
Halo, kami siap bantu cari solusi ERP sesuai kebutuhan Anda.
Konsultasi Sekarang

Salah satu tantangan besar yang biasa bisnis enterprise hadapi adalah pengelolaan data emisi. Misalnya, data yang tersebar di berbagai departemen, baik dari logistik sampai HR. Tidak hanya itu, ribuan baris Excel yang pencatatannya menggunakan metode manual bisa menyebabkan pemantauan jejak karbon sulit, rawan human error, dan pengambilan keputusan yang lambat.
Dengan memilih carbon accounting software, perusahaan bisa menyatukan data, melakukan penghitungan akurat emisi, dan mempermudah pelaporan sesuai standar. Tidak hanya itu, kemampuan integrasinya mengoptimalkan proses tracking emisi real-time, serta verifikasi data pemasok. Kemudian, sistem juga membuat laporan audit-ready sesuai regulasi, baik lokal maupun internasional.
Artikel ini akan menghadirkan preview 12 rekomendasi software carbon accounting terbaik, termasuk ScaleOcean, Persefoni, Watershed, Greenly, serta Salesforce Net Zero Cloud. Perusahaan bisa melakukan pertimbangan atas fitur dan keunggulannya. Tujuannya penerapannya adalah meningkatkan efisiensi manajemen karbon dan mendukung pencapaian target dekarbonisasi strategis.
Carbon accounting software adalah perangkat lunak yang mampu mengotomatisasi perhitungan, pelaporan, dan pemantauan emisi gas rumah kaca perusahaan. Sistem digital ini juga menjadi penghubung operasional, konsumsi energi, dan faktor emisi. Selain itu, jaringan bisa memastikan kepatuhan standar terbaru internasional, termasuk CSRD Uni Eropa, serta mempermudah meminimalisir emisi.
Software tersebut juga mampu melacak emisi akurat, baik scope 1 (emisi langsung dari sumber milik perusahaan), scope 2 (emisi tidak langsung dari energi yang perusahaan beli), maupun scope 3 (emisi dari rantai pasok dan aktivitas pihak ketiga). Berdasarkan data tersebut, pembuatan laporan audit-ready, pengurangan human error, dan pengambilan keputusan bisnis bisa tercapai.
Artinya, perangkat ini berperan sebagai fondasi strategi software ESG perusahaan. Sistem tersebut meningkatkan pemahaman dampak karbon, meminimalisir emisi, dan membuat report performa lingkungan, baik untuk investor maupun regulator seperti pemerintah. Sesudah itu, data yang terverifikasi akan menaikkan kredibilitas dan mempermudah integrasi inisiatif ESG ke operasional harian.

Tekanan regulasi dan tuntutan transparansi dari investor menjadi hal yang sulit dihadapi dalam bisnis. Hal ini karena perusahaan harus mengumpulkan data operasional kompleks, menghitung emisi dari berbagai aktivitas, dan memastikan kepatuhan. Oleh karena itu, carbon accounting software berbasis ERP menawarkan solusi pengelolaan, pelaporan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Berikut urgensi akuntansi karbon bagi perusahaan di Indonesia:
Menurut Regulasi POJK 51/2017, perusahaan publik wajib membuat sustainability report, terdiri atas aspek lingkungan seperti emisi dan manajemen risiko keberlanjutan. Artinya, ketentuan tersebut mengharuskan adanya report sistematis dan bisa perusahaan pertanggungjawabkan secara legal dan formal.
Regulasi POJK ini penting untuk perusahaan patuhi. Tidak hanya sebagai syarat hukum, melainkan memengaruhi reputasi korporasi di mata investor dan pasar modal. Dengan akuntansi karbon yang robust, perusahaan bisa menghasilkan data akurat, terverifikasi, dan siap audit. Selain itu, struktur report berkelanjutan pun akan sesuai dengan ketetapan dari OJK.
Selanjutnya, transparansi emisi membantu investor dan stakeholder memberi nilai kinerja lingkungan perusahaan dengan objektif. Dengan data yang akurat dan dapat user telusuri secara mudah, perusahaan membangun kredibilitas ESG dan memudahkan pengambilan keputusan berbasis keberlanjutan. Tidak hanya itu, hal ini bisa memberi peningkatan signifikan kepercayaan pasar.
Terakhir, kemampuannya berintegrasi dengan IDXCarbon mempermudah memantau dan melakukan efisiensi perdagangan kredit karbon. Artinya, integrasi dengan IDXCarbon memungkinkan pemantauan dan perdagangan kredit karbon secara efisien. Tidak hanya itu, implementasi sistem ini juga mempermudah penyesuaian operasional dan pemenuhan standar nasional.
Memilih carbon accounting tools yang tepat adalah keputusan strategis yang akan memengaruhi kemampuan perusahaan dalam mengelola jejak lingkungannya. Perkembangan digitalisasi meningkatkan permintaan akan perangkat lunak ini. Karenanya, penawaran pun tersedia dalam berbagai fitur dan spesialisasi.
Berikut adalah tinjauan 12 carbon accounting software terbaik pada tahun 2026:
Carbon Accounting Software ScaleOcean adalah solusi berbasis ERP yang dapat berintegrasi dengan sistem lain untuk mengawasi, menghitung, dan melaporkan jejak karbon secara akurat. Sistem ini meningkatkan pemahaman perusahaan terhadap dampak lingkungan aktivitas bisnis, mendukung transparansi strategi, dan mudah diadaptasi untuk berbagai industri.
Dengan otomatisasi penghitungan karbon dan integrasi ke modul keuangan serta operasional, ScaleOcean mengurangi kesalahan hingga 30% dan menilai dampak finansial tiap aktivitas. Selain itu, sistem juga bisa merancang strategi pengurangan emisi 20–25% sesuai standar internasional. Anda bisa mencoba demo gratis untuk merasakan manfaat sistem ini secara langsung.
Fitur utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Persefoni adalah carbon software yang bisa membantu perusahaan mengukur, memantau, dan melaporkan emisi karbon. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan perusahaan memvisualisasikan jejak karbon real-time dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Tidak hanya itu, sistem juga menawarkan antarmuka yang intuitif dan dashboard analitik yang mudah dipahami. Meskipun demikian, perusahaan membutuhkan waktu dan sumber daya tambahan apabila ingin melakukan integrasi lanjutan dan penyesuaian mendalam.
Fitur Utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|

Selanjutnya, Watershed berperan melacak emisi karbon secara menyeluruh. Di antaranya adalah dengan melibatkan pemasok dan aktivitas rantai pasok. Karenanya, platform ini memungkinkan analisis data emisi untuk mendukung keputusan strategis meminimalisir karbon dan cocok untuk bisnis berskala besar.
Tidak hanya itu, software tersebut juga memiliki visualisasi data dan kolaborasi antar departemen. Namun, integrasi dengan sistem yang sudah ada bisa menjadi tantangan bagi perusahaan yang baru mulai menggunakan perangkat akuntansi karbon.
Fitur Utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Greenly adalah software carbon accounting yang bisa melakukan pengukuran emisi karbon dan menyajikannya dalam dashboard intuitif. Selain itu, sistem ini mendukung pencatatan jejak karbon dari berbagai aktivitas dan sumber. Selanjutnya, sistem juga menyediakan pelaporan yang siap dibagikan.
Tidak hanya itu, software mempunyai visualisasi emisi yang mudah dipahami, serta menyediakan panduan awal menuju net zero. Sistem ini cocok untuk UKM dan perusahaan skala menengah. Hanya saja, untuk kebutuhan pelaporan ESG tingkat lanjut dan analitik prediktif, perusahaan mungkin memerlukan integrasi dengan alat lain.
Fitur Utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Kelima, sistem bernama Salesforce’s Net Zero Cloud merupakan solusi carbon accounting yang terintegrasi dengan ekosistem Salesforce. Tugasnya memadukan data operasional dan finansial dalam pelaporan emisi. Karena itu, sistem ini ideal untuk organisasi menengah hingga berskala besar yang sudah menggunakan platform Salesforce.
Menurut review TechTarget, kelebihan utamanya adalah integrasi menyeluruh dalam CRM dan sistem bisnis lain. Hanya saja, biaya dan kompleksitas implementasinya cukup tinggi, terutama bagi perusahaan yang belum berada dalam ekosistem Salesforce.
Fitur Utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
IBM Environmental Intelligence Suite adalah perangkat lunak yang menggunakan teknologi AI dan analitik tingkat lanjut untuk memprediksi dan mengelola emisi secara holistik. Oleh karena itu, sistem ini cocok untuk organisasi besar dengan data yang begitu kompleks.
Namun demikian, tingginya kapabilitas juga berarti kebutuhan sumber daya teknis yang lebih besar selama implementasi dan pengoperasian. Artinya, sistem ini bisa menjadi tantangan bagi tim kecil.
Fitur Utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|

Ketujuh, Microsoft Sustainability Cloud memungkinkan pemantauan emisi karbon dalam ekosistem Azure dan Microsoft 365. Sistem menggabungkan data operasional untuk pelaporan ESG, sehingga cocok bagi perusahaan yang membutuhkan manajemen data lingkungan terintegrasi, khususnya di sektor industri, energi, manufaktur, dan logistik.
Meski sangat kuat terutama bagi pengguna Microsoft, beberapa perusahaan mungkin mengalami kurva belajar yang tinggi. Khususnya, jika perusahaan tidak memiliki tim IT internal yang berpengalaman.
Fitur Utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Berikutnya, Plan A merupakan carbon accounting software yang perancangannya berfokus pada otomatisasi pelaporan serta rekomendasi tindakan dekarbonisasi berdasarkan data yang terkumpul. Artinya, platform digital ini cocok untuk organisasi yang ingin tindakan terarah yang sederhana tanpa kompleksitas tinggi.
Namun, untuk kebutuhan audit tingkat lanjut dan fungsi manajemen supply chain yang rumit, fitur bawaan Plan A bisa terasa kurang lengkap dibanding solusi enterprise besar.
Fitur Utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Normative menawarkan platform carbon accounting yang kuat dalam perhitungan otomatis emisi scope 1–3 tanpa harus banyak input manual. Artinya, pengadopsian software ini sangat cocok bagi perusahaan-perusahaan yang memprioritaskan efisiensi data pengelolaan.
Namun demikian, sistem kurang fleksibel sebab analitik lanjutan. Selain itu, pelaporan khusus untuk investor juga sering kali membutuhkan integrasi atau modul tambahan dari pihak ketiga.
Fitur Utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|

Rekomendasi carbon accounting tool selanjutnya adalah Sweep. Produk ini menawarkan penyediaan alat digital sederhana untuk perusahaan mengelola serta memantau jejak karbon dengan dashboard progres yang mudah terbaca. Selain itu, format laporan juga telah sesuai dengan standar ESG.
Sweep berperan membuat pelaporan dasar dan pemantauan rutin emisi karbon, memberikan visibilitas tingkat operational excellence. Namun, fitur tingkat lanjut seperti simulasi skenario, analisis mendalam, atau integrasi pemasok masih terbatas dibandingkan sistem akuntansi karbon kelas enterprise. Artinya, sistem ini lebih cocok untuk perusahaan dengan kebutuhan sederhana hingga menengah.
Fitur Utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Selanjutnya, SAP Sustainability Control Tower cocok dalam membantu perusahaan besar mengawasi jejak karbon dan metrik ESG dari seluruh unit bisnis. Sistem ini memanfaatkan integrasi penuh dengan SAP ERP, sehingga data operasional dan finansial tersinkronisasi secara real-time. Selain itu, sistem juga mendukung pelaporan akurat, analisis strategis, dan pengambilan keputusan.
Hanya saja, sebagai catatan, bagi perusahaan yang tidak menggunakan SAP ERP, proses setup dan biaya implementasinya termasuk tinggi. Selain itu, sistem juga masih membutuhkan dukungan IT khusus.
Fitur Utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Berikutnya, Zevero hadir sebagai sistem carbon accounting yang mempunyai kapabilitas menyediakan pelaporan emisi dan progress ESG secara intuitif. Artinya, perangkat lunak ini cocok untuk perusahaan yang baru memperkenalkan carbon accounting ke pekerjanya.
Meskipun demikian, bagi perusahaan dengan kebutuhan analitik tingkat lanjut. Karena itu, fitur modeling atau simulasi Zevero bisa terasa kurang komprehensif apabila perusahaan bandingkan dengan solusi yang lebih besar di pasar.
Fitur Utama:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Kegunaan fitur sistem akuntansi karbon adalah untuk memastikan akurasi dan kepatuhan regulasi, serta mengubahnya menjadi alat strategis untuk dekarbonisasi. Fitur-fitur ini berperan mengoptimalkan siklus manajemen karbon, baik pengumpulan data awal sampai ke perencanaan tindakan.
Berikut merupakan fitur-fitur yang harus tercantum dalam pilihan software carbon accounting bisnis Anda:
Pertama, sistem carbon accounting harus bisa melakukan otomatisasi pengumpulan data dari berbagai sumber operasional perusahaan. Misalnya, data konsumsi energi, transportasi, limbah, dan aktivitas produksi. Proses collecting yang akurat mampu mengurangi kesalahan manual dan penyedia basis solid dalam perhitungan emisi.
Selanjutnya, sistem harus memiliki fitur perhitungan Corporate Carbon Footprint (CCF) secara presisi. Artinya, perangkat harus melakukan konversi data aktivitas menjadi emisi mengonversi data aktivitas menjadi CO₂e dengan metodologi berstandar internasional, seperti GHG Protocol. Karenanya, perusahaan bisa memiliki gambaran kontribusi emisi seluruh rantai nilai dengan jelas.
Ketiga, software akuntansi ini harus berperan sebagai pembuat laporan emisi komprehensif dan terperinci. Laporan tersebut berisi total emisi, emisi per proyek, dan tren historis. Artinya, fleksibilitas format akan mempermudah audit internal dan eksternal. Tidak hanya itu, pemenuhan regulasi lingkungan nasional dan internasional bisa terealisasi.
Penetapan target strategis bagi dekarbonisasi berpotensi mengurangi emisi sesuai regulasi yang berlaku. Karena fitur ini, target tahunan dan multi-tahun dapat disertai indikator kinerja (KPI) yang terperinci untuk menghasilkan monitoring pencapaian objektif.
Berikutnya, software yang baik menyertakan kemampuan untuk melacak progres pengurangan emisi secara real-time. Karenanya, analitik lanjutan membantu perusahaan mengidentifikasi sumber emisi tertinggi, menilai efektivitas inisiatif dekarbonisasi, dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk perbaikan berkelanjutan.
Terakhir, fitur yang satu ini mampu membantu perusahaan menyusun rencana aksi pengurangan emisi secara konkret. Di antaranya, efisiensi energi, perubahan bahan baku, dan optimasi logistik. Dengan pemanfaatan modul perencanaan, alokasi sumber daya berjalan optimal dengan menjadikan langkah-langkah dengan dampak besar atas pengurangan karbon sebagai prioritas.
Baca juga: 7 Contoh Aplikasi Business Intelligence untuk Bisnis

Tidak hanya sekadar pemenuhan kewajiban laporan, implementasi carbon accounting software memberi keuntungan signifikan. Investasi teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi operasional, reputasi perusahaan, dan membuka peluang bisnis yang baru.
Berikut adalah manfaat utama penerapan carbon accounting tools:
Pertama, software carbon accounting memungkinkan akurasi perhitungan emisi yang tinggi. Karenanya, pengumpulan data dari berbagai sumber terlaksana secara otomatis. Setelahnya, setiap tahapan akan tercatat, sehingga perusahaan bisa melakukan penelurusan asal data. Karenanya, traceability audit internal dan eksternal pun bisa tercapai.
Selanjutnya, dengan fitur pelaporan otomatis, perusahaan membuat laporan emisi tanpa harus menggunakan cara manual. Hal ini mampu meminimalisir waktu kerja hingga puluhan jam per periode. Tak hanya itu, pelaporan otomatis juga bisa meningkatkan fokus staf dalam analisis pengurangan karbon.
Ketiga, akuntansi karbon berbasis perangkat lunak juga biasanya sudah sejalan dengan kepatuhan regulasi dengan penyediaan format pelaporan sesuai standar internasional. Misalnya, GHG Protocol dan ISO 14064. Oleh sebab itu, perusahaan dapat melakukan pemenuhan syarat hukum dan audit trail dengan mudah tanpa proses manual.
Keempat, manajemen operasional dapat menganalisis data dan mengambil keputusan cepat dan tepat sebab fitur software mampu menyajikan data secara real-time. Tidak hanya itu, sistem juga mampu membantu perusahaan dalam melakukan penilaian efektivitas program dekarbonisasi dan tindakan minimalisir emisi.
Terakhir, carbon accounting software berperan sebagai monitor target pengurangan emisi berkelanjutan. Selanjutnya, progres yang ada akan memudahkan evaluasi performa, penyesuaian strategi, dan memastikan target dekarbonisasi perusahaan tercapai.
Pasar digitalisasi yang memberi banyak pilihan sistem perhitungan karbon dapat membingungkan. Oleh sebab itu, perusahaan harus fokus pada beberapa kriteria. Misalnya, mempertimbangkan kapabilitas teknis, kesesuaian dengan bisnis, dan potensi kerja sama jangka panjang.
Di bawah ini adalah tips memilih carbon accounting software yang tepat:
Pertama, kemampuan integrasi data dari berbagai sumber harus perusahaan pastikan. Misalnya, sumber data energi, transportasi, produksi, dan limbah. Karenanya, kemudahan konsolidasi data otomatis akan tercipta. Tidak hanya itu, hal ini juga bisa mengurangi kesalahan manual dan mendukung analisis jejak karbon komprehensif.
Berikutnya, keandalan otomatisasi perhitungan emisi sistem adalah hal yang penting. Dengan otomatisasi, perusahaan bisa memastikan perhitungan yang konsisten, mengurangi human-error, dan membuat tim internal lebih fokus akan analisis hasil.
Tidak hanya itu, tool juga harus sesuai dengan kepatuhan terhadap regulasi lokal, termasuk standar pemerintah dan peraturan lingkungan nasional. Kepatuhan ini penting bagi perusahaan. Tujuannya adalah supaya laporan emisi dapat pihak regulator terima sehingga perusahaan bisa menghindari risiko hukum.
Keempat, sistem sebaiknya mempunyai kemampuan interface intuitif dan mudah bagi user menggunakannya. Dampak baiknya, tim internal bisa lebih cepat memahami sistem, meminimalisir kebutuhan pelatihan intensif yang menguras waktu, dan mempercepat pemerataan penerapan dan adopsi seluruh departemen.
Terakhir, perusahaan harus memastikan carbon accounting software menyediakan dukungan responsif akan teknis dan mudah diskalakan. Kemudian, skalabilitas tersebut bersifat krusial sebab tool bisa berkembang seiring pertumbuhan bisnis. Selain itu, penanganan volume data tidak perlu lagi mengorbankan performa.
Neraca pembayaran berfungsi menunjukkan arus ekonomi suatu negara dan dampak kegiatan bisnis terhadap lingkungan. Carbon accounting software adalah perangkat lunak yang mampu mengotomatiskan perhitungan, pelaporan, dan pengelolaan emisi GRK di Cakupan 1, 2, dan 3. Selain itu, sistem ini juga bisa menghubungkan aktivitas, konsumsi, dan faktor emisi berdasarkan standar internasional.
Dari berbagai pilihan yang tersedia, Carbon Accounting Software ScaleOcean adalah solusi ERP terbaik karena sistemnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, baik perusahaan tunggal maupun multi-cabang. ScaleOcean juga memberi penawaran demo gratis untuk mencoba sistem sebelum membuat keputusan. Hubungi tim kami untuk info lebih lanjut.
Carbon accounting software adalah platform digital yang manfaat penggunaannya adalah untuk menghitung, mengelola, dan membuat laporan emisi gas rumah kaca (GKR) suatu perusahaan. Cakupannya terdiri dari scope 1 (emisi langsung dari sumber milik perusahaan), scope 2 (emisi tidak langsung dari energi yang perusahaan beli), maupun scope 3 (emisi dari rantai pasok dan aktivitas pihak ketiga).
3 software akuntansi karbon terbaik yang bisa disesuaikan dengan bisnis perusahaan enterprise, di antaranya: Carbon accounting software ScaleOcean, Persefoni, dan Greenly.
Cara kerja carbon accounting software adalah menganalisis berbagai aktivitas operasional perusahaan. Misalnya, penggunaan energi atau transportasi. Data tersebut kemudian dikonversi secara otomatis menjadi estimasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK), yang diklasifikasikan dalam Scope 1, 2, dan 3, sehingga perusahaan memperoleh gambaran menyeluruh tentang jejak karbonnya