Simak Cara Menghitung Material Bangunan Proyek & Contohnya!

Posted on
Share artikel ini

Pernahkah anda mengalami kasus pembengkakan biaya proyek atau penundaan jadwal pekerjaan karena miskalkulasi mengenai jumlah material yang akan digunakan? Kalkulasi manual yang tidak tepat dapat menyebabkan hal tersebut, sampai-sampai kualitas struktur bangunan bisa berkurang.

Dalam situasi tersebut, kita bisa melihat bahwa pentingnya memahami bagaimana menghitung material bangunan dengan tepat menjadi hal yang harus dilakukan agar biaya proyek tetap terkontrol. Melalui rumus Excel yang sistematis, perusahaan konstruksi dapat menyusun RAB secara realistis.

Bisnis Anda mungkin menghabiskan banyak energi hanya untuk mengatasi kekurangan bahan di tengah jalan alih-alih memastikan proyek selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik yang memuaskan klien. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai cara menghitung serta contohnya.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Mengapa Penting Menghitung Material Bangunan?

Perhitungan material bangunan membantu proyek menentukan jumlah bahan secara akurat dan mengendalikan anggaran. Tim proyek dapat menghitung kebutuhan dengan mengalikan volume pekerjaan dan koefisien material atau membagi luas area dengan daya cakup material per unit.

Selanjutnya, tambahkan cadangan sekitar 5–10% untuk mengantisipasi kerusakan, pemotongan, atau kekurangan selama pengerjaan. Pastikan juga setiap satuan telah dikonversi dengan tepat, misalnya dari kilogram ke meter kubik, agar hasil perhitungan tidak keliru.

2. Cara Menghitung Material Bangunan

Proses menghitung material bangunan menjadi langkah penting dalam perencanaan proyek konstruksi untuk memastikan ketersediaan bahan yang diperlukan dan menghindari pemborosan. Berikut adalah langkah-langkah dasar dalam menghitung material bangunan:

a. Menentukan Kebutuhan Proyek

Analisis ini harus dibuat untuk mendapatkan spektrum teknik dan kuantitas material. Dari informasi awal ini nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam rencana anggaran biaya, dimana nantinya perencanaan skala dari pekerjaan ini sudah diiringi dengan alokasi dana yang cukup untuk menutupi semua keperluan operasional proyek tersebut.

Ketika dilihat secara umum, hal ini merupakan bagian penting dari pekerjaan seorangquantity surveyor. Quantity Surveyor adalah orang yang mempunyai keahlian dalam melakukan mengukur, menghitung, dan mengelola biaya konstruksi.

b. Membuat Daftar Material

Berikutnya adalah daftar material yang dibutuhkan dalam proses penyelesaian proyek dari material dasar seperti semen, pasir, batu bata hingga material lainnya. Konsep green building pada daftar material tersebut memastikan bahwa material yang dipergunakan memenuhi standar keberlanjutan serta efisiensi sumber daya.

c. Menghitung Volume Material

Perhitungan volume dihitung berdasarkan gambar desain dan spesifikasi teknis. Perhitungan volume tersebut akan menjadi landasan utama dalam pembuatan bill of quantity sehingga setiap item kerja memiliki unit dan quantity yang tentunya bisa mempermudah estimasi biaya dengan lebih akurat.

d. Menghitung Kebutuhan Material Total

Proses ini menjumlahkan kebutuhan material dari setiap bagian proyek. Akurasinya bergantung pada perhitungan KDB, KLB, dan KDH karena rasio luas lantai serta tutupan lahan memengaruhi jumlah bahan yang diperlukan.

Total material dapat dihitung dengan rumus KMB = VP × KMS. KMB berarti kebutuhan material bangunan, VP adalah volume proyek, sedangkan KMS menunjukkan kebutuhan material per unit volume.

KMB = VP X KMS

e. Memperhitungkan Harga Material

Proses tersebut meliputi riset harga bahan material di pasar beserta pencarian tawaran dari berbagai supplier. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah biaya lain seperti ongkos kirim dan pajak seperti yang tertera dalam Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 2022.

Setelah mendapatkan informasi tentang harga tersebut, biaya total material bisa dihitung dengan cara mengalikan jumlah material yang diperlukan dengan harga satuan. Penilaian harga material akan sangat membantu untuk menyusun budget proyek yang masuk akal dan menjadikan perhitungan biaya konstruksi bisa tertutup oleh budget yang disiapkan.

f. Menyusun Laporan Kebutuhan Material

Sebagai tahap akhir, perusahaan menyusun laporan kebutuhan material yang memuat jenis, jumlah, spesifikasi, harga, dan alokasi biaya. Laporan ini menjadi acuan proyek sekaligus membantu menjaga transparansi anggaran dan efisiensi penggunaan bahan.

3. Contoh Cara Menghitung Material Bangunan

Kontraktor dapat menggunakan tabel perhitungan material bangunan untuk mencatat volume pekerjaan, koefisien material, dan total kebutuhan bahan. Perhitungannya menggunakan rumus KMB = VP × KMS.

Contohnya, tembok berukuran panjang 50 meter, tinggi 2,5 meter, dan tebal 0,3 meter memiliki volume 37,5 m³. Jika setiap meter kubik membutuhkan 400 batu bata, total kebutuhannya mencapai 15.000 buah.

Komponen Perhitungan Nilai
Panjang tembok 50 meter
Tinggi tembok 2,5 meter
Tebal tembok 0,3 meter
Volume pekerjaan 37,5 m³
Koefisien batu bata 400 buah/m³
Total kebutuhan batu bata 15.000 buah

KMB = 37,5 x 400 buah = 15.000 buah

Kontraktor dapat menerapkan cara serupa untuk menghitung semen, pasir, dan material lainnya. Agar prosesnya lebih terkontrol, software konstruksi ScaleOcean mengintegrasikan estimasi material, anggaran, pembelian, dan progres proyek dalam satu sistem.

Penerapannya dapat mendukung peningkatan operasional sekitar 25–75%, termasuk mengurangi pemborosan material, meningkatkan akurasi biaya, dan memperkuat pelacakan stok. Perusahaan dapat mencoba demo gratis untuk menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan proyek.

4. Kesimpulan 

Perhitungan material yang akurat membantu tim proyek mengendalikan anggaran serta mengurangi risiko kekurangan dan pemborosan bahan. Tim dapat menghitung kebutuhan berdasarkan volume pekerjaan, koefisien material, dan cadangan 5–10%.

Selanjutnya, software konstruksi ScaleOcean mengintegrasikan estimasi, pembelian, stok, dan progres proyek dalam satu sistem. Solusi ini berpotensi meningkatkan operasional sekitar 25–75%, dan perusahaan dapat mencoba demo gratis untuk menilai kesesuaiannya.

FAQ:

1. Bagaimana cara menghitung kebutuhan semen dan pasir untuk memasang bata?

Kalikan luas dinding dengan koefisien material. Untuk 1 m² dinding bata merah campuran 1:4, dibutuhkan sekitar 11,5 kg semen dan 0,043 m³ pasir.

2. Berapa persen material yang perlu ditambahkan sebagai cadangan?

Tambahkan sekitar 5–10% dari kebutuhan bersih untuk mengantisipasi material pecah, rusak, terpotong, atau tercecer.

3. Bagaimana cara menghitung kebutuhan besi beton untuk tiang atau kolom?

Kalikan tinggi tiang dengan jumlah lajur besi, lalu bagi hasilnya dengan panjang satu batang besi yang umumnya mencapai 12 meter.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap