap sebagai aset lancar, barang atau properti harus memiliki status hukum yang jelas. Sebagai contoh, properti seperti tanah atau bangunan harus tercatat dengan sah dan memiliki bukti kepemilikan yang dapat dibuktikan secara hukum. Tanpa legalitas yang jelas, properti tersebut tidak dapat dianggap sebagai aset yang sah.

c. Transaksi Sudah Terjadi

Aset lancar diakui berdasarkan transaksi yang telah terjadi pada masa lalu. Jika transaksi tersebut belum dilaksanakan atau direncanakan di masa depan, maka itu belum bisa diakui sebagai aset lancar. Oleh karena itu, pencatatan yang tepat waktu sangat diperlukan dalam pengakuan aset.

d. Memberikan Keuntungan

Aset lancar harus memberikan keuntungan ketika dipindahkan atau dijual. Jika penjualan aset justru menyebabkan kerugian, maka aset tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai aset lancar. Aset lancar yang valid harus memiliki potensi menghasilkan keuntungan yang mendukung kelangsungan operasional perusahaan.

7. Ciri-ciri Aset Tidak Lancar

Ciri-ciri Aset Lancar dan Tidak Lancar

Ciri-ciri aset tidak lancar meliputi masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi, likuiditas rendah, serta digunakan untuk mendukung operasional jangka panjang. Aset ini dicatat berdasarkan harga perolehan dan disusutkan atau diamortisasi sesuai umur manfaatnya, kecuali tanah. Pahami penjelasan selengkapnya berikut ini:

a. Masa Manfaat

Aset tidak lancar memiliki masa manfaat yang lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi. Aset ini digunakan untuk mendukung operasional dan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang, memberikan kontribusi signifikan terhadap keberlanjutan dan efisiensi operasional perusahaan.

b. Likuiditas

Aset tidak lancar memiliki likuiditas rendah, artinya sulit diubah menjadi kas dalam waktu singkat. Aset ini tidak ditujukan untuk dijual dalam siklus normal bisnis, melainkan untuk mendukung operasional jangka panjang, seperti peralatan, bangunan, dan investasi strategis lainnya.

c. Tujuan Penggunaan

Tujuan utama aset tidak lancar adalah untuk mendukung operasional perusahaan dalam jangka panjang, bukan untuk tujuan jual beli. Aset ini berfungsi untuk menunjang aktivitas bisnis yang berkelanjutan, seperti mesin produksi, pabrik, dan properti, yang penting bagi kelangsungan bisnis.

d. Pencatatan

Pencatatan aset tidak lancar dilakukan berdasarkan harga perolehannya dan disusutkan atau diamortisasi selama masa manfaatnya. Aset berwujud tertentu disusutkan sesuai dengan umur manfaatnya, sedangkan aset tak berwujud diamortisasi. Tanah tetap dicatat dengan nilai perolehannya tanpa disusutkan.

8. Perbedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar

Perbedaan utama antara aset lancar dan tidak lancar terletak pada jangka waktu pencairan, tujuan, dan manfaatnya. Aset lancar mudah dikonversi menjadi kas kurang dari 12 bulan untuk operasional harian, sedangkan aset tidak lancar digunakan jangka panjang dan memberi manfaat strategis, termasuk sebagai jaminan. Berikut penjelasannya:

a. Jangka Waktu untuk Mengubahnya menjadi Uang Tunai

Aset lancar adalah aset yang dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai dalam waktu kurang dari 12 bulan. Aset ini biasanya diperdagangkan di pasar tertentu, seperti piutang usaha dan persediaan. Sebaliknya, aset tidak lancar memerlukan waktu lebih dari 12 bulan untuk bisa dikonversi menjadi uang tunai.

b. Tujuan dari Pembelian Aset

Aset lancar biasanya dibeli untuk mendukung operasional harian perusahaan dan menjaga perputaran kas, serta untuk tujuan investasi jangka pendek. Sementara itu, aset tidak lancar dibeli untuk menunjang proses produksi jangka panjang dan memperkuat kapasitas operasional perusahaan dalam waktu yang lebih lama.

c. Manfaat dari Pembelian Aset

Aset lancar umumnya digunakan untuk aktivitas pembayaran langsung dalam perusahaan, seperti kas yang digunakan untuk transaksi harian. Di sisi lain, aset tidak lancar sering kali berfungsi sebagai jaminan atau kolateral dalam pengajuan pinjaman, memberikan manfaat jangka panjang dan mendukung ekspansi perusahaan.

Untuk mempermudah pemahaman mengenai perbedaan antara aset lancar dan aset tidak lancar, berikut ini kami lampirkan tabel yang menggambarkan perbedaan utama di antara keduanya:

Aspek Perbedaan Aset Lancar Aset Tidak Lancar
Jangka Waktu Konversi ke Tunai Kurang dari 12 bulan Lebih dari 12 bulan
Tujuan Pembelian Aset Operasional harian & investasi jangka pendek Proses produksi & kapasitas operasional jangka panjang
Manfaat Pembelian Aset Aktivitas pembayaran langsung Jaminan untuk pinjaman & ekspansi perusahaan

9. Kesimpulan

Aset lancar dan aset tidak lancar memiliki peran yang vital dalam keberlanjutan dan efisiensi operasional perusahaan. Aset lancar, seperti kas, piutang usaha, dan persediaan, mendukung kelancaran operasional sehari-hari dengan memastikan likuiditas perusahaan yang cukup.

Sementara itu, aset tidak lancar, seperti tanah, bangunan, dan mesin, memiliki manfaat jangka panjang untuk mendukung proses produksi dan pertumbuhan perusahaan. Perbedaan utama antara aset lancar dan tidak lancar terletak pada jangka waktu konversi menjadi uang tunai, tujuan pembelian, serta manfaatnya.

Aset lancar mudah diubah menjadi kas dalam waktu singkat, sedangkan aset tidak lancar lebih sulit dicairkan dan digunakan untuk menunjang operasional perusahaan dalam jangka panjang. Keduanya saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan finansial perusahaan.

Untuk mempermudah manajemen aset dan memastikan pencatatan yang akurat, ScaleOcean menawarkan solusi perangkat lunak manajemen aset yang memungkinkan pemantauan aset secara real-time. Cobalah demo gratis ScaleOcean untuk mengelola aset perusahaan Anda dengan lebih efisien dan efektif!

FAQ:

1. Apa contoh aset tidak lancar?

Contoh aset tidak lancar meliputi properti, pabrik, dan peralatan (PPE) seperti bangunan, mesin, dan kendaraan. Selain itu, tanah yang dimiliki untuk operasional atau investasi juga termasuk dalam kategori ini, karena memiliki manfaat ekonomi jangka panjang.

2. Apa saja yang termasuk aset lancar?

Aset lancar adalah aset yang mudah dicairkan menjadi kas dalam waktu kurang dari satu tahun, seperti kas, piutang usaha, persediaan, surat berharga jangka pendek, dan beban dibayar di muka, seperti premi asuransi dan sewa dibayar di muka.

3. Apa perbedaan aset tetap dan aset lancar?

Perbedaan utama antara aset lancar dan aset tetap terletak pada jangka waktu dan likuiditasnya. Aset lancar mudah dicairkan menjadi kas dalam waktu kurang dari satu tahun, sedangkan aset tetap digunakan dalam jangka panjang untuk operasional dan nilainya cenderung menyusut.

4. Aset tidak lancar seperti apa?

Aset tidak lancar adalah aset yang dimiliki perusahaan dengan masa manfaat lebih dari satu tahun dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam kegiatan usaha normal. Aset ini digunakan untuk mendukung operasional jangka panjang perusahaan, seperti properti dan peralatan.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap