Perusahaan Konstruksi: Definisi, Karakteristik, dan Jenisnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Perusahaan konstruksi adalah lembaga bisnis yang memiliki peran penting dalam mengubah dan memperbarui rancangan bangunan-bangunan dan infrastruktur disekitar kita. Dari jalan raya hingga gedung pencakar langit, semua hal yang disebutkan adalah hasil kerja para pelaku di industri ini.

Kegiatan utama perusahaan konstruksi meliputi perencanaan, implementasi, hingga pengawasan proyek. Mereka tidak hanya membangun, tetapi juga merancang dan menciptakan ruang yang akan digunakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan kata lain, bisnis konstruksi adalah inti dari setiap pembangunan yang bertujuan untuk menciptakan nilai tambah pada suatu wilayah atau komunitas. Pada artikel ini, apa itu perusahaan konstruksi dan apa saja ciri-cirinya akan dibahas untuk menambah pemahaman lebih dalam tentang sektor penting ini.

starsKey Takeaways
  • Perusahaan konstruksi adalah badan usaha yang mengelola perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek pembangunan, mulai dari bangunan hunian hingga infrastruktur besar.
  • Ciri-ciri perusahaan konstruksi meliputi penerapan K3, pengelolaan biaya dan jadwal yang berubah, risiko dan ketidakpastian tinggi, serta pengaruh permintaan konsumen.
  • Kegiatan utama perusahaan konstruksi melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan manajemen proyek untuk mencapai hasil optimal sesuai anggaran, waktu, dan kualitas yang ditetapkan.
  • ERP Construction ScaleOcean membantu perusahaan konstruksi dalam pengelolaan proyek, sumber daya, dan anggaran.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Perusahaan Konstruksi Adalah

Perusahaan konstruksi adalah badan usaha yang berfokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan berbagai jenis bangunan dan infrastruktur, mulai dari proyek hunian dan gedung perkantoran hingga proyek-proyek besar seperti jalan tol dan pelabuhan.

Mereka bertanggung jawab untuk merancang dan membangun struktur yang memenuhi standar teknis dan keselamatan yang berlaku. Dalam operasionalnya, perusahaan konstruksi melibatkan berbagai tenaga profesional, seperti arsitek, insinyur, manajer proyek, dan tenaga kerja terampil lainnya.

Perusahaan konstruksi dapat beroperasi dalam skala besar maupun kecil, melayani proyek-proyek lokal hingga nasional. Kegiatan mereka mencakup pengelolaan proyek, pengadaan bahan dan peralatan, serta koordinasi dengan klien dan pihak terkait untuk memastikan penyelesaian proyek sesuai dengan kontrak, anggaran, waktu, dan standar kualitas.

2. Peran Penting Perusahaan Konstruksi

Perusahaan konstruksi memainkan peran penting dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur yang menjadi tulang punggung perekonomian dan kehidupan masyarakat. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa fungsi utama perusahaan konstruksi:

a. Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur

Fungsi utama perusahaan konstruksi yaitu membangun dan memperbaiki infrastruktur melalui berbagai proyek. Selain itu, perusahaan konstruksi merencanakan proyek infrastruktur mulai dari tahap awal, termasuk analisis lokasi, studi kelayakan, perizinan, dan perencanaan teknis.

Perusahaan konstruksi bertanggung jawab untuk melaksanakan pembangunan fisik infrastruktur sesuai dengan rencana dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Mereka mengkoordinasikan tenaga kerja, peralatan, dan bahan material untuk memastikan proyek berjalan lancar dan tepat waktu.

Perusahaan konstruksi juga mengelola sumber daya manusia, peralatan, dan material secara efisien dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Hal ini meliputi manajemen konstruksi, pengadaan material, dan pengawasan terhadap kualitas dan keamanan konstruksi.

b. Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

Perusahaan konstruksi memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Beberapa cara perusahaan konstruksi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi adalah meningkatkan nilai properti. Pembangunan properti komersial dan perumahan dapat meningkatkan nilai properti di sekitarnya.

Hal ini memberikan dorongan ekonomi bagi pemilik properti serta terjadinya aktivitas ekonomi lokal seperti perdagangan dan jasa. Perusahaan konstruksi menjadi pembeli utama bahan bangunan seperti semen, baja, kayu, dan lain-lain. Dengan meningkatnya aktivitas konstruksi, permintaan akan bahan bangunan juga meningkat, mendorong pertumbuhan sektor industri terkait.

Perusahaan konstruksi juga dapat berperan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui penggunaan teknologi dan metode konstruksi yang canggih. Hal ini dapat mengurangi biaya produksi dan waktu pengerjaan, sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

c. Penciptaan Lapangan Kerja

Salah satu fungsi konstruksi adalah penciptaan lapangan kerja. Setiap proyek konstruksi membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan tidak terampil, seperti tukang, pekerja konstruksi, insinyur, arsitek, dan manajer proyek.

Selain adanya proyek konstruksi, banyak perusahaan konstruksi menyediakan program pelatihan dan pengembangan untuk karyawan mereka, baik untuk meningkatkan keterampilan teknis maupun manajerial. Ini membantu menciptakan peluang karier bagi individu yang tertarik untuk bekerja dalam industri konstruksi.

d. Kontribusi terhadap Pembangunan Berkelanjutan

Perusahaan konstruksi di Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Mereka bisa memilih bahan bangunan yang ramah lingkungan, seperti bahan daur ulang atau yang memiliki jejak karbon rendah, untuk mengurangi dampak negatif terhadap alam.

Selain itu, penggunaan teknologi konstruksi hijau juga menjadi cara efektif untuk membuat proyek-proyek lebih ramah lingkungan. Tidak hanya itu, perusahaan juga dapat menerapkan praktik-praktik berkelanjutan lainnya, seperti memakai energi terbarukan, mengelola limbah dengan baik, dan merancang bangunan yang hemat sumber daya alam.

Selain fokus pada inovasi dan efisiensi, perusahaan konstruksi wajib mematuhi aturan lingkungan yang berlaku agar proyek yang dijalankan tidak merusak lingkungan sekitar, sehingga pembangunan tetap berjalan seimbang antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.

e. Mitigasi Bencana

Perusahaan konstruksi harus melakukan evaluasi risiko secara menyeluruh terhadap proyek-proyek konstruksi yang mereka kerjakan. Ini mencakup identifikasi potensi bencana seperti gempa bumi, banjir, longsor, dan lainnya pada lokasi infrastruktur tersebut dibangun.

Desain struktural dan arsitektur bangunan dan infrastruktur harus memperhatikan material yang akan digunakan serta jalur evakuasi dalam rancangan bangunan yang mudah dijangkau. Hal terebut termasuk penggunaan material yang tahan gempa, pemetaan jalur evakuasi, dan sistem drainase yang baik untuk mengurangi risiko banjir.

Perusahaan harus berhati-hati dalam pemilihan lokasi proyek konstruksi. Contohnya, menghindari daerah rawan bencana atau melakukan penyesuaian khusus jika lokasi yang diinginkan berada di daerah berpotensi bencana. Selain itu, perusahaan harus melakukan perawatan dan pemeliharaan secara berkala terhadap bangunan dan infrastruktur yang telah mereka bangun.

f. Pengembangan Perumahan dan Fasilitas Komersial

Perumahan dan fasilitas komersial adalah dua area utama di mana perusahaan konstruksi berperan aktif. Dalam pengembangan perumahan, perusahaan konstruksi terlibat dari tahap perencanaan hingga pembangunan dan penyelesaian proyek. Fokus utamanya adalah memastikan rumah yang dibangun aman, nyaman, serta ramah lingkungan agar dapat memenuhi kebutuhan penghuninya dengan baik.

Selain itu, perusahaan konstruksi juga bertanggung jawab dalam membangun dan merawat fasilitas komersial seperti pusat perbelanjaan, kantor, hotel, dan restoran. Mereka bekerja sama dengan pengembang properti dan investor untuk menciptakan bangunan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan standar yang berlaku.

Untuk tetap kompetitif, perusahaan konstruksi perlu mengikuti perkembangan teknologi terbaru dalam bidang konstruksi guna meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil kerja. Dengan terus berkembang dan menyesuaikan diri, perusahaan konstruksi berkontribusi besar dalam kemajuan sektor properti dan ekonomi di Indonesia.

3. Ciri-Ciri dan Karakteristik Perusahaan Konstruksi

Ciri-Ciri dan Karakteristik Perusahaan Konstruksi

Perusahaan konstruksi memegang peranan penting dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan suatu wilayah atau negara. Berikut adalah ciri-ciri utama yang biasanya dimiliki oleh jenis perusahaan ini:

a. Harus Menerapkan K3

K3 bertujuan untuk melindungi keselamatan pekerja di tempat konstruksi. Konstruksi adalah industri yang memiliki risiko tinggi terhadap cedera dan kecelakaan, karena itu sangat penting untuk memastikan bahwa pekerja terhindar dari kecelakaan kerja.

Lalu, lingkungan kerja yang aman dan sehat dapat meningkatkan produktivitas pekerja. Ketika pekerja menerapkan K3 dengan benar, mereka akan bekerja dengan lebih efektif dan fokus pada tugas mereka.

Selain itu, bisnis konstruksi wajib mematuhi peraturan ini untuk menghindari sanksi hukum, denda, atau bahkan penutupan bisnis jika mereka melanggar peraturan K3.

b. Biaya dan Jadwal yang Berubah

Perubahan biaya dan jadwal dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah cuaca. Cuaca yang buruk, seperti hujan lebat, badai, atau salju, dapat mengganggu aktivitas konstruksi terbuka dan memperlambat kemajuan proyek.

Hal ini dapat menyebabkan penundaan dalam pekerjaan konstruksi dan mengubah jadwal proyek. Bisnis konstruksi seringkali menghadapi tantangan logistik dalam memasok bahan, peralatan, dan tenaga kerja ke lokasi proyek.

Keterlambatan dalam pengiriman material atau masalah transportasi dapat menyebabkan penundaan dalam jadwal proyek. Lalu, kerusakan peralatan konstruksi juga dapat menyebabkan penundaan dalam jadwal proyek jika peralatan yang dibutuhkan tidak tersedia untuk digunakan.

c. Risiko dan Ketidakpastian yang Tinggi

Perusahaan jenis ini seringkali bergantung pada pasokan bahan dan subkontraktor yang dapat diandalkan. Keterlambatan pengiriman material atau kinerja subkontraktor yang buruk dapat mengganggu jadwal proyek dan menyebabkan overbudget.

Proyek konstruksi melibatkan banyak pihak, termasuk klien, arsitek, dan pemerintah. Koordinasi yang efektif antara semua pihak ini bisa menjadi tantangan, dan masalah komunikasi atau perbedaan pendapat bisa menyebabkan ketidakpastian dan konflik.

Selain itu, peraturan dan peraturan pemerintah dapat berubah seiring waktu, mempengaruhi cara bisnis konstruksi harus beroperasi. Perubahan ini bisa mempengaruhi biaya, jadwal, atau persyaratan teknis proyek.

d. Dipengaruhi Konsumen

Perusahaan konstruksi cukup banyak mendapat pengaruh dari permintaan pasar karena perusahaan ini beroperasi dalam lingkungan dimana permintaan layanan konstruksi berasal dari klien atau pengembang proyek. Permintaan ini dapat berubah sesuai dengan kebutuhan konsumen, tren pasar, dan kondisi ekonomi.

Contohnya, jika ada peningkatan permintaan akan rumah ramah lingkungan, perusahaan akan memberikan layanan dengan menawarkan solusi bangunan yang lebih ramah lingkungan. Permintaan pasar dapat menentukan jenis proyek yang dilakukan oleh perusahaan. dari infrastruktur publik hingga pengembangan perumahan pribadi.

4. Kegiatan Utama Perusahaan Konstruksi

Kegiatan utama perusahaan konstruksi meliputi perencanaan proyek melalui desain dan studi kelayakan, pelaksanaan pembangunan hingga pemeliharaan, pengawasan untuk menjaga mutu, biaya, dan jadwal, serta manajemen proyek guna mengoordinasikan sumber daya agar hasil optimal sesuai target. Berikut penjelasannya:

a. Perencanaan

Perencanaan melibatkan pengembangan konsep, desain, dan studi kelayakan proyek. Tim konstruksi bekerja sama untuk merancang solusi yang efisien dan sesuai dengan kebutuhan klien, serta memastikan kelayakan finansial dan teknis sebelum memulai proyek.

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan mencakup pembangunan, perbaikan, pembongkaran, dan pemeliharaan bangunan serta infrastruktur. Ini melibatkan pengoperasian berbagai proses konstruksi, dari tahap awal hingga penyelesaian akhir, serta pemeliharaan jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan proyek.

c. Pengawasan

Pengawasan bertujuan untuk memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan standar teknis, kualitas, anggaran, dan jadwal yang telah ditentukan. Tim pengawas bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang muncul selama pelaksanaan, memastikan hasil akhir memenuhi spesifikasi yang diinginkan.

d. Manajemen Proyek

Manajemen proyek mencakup pengaturan sumber daya, bahan, peralatan, dan koordinasi antara berbagai pihak terkait, termasuk klien, kontraktor, dan subkontraktor. Manajer proyek memastikan bahwa semua aspek proyek dikelola dengan baik untuk mencapai hasil yang optimal sesuai dengan waktu dan anggaran yang ditetapkan.

Dengan mengelola perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan manajemen proyek secara efektif, perusahaan konstruksi dapat memastikan keberhasilan proyek dari awal hingga akhir. Untuk mendukung kelancaran operasional, ScaleOcean Construction Software hadir sebagai solusi yang mempermudah pengelolaan proyek, sumber daya, dan anggaran.

ERP

5. Jenis-Jenis Perusahaan Konstruksi

Perusahaan konstruksi dapat dibedakan berdasarkan bidang spesialisasi atau jenis proyek yang mereka kerjakan. Setiap jenisnya memiliki keahlian dan pengetahuan khusus dalam bidangnya masing-masing. Berikut adalah beberapa macam jenis perusahaan konstruksi berdasarkan bidangnya:

a. Perusahaan Konstruksi Bangunan

Perusahaan konstruksi bangunan adalah perusahaan yang fokus pada pembangunan gedung-gedung komersial, apartemen, rumah tinggal, pusat perbelanjaan, dan bangunan lainnya. Mereka pada umumnya memiliki tim arsitek yang ahli dalam desain dan konstruksi bangunan.

Perusahaan tersebut bertugas dalam merancang struktur bangunan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan klien. Proses pembangunan tersebut empertimbangkan faktor-faktor seperti keamanan, kekuatan, dan efisiensi. Perusahaan ini juga melaksanakan pembangunan fisik berdasarkan rencana dan spesifikasi yang telah disepakati, termasuk kegiatan seperti pengerjaan struktur, instalasi utilitas, penyelesaian interior, dan finishing eksterior.

b. Perusahaan Konstruksi Infrastruktur

Perusahaan konstruksi infrastruktur bergerak dalam pembangunan infrastruktur, seperti proyek jalan raya, jembatan, terowongan, bandara, pelabuhan, dan sistem transportasi lainnya. Mereka memiliki keahlian khusus dalam manajemen proyek besar dan kompleks yang melibatkan pembangunan infrastruktur publik.

Perusahaan ini bertanggung jawab untuk merencanakan, merancang, membangun, dan memelihara infrastruktur tersebut. Mereka terlibat dalam berbagai tahapan proyek, mulai dari riset dan perencanaan awal hingga pembangunan fisik dan pemeliharaan jangka panjang. Selain itu, mereka juga dapat mengelola kegiatan logistik, pengadaan, dan manajemen proyek.

c. Perusahaan Konstruksi Sipil

Perusahaan konstruksi sipil fokus pada proyek-proyek berskala besar, seperti bendungan, saluran irigasi, proyek pemulihan air, pembangkit listrik, dan proyek-proyek utilitas lainnya. Mereka seringkali bekerja sama dengan pemerintah atau organisasi publik.

Kegiatan utamanya meliputi pengadaan bahan bangunan, manajemen proyek, pengawasan konstruksi, dan penyelesaian proyek sesuai dengan jadwal dan anggaran yang telah ditetapkan. Mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kegiatan konstruksi dilakukan sesuai dengan standar keamanan, lingkungan, dan peraturan pemerintah yang berlaku.

d. Perusahaan Konstruksi Lingkungan

Perusahaan konstruksi lingkungan fokus pada proyek-proyek yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan, seperti pengelolaan limbah, pembangunan fasilitas daur ulang, instalasi sistem pengolahan air limbah, dan proyek-proyek restorasi alam.

Tujuan dari jenis perusahaan ini adalah untuk memberikan tindakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta membantu mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem alami dan lingkungan hidup secara keseluruhan.

e. Perusahaan Konstruksi Energi

Perusahaan konstruksi energi adalah perusahaan yang fokus pada proyek-proyek yang berkaitan dengan energi, termasuk pembangunan pembangkit listrik, instalasi panel surya, pembangunan jaringan distribusi gas, dan proyek-proyek energi terbarukan lainnya.

Tujuan utamanya adalah untuk membantu membangun dan mengembangkan infrastruktur yang mendukung penggunaan energi yang efisien dan berkelanjutan. Ini termasuk penggunaan sumber daya energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan hidro, serta infrastruktur terkait energi lainnya seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga gas, nuklir, dan lainnya.

f. Kontraktor Umum

Kontraktor umum bertanggung jawab atas keseluruhan proyek konstruksi, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan. Mereka mengelola berbagai elemen dalam proyek, memastikan bahwa seluruh proses berjalan lancar, sesuai dengan anggaran dan tenggat waktu yang ditetapkan. Kontraktor umum juga memastikan bahwa seluruh aspek konstruksi memenuhi standar teknis dan keselamatan yang berlaku.

g. Kontraktor Spesialis

Kontraktor spesialis fokus pada bidang tertentu dalam dunia konstruksi, seperti konstruksi mekanikal elektrikal, beton pra-cetak, atau jasa desain interior. Keahlian mereka terletak pada salah satu aspek spesifik dalam proyek, dan mereka bekerja bersama kontraktor umum untuk memastikan bahwa pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus dapat dilaksanakan dengan efektif dan sesuai standar.

6. Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mendirikan Perusahaan Konstruksi

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mendirikan Perusahaan Konstruksi

Dalam mendirikan perusahaan konstruksi, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar perusahaan bisa berjalan lancar dan sesuai dengan regulasi yang ada. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:

a. Kualifikasi Badan Usaha

Kualifikasi badan usaha konstruksi ditetapkan berdasarkan penilaian penjualan tahunan, kemampuan keuangan, tenaga kerja, dan peralatan konstruksi. Kualifikasi ini menentukan batas kemampuan dan segmentasi pasar perusahaan, yang terbagi menjadi usaha kecil, menengah, dan besar sesuai dengan UUJK.

b. Izin Usaha

Setiap perusahaan konstruksi wajib memiliki izin usaha yang diberikan oleh pemerintah daerah setempat. Izin usaha ini berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia dan diatur dalam Pasal 26, 28, dan 29 ayat 1 UUJK, yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan kegiatan usaha jasa konstruksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

c. Sertifikat Badan Usaha

Perusahaan konstruksi juga harus memiliki sertifikat badan usaha, yang diterbitkan melalui proses sertifikasi dan registrasi oleh kementerian. Sertifikasi ini mencakup jenis, sifat, dan klasifikasi usaha. Proses akreditasi dilakukan oleh asosiasi badan usaha yang terakreditasi sesuai dengan UUJK Pasal 30.

d. Tanda Daftar Pengalaman

Perusahaan konstruksi dengan kualifikasi menengah dan besar harus mendaftar pengalaman mereka dengan menteri terkait. Tanda daftar pengalaman ini mencakup nama paket pekerjaan, pengguna jasa, nilai pekerjaan, dan kinerja penyedia jasa. Hal ini diatur dalam Pasal 31 UUJK.

e. Jenis Usaha

Menurut Pasal 12 UUJK, ada tiga jenis usaha konstruksi yang bisa dipilih, yaitu jasa konsultasi konstruksi, pekerjaan konstruksi, dan pekerjaan konstruksi terintegrasi. Perubahan klasifikasi ini menyesuaikan perkembangan internasional dan layanan perusahaan konstruksi, yang dijelaskan dalam pasal 12 hingga 15 UUJK.

7. Kesimpulan

Perusahaan konstruksi adalah badan usaha yang bergerak di bidang perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan berbagai jenis proyek, baik itu gedung, infrastruktur, maupun fasilitas lainnya. Mereka bertanggung jawab untuk merancang, membangun, dan memastikan bahwa proyek tersebut memenuhi standar teknis dan keselamatan yang berlaku.

Selain itu, perusahaan konstruksi mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan properti, serta penggunaan teknologi yang efisien. Mereka juga berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, dengan memanfaatkan bahan ramah lingkungan dan memperhatikan aspek keselamatan serta risiko proyek.

Untuk mempermudah pengelolaan proyek dan operasional perusahaan konstruksi, ScaleOcean Construction Software hadir sebagai solusi teknologi yang membantu meningkatkan efisiensi manajemen sumber daya, biaya, dan waktu proyek. Cobalah demo gratis kami dan optimalkan kinerja perusahaan konstruksi Anda!

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan perusahaan konstruksi?

Perusahaan konstruksi adalah usaha yang bergerak dalam sektor ekonomi yang bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan konstruksi untuk membangun bangunan atau struktur fisik lainnya, dengan mempertimbangkan kepentingan penggunaan dan pemanfaatan bangunan tersebut.

2. Apa saja 4 jenis konstruksi utama?

Empat jenis konstruksi utama meliputi konstruksi perumahan, komersial, industri, dan infrastruktur. Selain itu, ada pula jenis konstruksi lainnya yang dapat diklasifikasikan berdasarkan sektor, pemilik, hunian, atau ketahanan terhadap api.

3. Bidang usaha konstruksi apa saja?

Berikut ini beberapa tipe bidang usaha konstruksi:
1. Developer Real Estate
2. Arsitek/Desain
3. Perusahaan Manajemen Konstruksi
4. Kontraktor Umum
5. Jasa Kontraktor Spesialis
6. Supplier Material
7. Penyewaan Peralatan
8. Penyedia Kontraktor Renovasi

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap