Pemilik bisnis dan pengusaha sering kali merasa bingung memilih antara berbagai jenis bisnis yang dapat memberikan keuntungan jangka panjang. Real estate adalah sektor yang menawarkan peluang besar, namun tidak sedikit yang masih kebingungan membedakan antara real estate dan properti serta jenis bisnis apa yang cocok untuk mereka.
Real estate dapat mengatasi kebingungan tersebut karena mencakup berbagai jenis bisnis, seperti pengelolaan properti residensial dan investasi komersial serta industri. Mengelola bisnis real estate dengan pemahaman yang tepat dapat membuka peluang investasi yang menguntungkan dan memberikan kestabilan finansial dalam jangka panjang.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian real estate, jenis-jenisnya, keuntungan bisnis real estate, serta perbedaan antara real estate dan properti. Selain itu, akan dijelaskan juga bagaimana memulai bisnis real estate dan tren terkini yang sedang berkembang di sektor ini.
- Real estate adalah investasi yang melibatkan tanah dan properti, mencakup residensial, komersial, dan industri dengan potensi keuntungan jangka panjang.
- Jenis-jenis real estate terdiri dari properti residensial, komersial, industri, dan khusus yang memiliki karakteristik dan tujuan penggunaan yang berbeda.
- Keuntungan real estate berasal dari kenaikan nilai properti, pendapatan sewa, serta stabilitas dan perlindungannya terhadap inflasi ekonomi.
- Software Property Management ScaleOcean memudahkan pengelolaan properti, penyewa, dan keuangan, memungkinkan fokus pada pengembangan bisnis real estate Anda.
1. Apa itu Real Estate?
Real estate atau lahan yasan adalah sektor bisnis yang berkaitan dengan tanah beserta segala hal yang melekat padanya, seperti bangunan, jalan, saluran, dan sumber daya alam seperti air, mineral, dan tanaman. Istilah ini mencakup aset fisik yang bisa menjadi investasi atau bisnis, meliputi properti residensial, komersial, industri, dan lainnya.
Secara sederhana, real estate merujuk pada tanah dan segala benda yang ada di atasnya atau melekat padanya, termasuk bangunan dan perbaikan permanen lainnya. Dalam dunia bisnis, lahan yasan meliputi pengelolaan properti, transaksi jual beli, dan pemanfaatan tanah untuk tempat tinggal, komersial, atau industri.
Real estate merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian, karena memiliki potensi keuntungan tinggi baik dalam jangka panjang maupun pendek. Selain itu, sektor ini juga berperan sebagai sumber pendapatan pasif bagi investor melalui sewa properti, serta memberikan stabilitas ekonomi yang signifikan.
2. Jenis-Jenis Real Estate
Real estate terbagi dalam beberapa kategori utama berdasarkan tujuan dan fungsi penggunaannya. Masing-masing jenis memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda, yang mempengaruhi nilai dan permintaan di pasar. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis lahan yasan yang perlu Anda ketahui.
a. Residensial
Real estate residensial mencakup properti yang digunakan sebagai tempat tinggal, seperti rumah, apartemen, dan kondominium. Jenis properti ini sering dianggap sebagai investasi yang stabil, karena permintaan untuk tempat tinggal cenderung tidak pernah turun.
Dengan harga yang beragam, properti residensial memberikan berbagai pilihan bagi pembeli atau penyewa. Selain itu, banyak juga properti residensial yang berfungsi ganda, seperti rumah yang juga digunakan untuk usaha rumahan.
Misalnya, rumah yang memiliki ruang untuk toko kelontong atau usaha kecil lainnya. Hal ini memberikan peluang bagi pemilik properti untuk mendapatkan pendapatan tambahan dari sewa atau bisnis yang dijalankan di dalamnya.
Bank Indonesia mencatat bahwa Indeks Harga Properti Residensial tumbuh sekitar 0,84% secara tahunan pada triwulan III 2025, meskipun pertumbuhan relatif terbatas dibandingkan periode sebelumnya. Ini menunjukkan harga rumah masih mengalami kenaikan di pasar primer.
b. Komersial
Real estate komersial meliputi properti yang digunakan untuk kegiatan bisnis, seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, dan restoran. Properti komersial memiliki tujuan utama untuk menghasilkan keuntungan bagi pemiliknya, baik dari sewa maupun penjualan.
Karena digunakan untuk aktivitas bisnis, jenis properti ini sering kali memiliki kontrak sewa yang lebih panjang dan lebih stabil. Investasi di properti komersial cenderung memberikan pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan properti residensial, terutama di lokasi strategis yang ramai aktivitas bisnis.
Namun, investasi ini juga membawa risiko yang lebih besar, seperti ketergantungan pada kondisi ekonomi dan fluktuasi permintaan pasar. Pemilihan lokasi yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa properti komersial dapat menarik penyewa dan memberikan pendapatan yang diharapkan.
c. Industri
Real estate industri adalah jenis properti yang digunakan untuk kegiatan manufaktur, penyimpanan, dan distribusi. Contohnya adalah pabrik, gudang, dan pusat distribusi.
Properti industri biasanya terletak di area yang lebih jauh dari pusat kota dan memiliki ukuran yang lebih luas dibandingkan dengan jenis properti lainnya. Hal ini dikarenakan properti industri dirancang untuk mendukung kegiatan produksi, penyimpanan, atau distribusi barang dalam skala besar yang penting untuk menjaga kualitas produk.
Real estate industri juga mencakup bidang seperti perkebunan, perhutanan, dan pertambangan. Jenis properti ini memiliki permintaan yang tinggi di sektor logistik dan distribusi, yang terus berkembang seiring dengan pertumbuhan e-commerce dan kebutuhan rantai pasok yang efisien.
d. Khusus
Real estate khusus mencakup properti yang memiliki fungsi spesifik, seperti taman, lapangan olahraga, gedung pemerintahan, atau fasilitas kesehatan. Meskipun tidak digunakan untuk tujuan komersial atau industri, properti jenis ini tetap memiliki nilai yang signifikan.
Properti khusus berperan penting dalam masyarakat, baik dari aspek sosial maupun ekonomi, dengan memenuhi kebutuhan publik atau fasilitas tertentu. Properti khusus sering kali didirikan dengan tujuan memenuhi kebutuhan publik atau sebagai bagian dari proyek pemerintah.
Meskipun tidak menghasilkan pendapatan secara langsung, properti jenis ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat. Properti khusus dapat menjadi aset yang sangat berharga dalam pengembangan kota atau daerah tertentu, mendukung kebutuhan sosial dan meningkatkan infrastruktur lokal.
Baca juga: Ketahui 11 Perusahaan Properti Terbesar di Indonesia
3. Perbedaan Real Estate dan Properti
Perbedaan utama antara lahan yasan dan properti terletak pada ruang lingkup dan fokusnya. lahan yasan lebih menekankan pada tanah dan segala sesuatu yang melekat padanya, seperti bangunan dan infrastruktur permanen lainnya.
Ini mencakup aset fisik yang dapat dijadikan investasi atau bisnis, yang berhubungan langsung dengan penggunaan dan pengelolaan tanah serta bangunan di atasnya. Di sisi lain, bisnis properti memiliki arti yang lebih luas, merujuk pada hak kepemilikan atas tanah atau bangunan, baik yang bergerak maupun tidak bergerak.
Properti juga mencakup aset lain yang mungkin tidak melekat pada tanah, seperti kendaraan atau barang bergerak lainnya. Real estate merupakan subset dari properti, yang fokus pada fisik atau objek yang ada di atas tanah.
Salah satu keuntungan bisnis properti adalah kemampuannya untuk memberikan pendapatan pasif melalui sewa, yang dapat menghasilkan arus kas stabil bagi pemiliknya. Selain itu, nilai properti yang cenderung meningkat seiring waktu menjadikannya sebagai investasi jangka panjang yang menguntungkan.
4. Keuntungan Bisnis Real Estate

Bisnis real estate menawarkan sejumlah keuntungan utama yang menjadikannya pilihan investasi menarik. Keuntungan-keuntungan ini meliputi potensi keuntungan tinggi, sumber pendapatan pasif, stabilitas investasi, dan perlindungan terhadap inflasi.
Selain itu, bisnis lahan yasan memberikan kontrol penuh atas aset yang dimiliki, memungkinkan pemilik untuk mengelola properti sesuai keinginan mereka. Hal ini menjadikannya pilihan yang lebih menarik bagi investor yang menginginkan kestabilan dan pengelolaan investasi jangka panjang.
a. Potensi Keuntungan Tinggi
Investasi di lahan yasan sering kali memberikan potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Nilai properti, terutama yang terletak di daerah berkembang, cenderung mengalami peningkatan seiring dengan pesatnya pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Permintaan yang terus meningkat untuk ruang tinggal atau komersial mendorong apresiasi harga properti, menjadikannya investasi yang menguntungkan. Keuntungan ini bisa diperoleh dari apresiasi harga jual properti dalam jangka panjang.
Namun, keuntungan tinggi tersebut memerlukan analisis pasar yang tepat dan pemilihan lokasi yang strategis. Properti yang terletak di lokasi dengan prospek pertumbuhan yang baik dapat memberikan hasil investasi yang sangat menguntungkan, terutama bila dibeli dengan harga yang tepat pada waktu yang tepat.
b. Sumber Pendapatan Pasif
Salah satu daya tarik utama bisnis lahan yasan adalah kemampuannya untuk menghasilkan pendapatan pasif yang stabil. Pemilik properti yang menyewakan unit mereka dapat menghasilkan penghasilan tetap melalui pembayaran sewa, tanpa perlu terlibat langsung dalam operasional sehari-hari.
Dengan pengelolaan yang efisien, pendapatan ini dapat terus mengalir tanpa membebani pemilik secara waktu dan tenaga. Ini menjadikan real estate sebagai salah satu sumber pendapatan pasif yang paling menguntungkan.
Selain itu, dengan meningkatnya permintaan untuk properti sewa, pemilik dapat menyesuaikan harga sewa sesuai dengan kondisi pasar, sehingga pendapatan pasif ini dapat terus berkembang. Ini memberikan pemilik properti kontrol lebih atas pendapatan yang dihasilkan dari aset mereka.
c. Stabilitas Investasi
Real estate umumnya dianggap sebagai investasi yang stabil karena tidak mudah dipengaruhi oleh volatilitas pasar yang tinggi, seperti yang terjadi pada saham atau mata uang. Meskipun ada fluktuasi pasar, nilai properti cenderung stabil dalam jangka panjang, berkat keterbatasan pasokan tanah dan kebutuhan yang terus meningkat.
Selain itu, properti fisik memberikan rasa aman bagi investor karena bisa dilihat dan dikelola secara langsung. Hal ini membuat real estate menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari stabilitas di tengah ketidakpastian pasar finansial global.
Menurut Trading Economics, Indeks Harga Properti Perumahan Indonesia menunjukkan tren kenaikan jangka panjang. Pada kuartal III 2025, indeks ini naik menjadi 110,36 poin dari level sebelumnya, mencerminkan bahwa harga rumah cenderung meningkat secara bertahap sepanjang waktu.
d. Perlindungan Terhadap Inflasi
Real estate memiliki kemampuan untuk melawan dampak inflasi, yang menjadikannya aset yang aman untuk melindungi kekayaan. Sebagai contoh, harga tanah dan properti sering kali meningkat lebih cepat daripada inflasi, menjaga daya beli investor. Dengan cara ini, properti berfungsi sebagai pelindung nilai aset yang sangat efektif.
Pada saat inflasi meningkat, biaya hidup dan harga barang-barang lainnya juga cenderung naik, namun sewa properti dan nilai tanah dapat naik seiring dengan permintaan. Ini memungkinkan investor untuk tetap mendapatkan keuntungan meskipun ada tekanan ekonomi yang diakibatkan oleh inflasi.
e. Pengelolaan dan Kontrol Penuh
Salah satu keuntungan besar dari berinvestasi di real estate adalah bahwa pemilik properti memiliki kontrol penuh atas aset mereka. Pemilik properti memiliki kebebasan untuk memutuskan bagaimana properti mereka dikelola, apakah akan disewakan, dijual, atau bahkan dikembangkan lebih lanjut.
Keputusan ini memungkinkan pemilik untuk menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai dengan tujuan dan kondisi pasar yang ada. Hal ini memberikan kebebasan lebih besar dalam merencanakan dan mengelola investasi mereka.
Kontrol penuh ini juga berarti bahwa pemilik dapat membuat perubahan yang meningkatkan nilai properti, seperti renovasi atau perbaikan. Dengan kontrol langsung atas pengelolaan properti, investor dapat memaksimalkan keuntungan dan memastikan bahwa properti mereka terus memberikan hasil yang optimal.
f. Keuntungan Jangka Panjang
Investasi dalam real estate umumnya memberikan keuntungan jangka panjang, meskipun hasil yang signifikan baru terlihat setelah beberapa tahun. Dengan potensi apresiasi nilai properti yang stabil, investor dapat menikmati keuntungan yang terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Seiring waktu, nilai properti cenderung meningkat, baik dari segi harga jual maupun pendapatan sewa. Hal ini membuat real estate menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang menginginkan keuntungan yang berkelanjutan.
Selain itu, investasi real estate juga menawarkan pengembalian yang dapat diprediksi lebih stabil dibandingkan dengan investasi jangka pendek lainnya. Dengan strategi yang tepat, investasi real estate dapat memberikan hasil yang sangat menguntungkan seiring berjalannya waktu, terutama ketika pasar properti berkembang pesat.
5. Cara Memulai Bisnis Real Estate
Memulai bisnis real estate memerlukan perencanaan yang matang dan strategi yang tepat. Langkah pertama adalah melakukan riset pasar untuk memahami kondisi properti di wilayah yang diminati, serta menganalisis tren harga dan permintaan.
Setelah itu, pastikan Anda menyiapkan modal yang cukup untuk membeli properti dan menutupi biaya operasional lainnya. Dengan begitu, Anda dapat menyusun strategi untuk memaksimalkan keuntungan dan mengurangi risiko.
a. Riset Pasar
Riset pasar adalah langkah pertama yang sangat penting sebelum terjun ke bisnis real estate. Anda perlu mempelajari tren pasar lokal, potensi pertumbuhan, dan permintaan untuk jenis properti tertentu di area yang Anda pilih.
Melakukan analisis mendalam mengenai harga sewa, nilai jual, dan proyeksi masa depan akan membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih cerdas. Riset pasar juga mencakup pemahaman tentang faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan perkembangan infrastruktur di sekitar lokasi.
Faktor-faktor ini dapat memengaruhi nilai properti dan potensi pertumbuhannya di masa depan. Memahami faktor-faktor ini memungkinkan Anda untuk memilih properti yang berpotensi memberikan keuntungan maksimal.
b. Siapkan Modal
Bisnis real estate sering kali membutuhkan modal yang cukup besar, baik untuk pembelian properti atau biaya renovasi dan pengelolaan. Untuk itu, penting untuk menyiapkan dana yang cukup atau mencari sumber pendanaan alternatif, seperti pinjaman bank atau investor.
Pastikan Anda memiliki perencanaan keuangan yang matang agar dapat menangani biaya operasional dan mendatangkan keuntungan. Selain modal awal, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya tambahan yang mungkin timbul, seperti pajak properti, biaya perawatan, dan biaya manajemen.
Biaya-biaya ini dapat mempengaruhi keuntungan yang diperoleh, sehingga penting untuk merencanakan pengeluarannya dengan hati-hati. Memiliki dana darurat untuk mengatasi kondisi yang tak terduga juga sangat penting dalam memastikan kelangsungan bisnis real estate Anda.
c. Buat Strategi
Setelah riset pasar dan modal siap, langkah selanjutnya adalah merancang strategi yang jelas untuk bisnis real estate Anda. Tentukan tujuan jangka pendek dan panjang, apakah itu membeli properti untuk disewakan, dikembangkan, atau dijual kembali.
Strategi yang tepat akan membantu Anda memaksimalkan potensi keuntungan dan mengurangi risiko. Sebagai bagian dari strategi, Anda juga perlu memutuskan apakah akan fokus pada properti residensial, komersial, pengembangan atau konstruksi rumah atau industri.
Setiap jenis properti memiliki karakteristik dan pasar yang berbeda, sehingga penting untuk memahami dan memilih sektor yang sesuai dengan tujuan dan kemampuan Anda. Mengelola strategi secara terarah akan membantu memastikan kesuksesan jangka panjang dalam bisnis real estate.
Software Property Management ScaleOcean hadir sebagai solusi cerdas untuk mengelola properti, penyewa, dan laporan keuangan secara efisien. Dengan fitur otomatisasi penyewaan, pengelolaan pemeliharaan, dan pelaporan keuangan real-time, software ini memungkinkan Anda fokus mengembangkan bisnis tanpa terbebani tugas administratif.
Software ini memberikan visibilitas penuh terhadap setiap aspek properti Anda, memastikan proses berjalan lancar dan menguntungkan. Vendor ini menawarkan demo gratis dan konsultasi gratis untuk Anda dapat melihat bagaimana sistem ini dapat mengoptimalkan bisnis lahan yasan Anda.


6. Contoh Bisnis Real Estate
Memahami contoh bisnis lahan yasan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai peluang yang tersedia di sektor ini. Berikut adalah beberapa contoh yang dapat menjadi acuan untuk memulai atau berinvestasi dalam bisnis real estate.
a. Perumahan
Bisnis real estate di sektor perumahan melibatkan pembangunan atau pengelolaan properti tempat tinggal, seperti rumah, apartemen, atau kondominium. Properti ini sering dijadikan investasi jangka panjang karena permintaan yang stabil dan potensi kenaikan harga yang terus berkembang.
Contoh bisnis di sektor perumahan termasuk pengembang atau konstruksi perumahan yang membangun kompleks perumahan baru, atau investor yang membeli rumah untuk disewakan. Keuntungan dapat diperoleh melalui apresiasi nilai properti atau pendapatan sewa reguler.
b. Kawasan Industri
Investasi di kawasan industri melibatkan pembelian atau pengelolaan properti yang digunakan untuk kegiatan produksi, penyimpanan, dan distribusi barang, seperti pabrik atau gudang. Properti industri menawarkan potensi keuntungan yang signifikan, terutama di area yang berkembang pesat dengan permintaan untuk fasilitas produksi.
Contoh bisnis di sektor ini adalah pengelolaan gudang logistik yang disewakan kepada perusahaan e-commerce atau pabrik yang memproduksi barang dalam skala besar. Properti jenis ini cenderung menawarkan sewa jangka panjang yang stabil.
c. Area Komersial
Real estate komersial melibatkan properti yang digunakan untuk tujuan bisnis, seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan hotel. Bisnis ini seringkali memberikan pengembalian yang lebih tinggi, namun juga membawa risiko yang lebih besar, karena bergantung pada kondisi ekonomi dan permintaan pasar.
Contoh di sektor komersial termasuk manajemen gedung perkantoran yang disewakan kepada perusahaan atau pengelolaan pusat perbelanjaan yang menjadi lokasi bagi berbagai usaha ritel. Keuntungan diperoleh dari sewa dan kemajuan ekonomi yang mendorong permintaan ruang komersial.
Baca juga: Sistem ERP Real Estate: Fungsi, dan Manfaatnya untuk Bisnis
7. Kesimpulan
Bisnis real estate menawarkan berbagai peluang investasi yang menguntungkan, mulai dari properti residensial hingga komersial dan industri. Dengan riset pasar yang tepat, modal yang cukup, dan strategi yang jelas, Anda dapat memulai perjalanan investasi yang stabil dan menguntungkan dalam sektor ini.
Dengan fitur lengkap dan kemampuan untuk mengotomatisasi pengelolaan properti, Software Property Management ScaleOcean membantu Anda menjalankan bisnis real estate dengan lebih efisien. Vendor ini menawarkan demo gratis dan konsultasi untuk mengetahui bagaimana sistem ini dapat mengoptimalkan bisnis Anda.
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan real estate?
Real estate adalah sektor yang melibatkan tanah beserta segala sesuatu yang melekat padanya, seperti bangunan, infrastruktur, dan sumber daya alam. Ini mencakup properti residensial, komersial, industri, dan khusus, yang dapat dijadikan investasi atau bisnis.
2. Apa bedanya real estate dan property?
Real estate lebih menekankan pada tanah dan fisik yang melekat padanya, seperti bangunan dan infrastruktur. Sementara property mencakup hak kepemilikan atas tanah atau bangunan, baik yang bergerak maupun tidak bergerak, sehingga properti lebih luas dari sekadar real estate.
3. Apakah kos kosan termasuk real estate?
Ya, kos-kosan termasuk dalam kategori real estate residensial, karena merupakan properti yang digunakan sebagai tempat tinggal. Kos-kosan adalah salah satu bentuk investasi properti yang bisa menghasilkan pendapatan pasif melalui penyewaan ruangan.
4. Apa saja macam macam real estate?
Macam-macam real estate meliputi residensial (rumah, apartemen), komersial (gedung perkantoran, pusat perbelanjaan), industri (pabrik, gudang), dan khusus (taman, lapangan olahraga). Setiap jenis memiliki tujuan dan karakteristik berbeda, serta potensi keuntungan yang bervariasi.




