Kapal Tongkang: Pengertian, Jenis, beserta Fungsinya

Posted on
Share artikel ini

Biaya pengangkutan bahan material berat via jalur darat kerap membesar karena kondisi jalan yang rusak serta konsumsi bahan bakar yang tinggi. Bila Anda sebagai seorang pengusaha tidak segera beralih menggunakan armada seperti kapal tongkang, maka dapat dipastikan keuntungan perusahaan akan terus menurun.

Angkutan air ini dibuat secara khusus dengan ukuran yang besar untuk mengangkut komoditi tambang dengan efektif. Keandalannya yang dapat melewati air sungai yang dangkal menjadikannya sangat efektif untuk mengambil barang dari daerah terpencil.

Pastinya penggunaan jalur perairan ini akan menjadi sebuah strategi yang sangat tepat untuk menghemat biaya logistik Anda. Artikel ini akan mengupas tuntas rahasia efisiensi biaya serta keunggulan kapal tongkang ini dalam menembus keterbatasan rute.

starsKey Takeaways
  • Kapal tongkang merupakan sebuah kapal berlambung datar tanpa mesin, yang bergerak dengan cara di tarik oleh tugboat dan digunakan untuk membawa bahan-bahan berat.
  • Karakteristik dari kapal tongkang adalah seperti desainnya yang datar, daya tampung tinggi, dan kapabilitas untuk bekerja di air dangkal..
  • Fungsi dari tongkang ini sangatlah penting untuk mengangkut komoditas curah seperti batu bara, minyak, maupun material bangunan.
  • Software logistik dari ScaleOcean menjadi solusi ERP pilihan yang mengoptimalkan operasional logistik curah bisnis Anda.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Kapal Tongkang?

Kapal tongkang adalah kapal datar tanpa mesin penggerak yang digunakan untuk mengangkut muatan berat seperti batu bara, pasir, atau minyak. Karena tidak memiliki mesin sendiri, tongkang bergantung pada kapal tunda (tugboat) untuk bergerak, yang menarik atau mendorongnya di perairan.

Desain tongkang yang lebar dan datar memungkinkan kapal ini mengangkut barang dalam jumlah besar, terutama di perairan dangkal seperti sungai dan pelabuhan. Dengan bantuan kapal tunda, satu tugboat dapat mengelola beberapa tongkang sekaligus, menciptakan efisiensi dalam pengangkutan kargo.

Harga kapal tongkang sendiri bisa berbeda cukup jauh, tergantung ukuran, usia kapal, kondisi teknis, dan skema penggunaannya. Untuk sewa, tarif bulanan umumnya berada di kisaran Rp230 juta hingga Rp900 juta. Sementara itu, harga beli satu set kapal tongkang dan tugboat baru ukuran 300 feet bisa mencapai sekitar Rp56 miliar, sedangkan unit bekas biasanya mulai dari belasan miliar.

Para pengusaha tambang batu bara di Indonesia seringkali memilih untuk membeli kapal tongkang mereka sendiri karena transportasinya dapat dijadwalkan dan volume tiap pengiriman yang dibutuhkan sangatlah besar. Setelah memiliki kapal sendiri, maka mereka akan terhindar dari biaya sewa kapal, serta kontrol distribusi jadi jauh lebih mudah yang membuat ROI dengan mudah tercapai.

2. Ciri-ciri Utama Kapal Tongkang

Ciri-ciri Utama Kapal Tongkang

Memahami karakteristik kapal tongkang merupakan kunci penting untuk mengoptimalkan penggunaannya dalam rantai pasok. Selain itu, ciri-ciri ini membedakannya dari jenis kapal lain dan menjadikannya solusi unik untuk menghadapi berbagai tantangan logistik. Berikut adalah beberapa ciri utama yang mendefinisikan kapal tongkang:

a. Tanpa Mesin Penggerak

Pertama, salah satu karakteristik paling mendasar dari kapal tongkang adalah ketiadaan mesin penggerak internal. Tongkang sepenuhnya bergantung pada kapal lain, yaitu kapal tunda (tugboat), untuk ditarik atau didorong dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Desain ini, pada gilirannya, secara signifikan mengurangi kompleksitas teknis serta biaya pembuatan dan perawatan kapal.

Selain itu, ketergantungan pada kapal tunda membuat operasionalnya menjadi unik. Oleh sebab itu, diperlukan koordinasi yang presisi antara tongkang dan kapal tunda untuk memastikan navigasi tetap aman dan efisien. Hal ini menjadi sangat krusial terutama saat melintasi perairan sempit atau pelabuhan yang ramai, di mana manuver yang cermat sangat dibutuhkan.

b. Desain Berbadan Lebar dan Datar

Selanjutnya, tongkang dirancang dengan bentuk dasar kotak atau persegi panjang dengan bagian bawah yang datar (flat-bottomed). Desain tersebut mampu memaksimalkan ruang kargo sekaligus memberikan stabilitas luar biasa saat mengangkut muatan berat. Lebih lanjut, struktur badan yang kokoh memungkinkannya menahan beban ribuan ton tanpa mengalami kerusakan struktural.

Desain ini membuat tongkang memiliki sarat air rendah sehingga dapat mengapung lebih tinggi di permukaan air. Karakteristik ini berbeda dengan definisi dan fungsi kapal kontainer yang memiliki lambung lebih dalam untuk menjaga stabilitas saat mengangkut ribuan peti kemas di perairan laut lepas yang dalam.

c. Kapasitas Muat Sangat Besar

Kapal ini memiliki kapasitas penumpukan yang besar karena memiliki desain kapal yang lebar dan stabil serta ideal bagi kargo yang berat. Setiap kapal memiliki kapasitas yang berbeda-beda tergantung pada ukuran kapalnya. Kapal tongkang kecil dapat memuat antara 1.800 hingga 2.000 ton, sementara yang ukurannya besar dapat memuat antara 10.000 hingga 12.000 ton dalam satu kali perjalanan.

Berikut adalah kapasitas muatan dari kapal tongkang berdasarkan ukurannya:

  • Kapal tongkang dengan ukuran 180 feet mampu membawa sekitar 1.800 hingga berat 2.000 ton muatan.
  • Kapal tongkang dengan ukuran 230 feet mampu membawa sekitar 4.000 sampai 4.500 ton muatan.
  • Kapal tongkang dengan ukuran 270 feet mampu membawa sekitar 6.000 hingga 7.000 ton muatan.
  • Kapal tongkang dengan ukuran 300 feet mampu membawa sekitar 8.000 sampai dengan 9.000 ton muatan.
  • Kapal tongkang dengan ukuran 330 feet mampu membawa sekitar 10.000 hingga 12.000 ton muatan.

Kami menemukan dari The Maritime Executive, dalam sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa satu rangkaian penarik (tow) yang terdiri dari 15 kapal tongkang setara dengan 1.050 truk atau 216 gerbong kereta api. Selain itu, tongkang unggul dalam efisiensi energi satu galon bahan bakar dapat memindahkan satu ton kargo sejauh 647 mil, jauh lebih jauh dibandingkan kereta api (477 mil) dan truk (145 mil).

d. Dapat Beroperasi di Perairan Dangkal

Terakhir, desain lambung datar pada tongkang memberikan keunggulan operasional yang penting, yaitu kemampuannya berlayar di perairan dangkal. Karena memiliki sarat air yang lebih rendah dibandingkan kapal laut dalam berkapasitas serupa, tongkang dapat dengan mudah mengakses pelabuhan sungai atau area pesisir yang sulit dijangkau oleh kapal besar.

Fleksibilitas ini tentu sangat berharga di Indonesia yang memiliki banyak sungai besar dan pelabuhan kecil di daerah terpencil. Lebih dari itu, tongkang memungkinkan pengangkutan komoditas langsung dari lokasi tambang atau perkebunan menuju pelabuhan utama, sehingga memperluas jangkauan logistik sekaligus mendukung pemerataan ekonomi nasional.

3. Fungsi Utama Kapal Tongkang dalam Industri Logistik Indonesia

Kapal tongkang memainkan peran yang tak tergantikan dalam mendukung roda perekonomian Indonesia. Fleksibilitas dan efisiensinya menjadikannya andalan untuk berbagai sektor industri vital. Berikut adalah beberapa fungsi utama kapal tongkang dalam lanskap logistik nasional:

a. Mengangkut Batu Bara

Diperlukan kapal tongkang batubara agar jalur distribusi dari area tambang ke pelabuhan tetap berfungsi. Umumnya, tongkang akan mengekspor batubara melalui sungai dari area tambang yang berada di dalam negeri dan kemudian memindahkannya ke kapal besar dengan cara transshipment.

Mengingat kapasitas tongkang yang cukup besar, bulk cargo seperti batubara akan mudah ditransportasikan baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor. Armada ini memiliki kemampuan untuk membawa muatan dengan jumlah yang banyak hanya dalam satu kali perjalanan, sehingga distribusi batubara tidak terlalu bergantung pada transportasi darat.

b. Mengangkut Minyak dan Kargo Cair

Selain komoditas padat, tongkang juga didesain khusus untuk mengangkut kargo cair. Kapal tongkang minyak (oil barge) dilengkapi dengan tangki-tangki khusus untuk membawa produk minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), minyak kelapa sawit (CPO), dan bahan kimia cair lainnya. Tongkang jenis ini menjadi solusi vital untuk distribusi energi antarpulau.

Penggunaan tongkang untuk kargo cair memberikan fleksibilitas tinggi, terutama untuk melayani depo-depo atau industri di lokasi yang tidak memiliki dermaga untuk kapal tanker besar. Tongkang dapat dengan mudah mentransfer muatannya ke fasilitas penyimpanan darat atau bahkan ke kapal lain di tengah laut. Hal ini menjamin ketersediaan pasokan energi dan bahan baku di seluruh penjuru negeri.

c. Mengangkut Pasir, Kayu, dan Material Konstruksi

Sektor konstruksi serta transportasi material biasanya memerlukan armada yang dapat menaruh beban material berat mulai dari pasir, kerikil, batu pecah, semen, sampai kayu. Tongkang adalah salah satu solusi yang umum dipakai mengingat kapal jenis ini mempunyai dek yang terbuka dan ukuran yang besar sehingga proses pengisian dan pengosongan material dapat dilakukan memakai crane dan ekskavator.

Dalam kasus pengiriman kayu, kapal tongkang kayu berfungsi sebagai alat yang membantu dalam pengiriman material secara besar-besaran melalui perjalanan via sungai, pantai, atau pun antar pulau. Armada ini memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk memindahkan material berat, terutama di rute yang dekat dengan akses perairan.

4. Kelebihan Kapal Tongkang Dibanding Lainnya

Kelebihan Kapal Tongkang Dibanding Lainnya

Kapal tongkang menjadi pilihan unggul karena menghasilkan pengeluaran operasional yang lebih rendah, dapat meraih alur sungai, laut dangkal, atau pelabuhan kecil yang tak dapat dijangkau oleh kapal besar lainnya, serta ramah lingkungan karena keterefektifannya mengangkut beban berat dengan pengemisi gas yang lebih rendah per tonnya. Perhatikan kelebihan-kelebihan dari kapal tongkang berikut ini:

a. Biaya Operasional yang Terjangkau

Salah satu keunggulan terbesar dari penggunaan tongkang adalah biaya operasional yang relatif rendah. Karena tidak memiliki mesin, tongkang tidak memerlukan bahan bakar, kru mesin, atau perawatan teknis yang rumit seperti kapal kargo pada umumnya. Hal ini secara drastis menekan biaya tetap (fixed cost) yang harus ditanggung oleh pemilik atau penyewa.

Selain itu, efisiensi bahan bakar dari kapal tunda yang menarik beberapa tongkang sekaligus jauh lebih tinggi dibandingkan jika setiap unit muatan diangkut dengan kapal bermesin sendiri. Efisiensi skala ini menghasilkan biaya per ton-mil yang sangat kompetitif. Penghematan ini pada akhirnya dapat meningkatkan margin keuntungan bagi perusahaan.

b. Jangkauan yang Fleksibel

Berdasarkan bentuknya, kapal tongkang memiliki efisiensi tinggi ketika menjelajahi area laut dangkal dan sungai serta pelabuhan kecil yang biasanya tak dapat dilalui oleh kapal besar. Hal ini berbeda dengan mother vessel yang selalu beroperasi pada rute yang normal dan membutuhkan pelabuhan yang dalam, tongkang sangat cocok untuk mendistribusikan kargo curah ke pelabuhan hub.

Kapal tongkang juga berbeda dengan kapal roro, kapal RoRo lebih cocok bagi pengangkutan kendaraan ataupun kargo beroda sebab proses muatannya melibatkan penjemputan melalui ramp. Sedangkan tongkang biasa digunakan untuk transportasi bahan berat atau curah dalam jumlah besar.

c. Dianggap Cukup Ramah Lingkungan

Dari perspektif lingkungan, transportasi menggunakan tongkang lebih ramah lingkungan dibandingkan transportasi darat untuk volume kargo yang sama. Satu kapal tunda yang menarik beberapa tongkang dapat menggantikan ratusan perjalanan truk, sehingga emisi karbon per ton kargo yang diangkut jauh lebih rendah.

Pengurangan jejak karbon ini menjadi pertimbangan penting bagi bisnis berkelanjutan. Melalui fleet management software scaleocean, perusahaan dapat lebih mudah memantau konsumsi bahan bakar dan emisi, sehingga operasional tongkang tidak hanya ekonomis tetapi juga berkontribusi pada tuntutan global akan logistik hijau.

Logistik

5. Jenis-jenis Kapal Tongkang yang Umum Digunakan

Tidak semua kapal tongkang diciptakan sama mereka dirancang dan dibangun untuk tujuan spesifik sesuai dengan jenis muatan yang akan diangkut. Memahami perbedaan ini penting bagi para profesional logistik untuk memilih aset yang tepat untuk kebutuhan mereka. Inilah empat jenis kapal tongkang yang paling umum digunakan:

a. Tongkang Kargo Umum (General Cargo Barge)

Jenis tongkang yang paling umum dan versatile adalah deck barge yang banyak dipakai untuk pengangkutan berbagai jenis muatan kapal tanpa perlu penanganan khusus, misalnya material pembangunan, mesin-mesin, alat berat, dan kontainer. Karena desainnya yang datar dan terbuka maka membuat proses unloading- loading akan menjadi lebih fleksibel.

Ada beberapa tongkang cargo yang fleksibel seperti hopper barge, dimana dinding samping mereka di gunakan untuk mengangkut material dalam bentuk butiran, seperti pasir, batubara, atau biji-bijian. Fleksibilitas ini telah menjadikan deck barge sebagai pekerja keras di dunia perairan.

b. Tongkang Minyak (Oil Barge)

Tongkang minyak dirancang khusus untuk mengangkut kargo cair seperti produk minyak bumi dan bahan kimia. Serupa dengan kapal LNG yang moda pengangkut gas alam cair, tongkang ini memiliki kompartemen tangki terpisah untuk menjaga keamanan dan efisiensi dalam pengiriman kargo cair lintas pulau secara bersamaan tanpa tercampur.

Untuk menjaga keamanan, tongkang minyak modern biasanya dibangun dengan lambung ganda (double hull). Lapisan ganda ini memberikan proteksi ekstra untuk mencegah kebocoran jika terjadi benturan. Regulasi yang ketat memastikan bahwa transportasi kargo cair berbahaya dilakukan dengan aman dan meminimalkan risiko pencemaran lingkungan.

c. Tongkang Laut (Ocean-Going Barge)

Tongkang laut dibuat untuk bertahan melawan kondisi perairan samudra yang lebih berbahaya. Mengingat mereka terus terpapar air laut dengan jumlah garam yang tinggi, pengecekan korosi dan penyetelan sistem pengikatan kargo menjadi rutinitas yang wajib bagi kapal tongkang laut.

Tongkang laut biasanya digunakan untuk pengiriman antara pulau-pulau atau bahkan antar negara. Mereka mampu mengangkut modul-modul besar untuk industri minyak dan gas lepas pantai atau komponen untuk pembangunan infrastruktur. Kemampuan mereka dalam menangani ombak yang besar membuatnya pilihan andal bagi logistik laut.

d. Tongkang Derek (Crane Barge)

Tongkang derek merupakan platform terapung yang memiliki satu atau lebih derek (crane) dengan daya angkat besar. Peran utamanya bukan mengangkut barang dari satu lokasi ke lokasi lain, melainkan sebagai pekerjaan lapangan yang dapat beroperasi di atas air. Crane barge ini punya peranan penting dalam proyek konstruksi maritim.

Tongkang derek digunakan dalam konstruksi jembatan, pelabuhan, anjungan lepas pantai, serta pengecoran pipa bawah laut. Selain itu, tongkang derek juga sering digunakan dalam proses penyelamatan (salvage) kapal yang tenggelam. Ketahanan dan daya angkatnya yang besar menjadikannya aset berharga dalam pengelolaan logistik laut dunia.

6. Kesimpulan

Kapal tongkang atau barge adalah kapal datar yang tidak memiliki mesin pendorong, lalu bagaimana mereka bergerak? Kapal ini bergerak dengan bantuan kapal lain yaitu tugboat. Kapal ini dipakai untuk mengangkut batu bara, minyak, pasir, kayu, dan juga material konstruksi.

Di dalam dunia logistik Indonesia, kapal tersebut digunakan dalam proses distribusi kargo curah ke sungai, kecil atau pelabuhan, dan wilayah perairan dangkal. Dengan kapasitas yang cukup besar perusahaan bisa mendapatkan harga transportasi yang murah, tidak bergantung pada truk, dan juga bisa mengakses jalur air dangkal yang sulit dilalui oleh kapal besar.

Agar bisa mengendalikan penggunaan armada tongkang, perusahaan Anda bisa menggunakan software fleet management dari ScaleOcean. Sistem ini membantu memantau rute, konsumsi bahan bakar, jadwal kapal, dan kinerja armada secara terpusat, serta dapat dicoba terlebih dahulu melalui tawaran uji coba gratis.

FAQ:

1. Kapal tongkang itu kapal apa?

Kapal tongkang atau ponton adalah sebuah kapal dengan lambung berbentuk datar, yang digunakan untuk mengangkut barang muatan bervolume besar. Karena kapal ini tidak memiliki motor penggeraknya sendiri, jadi mereka memerlukan penarikan atau dorongan dari kapal tunda agar dapat bergerak.

2. Berapa harga 1 kapal tongkang?

Harga dari sebuah kapal tongkang bisa berbeda-beda, tergantung ukurannya, baru atau bekas, dan apakah dijual bersamaan dengan tugboat. Paket tongkang dan tugboat di Indonesia biasanya harganya berkisar antara Rp30 miliar hingga 60 miliar, sementara kapal tongkangnya saja sebesar Rp3 miliar sampai 30 miliar.

3. 1 tongkang muat berapa?

Kapal tongkang memiliki daya angkut muatan sesuai dengan ukuran lambung dan tujuannya. Misalnya, tongkang dengan ukuran 180 feet biasanya memiliki muatan antara 1.800 hingga 2.000 ton, sedangkan ukuran 330 feet dapat menampung sekitar 10.000 sampai dengan 12.000 ton

4. Kenapa kapal tongkang harus ditarik?

Tongkang harus ditarik sebab tidak memiliki mesin, bilge, dan propeller sendiri. Kapal ini dirancang agar terfokus pada kemampuan mengangkut beban yang sangat berat, sehingga pergerakan dan manuvernya bergantung pada kapal tunda.

Lara Zafira Rifta
Lara Zafira Rifta
Lara adalah penulis konten dengan 1 tahun pengalaman dalam membuat artikel SEO seputar bisnis, akuntansi, dan operasional. Ia terbiasa menulis konten yang jelas, informatif, dan sesuai kebutuhan brand.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap