Di tengah pesatnya perkembangan bisnis modern, perusahaan sering menerima transaksi dari berbagai sumber dan metode pembayaran sekaligus. Pola transaksi yang makin kompleks ini membuat penerimaan dana menjadi sangat rumit. Jika tidak mengelolanya dengan baik, proses pengumpulan dana justru akan memicu hambatan operasional pada sistem pembayaran Anda.
Dampak dari kerumitan tersebut langsung merusak validitas pencatatan kas dan memperlambat proses rekonsiliasi keuangan perusahaan. Divisi finance harus menghabiskan waktu lebih lama hanya untuk mencocokkan arus kas bulanan. Kesalahan ini berisiko memperburuk kualitas laporan keuangan dan menyulitkan pemantauan distribusi dana internal Anda.
Solusi terbaik untuk mengatasi kendala alur dana tersebut adalah dengan menerapkan sistem split payment secara otomatis. Mekanisme ini memastikan pembagian serta pencatatan setiap transaksi berjalan lancar dan efisien. Artikel ini akan membahas pengertian split payment, fungsi, manfaat, hingga strategi penerapannya bagi bisnis Anda.
- Split payment adalah metode yang membagi total tagihan transaksi ke beberapa rekening tujuan. Mekanisme ini mempermudah konsumen membayar lewat berbagai cara.
- Manfaat split payment memberikan manfaat seperti variasi opsi bayar, penekanan risiko transaksi gagal, kemudahan bagi hasil, dan efisiensi laporan keuangan bisnis.
- Kendala split payment adalah adanya kendala operasional, mulai dari rekonsiliasi kompleks, risiko salah catat akuntansi, integrasi sistem, hingga biaya fee.
- ScaleOcean Accounting System membantu Anda mengelola transaksi lewat integrasi laporan ScaleOcean Atlas. Fitur ScaleMind juga membantu dengan menyajikan insight data keuangan.
1. Apa yang Dimaksud Split Payment?
Split payment adalah metode pembayaran yang membagi total tagihan transaksi ke dalam beberapa rekening tujuan secara otomatis. Mekanisme ini memungkinkan konsumen menyelesaikan pembayaran menggunakan kombinasi kartu dan e-wallet. Penggunaan transaksi ini mempermudah pembayaran harian konsumen Anda.
Selain memberikan kemudahan bagi konsumen, sistem ini juga memisahkan distribusi dana ke berbagai pihak terkait dalam satu waktu secara efisien. Perusahaan dapat menyalurkan komisi penjualan kepada reseller atau membagi pendapatan antar cabang toko. Proses tersebut memangkas pekerjaan input data secara manual.
Dengan cara ini, divisi finance akan dapat mencatat semua pergerakan dana dengan jelas dan tepat. Sistem yang efisien akan membantu kelancaran operasi arus kas sehari-hari bagi perusahaan. Pengelolaan transaksi yang baik akan menjaga stabilitas keuangan perusahaan Anda.
2. Jenis-Jenis Split Payment
Perusahaan dapat memilih berbagai jenis pembayaran yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan transaksinya. Pengelompokan ini mencakup split payment berdasarkan metode pembayaran, pembagian tagihan, distribusi dana, serta auto split payment. Berikut adalah jenis-jenis split payment:
a. Split Payment Berdasarkan Metode Pembayaran
Jenis pembayaran seperti ini memungkinkan konsumen membayar satu pembelian melalui berbagai jenis pembayaran dalam satu transaksi saja. Konsumen bisa mengombinasikan pembayaran tunai, kartu kredit, hingga e-wallet dalam satu kali proses tagihan. Sistem ini memberikan kenyamanan bagi konsumen saat mereka bertransaksi.
b. Split Payment Berdasarkan Pembagian Tagihan
Kategori split payment ini membagi total tagihan suatu transaksi kepada beberapa pihak yang berbeda. Sistem memecah besaran nominal tagihan sesuai porsi acuan agar tiap pihak membayar bagian mereka sendiri. Cara ini mempermudah proses penyelesaian pembayaran bersama secara transparan.
c. Split Payment Berdasarkan Distribusi Dana
Mekanisme split payment ini menyalurkan hasil penerimaan transaksi ke beberapa rekening tujuan atau cabang toko secara langsung. Perusahaan membagikan pendapatan bersih ke rekening rekanan atau pihak internal tanpa penanganan manual. Sistem ini menjaga kelancaran alur penerimaan dana di tiap divisi.
d. Auto Split Payment
Layanan auto split payment memproses pembagian dana transaksi secara otomatis melalui ketersediaan aplikasi invoice terbaik. Sistem langsung memisahkan persentase hak pemangku kepentingan saat transaksi terverifikasi. Keunggulan ini mempercepat arus kas dan memangkas beban kerja tim finance.
Baca juga: E-Invoicing: Arti, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis
3. Bagaimana Cara Kerja Split Payment?
Sistem split payment memproses alur transaksi melalui lima tahapan utama. Alur ini mencakup transaksi konsumen, penentuan aturan pembayaran, pemrosesan transaksi, alokasi dana, hingga pencatatan akuntansi. Berikut adalah cara kerja split payment dalam bisnis:
a. Customer Melakukan Transaksi
Proses awal mulai saat konsumen menyelesaikan pembelian produk atau layanan pada sistem kasir Anda. Konsumen memilih opsi pembayaran untuk membagi nilai tagihan belanja sesuai kebutuhan mereka. Langkah ini langsung menentukan struktur alokasi dana dari setiap saluran bayar konsumen.
b. Sistem Menentukan Aturan Pembayaran
Saat menerima opsi transaksi, sistem langsung membaca skema term of payment pilihan konsumen. Mekanisme ini menentukan porsi nilai tagihan yang masuk ke tiap metode pembayaran atau rekening tujuan. Tujuan dari langkah ini adalah untuk menghindari salah hitung dari distribusi kepada para penerima dana.
c. Payment Diproses
Sistem kemudian memproses pemotongan dana secara bersamaan dari berbagai metode pembayaran konsumen. Langkah ini mengonfirmasi keberhasilan penarikan dana dari tiap akun penyedia jasa keuangan secara real-time. Proses ini menjamin keamanan aliran dana masuk ke dalam sistem bisnis.
d. Dana Dialokasikan
Setelah transaksi berhasil memotong saldo, sistem membagi dana tersebut ke beberapa rekening tujuan sesuai persentase acuan. Perusahaan menyalurkan porsi pendapatan ke cabang toko, reseller, atau akun internal lain. Alokasi ini mempercepat arus distribusi dana operasional bisnis Anda.
e. Sistem Mencatat Transaksi
Langkah terakhir ini adalah saat semua transaksi tercatat secara otomatis ke dalam laporan keuangan perusahaan. Divisi finance menerima detail pembagian kas secara rinci tanpa perlu menginput ulang data secara manual. Pencatatan transaksi ini mengurangi kemungkinan adanya perbedaan uang tunai dalam proses audit keuangan harian.
4. Contoh Penerapan Split Payment dalam Bisnis
Pada skala enterprise, perusahaan distributor memproses contoh invoice bisnis bernilai besar dengan alokasi penerimaan yang rumit. Sebagai contoh, ada seorang konsumen yang membayar sebuah pesanan barang tertentu dengan sebuah tagihan senilai 100 juta rupiah. Setelah itu, pembayaran tersebut secara otomatis terbagi antara beberapa pihak penerima.
Sistem split payment secara otomatis membagi pembayaran tersebut sesuai dengan aturan bisnis yang berlaku. Nilai dari produk tersebut langsung masuk ke pusat sebesar 70 juta rupiah, sedangkan cabang menerima 20 juta rupiah untuk operasional wilayah, dan sales mendapatkan komisi sebesar 10 juta rupiah dari penjualan tersebut.
Proses pembayaran dana melalui alokasi otomatis ini menghindari proses manual dalam mentransfer dana yang memakan waktu dan menimbulkan human error. Hal ini memungkinkan divisi finance untuk melacak jumlah uang yang masuk ke setiap rekening tujuan. Mekanisme ini membantu memastikan pembayaran dana dengan mudah ke semua cabang bisnis.
5. Manfaat Split Payment untuk Bisnis
Penggunaan split payment memberikan manfaat bagi perusahaan dalam mengelola kegiatan dan keuangannya. Manfaat ini mencakup variasi opsi bayar, penekanan risiko gagal, kemudahan revenue sharing, pemangkasan proses manual, serta transparansi. Berikut adalah manfaat split payment untuk bisnis:
a. Meningkatkan Fleksibilitas Pembayaran
Sistem ini memberikan kebebasan bagi konsumen untuk menggunakan beberapa metode bayar sekaligus dalam satu transaksi. Konsumen dapat menggabungkan sisa saldo e-wallet dengan kartu kredit untuk menyelesaikan tagihan belanja. Kemudahan ini mendorong konsumen menuntaskan transaksi tanpa hambatan limit.
b. Mengurangi Risiko Transaksi Gagal
Teknik yang melibatkan pembagian transaksi menjadi beberapa bagian ini membantu untuk menghindari penolakan oleh bank karena batas transaksi. Konsumen masih bisa melanjutkan pembayaran melalui jalan lain jika salah satu rekening mengalami masalah. Hal ini memastikan tingkat keberhasilan bisnis Anda dalam menerima uang tunai tetap tinggi.
c. Mempermudah Revenue Sharing
Sistem ini membagikan porsi keuntungan kepada reseller atau cabang toko secara langsung saat transaksi berhasil. Perusahaan tidak perlu menghitung porsi bagi hasil secara terpisah pada akhir bulan. Pengolahan sistem ini mempercepat alur distribusi pendapatan ke setiap entitas bisnis Anda.
d. Mengurangi Proses Manual
Mekanisme pemisahan dana otomatis menghilangkan ketergantungan perusahaan pada proses transfer data kas secara satu per satu. Divisi finance tidak perlu membuang waktu untuk memasukkan entri rekonsiliasi kas harian. Pemangkasan alur kerja ini menghemat biaya operasional dan efisiensi waktu kerja tim.
e. Meningkatkan Transparansi Transaksi
Sistem mencatat setiap pembagian nominal dana secara jelas dalam laporan keuangan terpusat milik perusahaan. Perusahaan dapat memantau pergerakan arus kas masuk ke tiap rekening tujuan secara real-time. Kejelasan data transaksi ini mencegah potensi manipulasi data dan selisih kas internal.
6. Kendala Saat Implementasi Split Payment
Penerapan split payment juga memiliki tantangan operasional yang perlu perusahaan antisipasi sejak awal. Kendala ini mencakup rekonsiliasi kompleks, risiko kesalahan akuntansi, kebutuhan integrasi sistem, serta pengolahan fee dan komisi. Berikut adalah kendala saat implementasi split payment:
a. Rekonsiliasi Transaksi Lebih Kompleks
Kompleksitas dari prosedur rekonsiliasi arus kas ini semakin meningkat karena transaksi tersebut terbagi menjadi beberapa mode pembayaran. Divisi finance akhirnya harus memverifikasi kebenaran semua debit yang datang dari sumber-sumber penerimaan yang berbeda. Kompleksitas data ini bisa memakan waktu verifikasi harian tim Anda.
b. Risiko Kesalahan Pencatatan Akuntansi
Pemisahan aliran kas yang tiba-tiba bisa mengakibatkan perbedaan dalam pencatatan, dimana sistem akuntansi untuk mencatat aliran kas tidak terhubung. Perbedaan jumlah transaksi di rekening penerima akan menyulitkan perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan secara akurat.
Kondisi ini semakin berisiko ketika perusahaan masih mengandalkan proses manual. Berdasarkan AFP Survey 2025 yang dikutip oleh U.S. Bank, 39% invoice masih mengandung kesalahan, sementara sekitar sepertiga perusahaan mengalami pembayaran double yang dapat memengaruhi akurasi laporan keuangan dan hubungan dengan vendor.
c. Membutuhkan Integrasi Sistem
Penggunaan mekanisme seperti itu bergantung pada keberadaan teknologi yang dapat menghubungkan sistem kasir dengan berbagai jenis pembayaran. Penting bagi suatu bisnis untuk menyesuaikan software mereka sehingga aliran dana dapat berjalan lancar. Proses seperti itu bisa memakan banyak waktu dan biaya.
d. Pengelolaan Fee dan Komisi
Membagi transaksi ke dalam beberapa rekening menghasilkan banyak potongan biaya administrasi atau komisi per penyedia layanan transaksi. Penting bagi perusahaan untuk menghitung dengan baik persentase dari pengurangan biaya tersebut untuk mencegah terkena biaya dua kali. Perhitungan biaya yang buruk bisa mengurangi margin keuntungan bisnis.
Untuk mengatasi berbagai hambatan teknis tersebut, perusahaan memerlukan software yang terhubung secara terstruktur. ScaleOcean Accounting System hadir membantu mempermudah integrasi transaksi, pencatatan otomatis, dan pemantauan arus dana agar operasional finansial bisnis lancar. Segera jadwalkan konsultasi gratis bersama ScaleOcean sekarang!
7. Industri yang Membutuhkan Split Payment
Berbagai sektor bisnis membutuhkan penerapan split payment untuk menyederhanakan alokasi kas dan mempercepat proses penerimaan dana. Industri ini mencakup e-commerce, ritel, distributor, hospitality, hingga professional services. Berikut adalah industri yang membutuhkan split payment:
a. E-Commerce dan Marketplace
Platform digital akan memproses sejumlah transaksi besar setiap hari dengan banyak penjual dan mitra logistik yang beroperasi secara bersamaan. Sistem ini membagi hasil penjualan secara langsung ke rekening reseller dan memotong komisi platform dalam satu waktu. Kecepatan alokasi dana ini menjaga kepercayaan ekosistem bisnis.
b. Retail
Toko ritel menghadapi beragam preferensi pembayaran konsumen saat bertransaksi di kasir. Konsumen sering menggabungkan metode pembayaran tunai, kartu kredit, dan e-wallet untuk melunasi total belanjaan. Mekanisme ini mempermudah proses kasir dan mencegah penumpukan antrean pada jam sibuk toko Anda.
c. Distributor dan Wholesale
Bisnis grosir mengelola transaksi bernilai besar yang memerlukan pemisahan pendapatan antar cabang dan tim sales. Perusahaan membagi penerimaan kas dari konsumen ke rekening pusat, operasional wilayah, dan komisi agen. Pembagian otomatis ini mempercepat perputaran kas operasional bisnis Anda.
d. Hospitality
Sektor hotel dan restoran sering menerima pembayaran bersama dari rombongan atau kelompok pengunjung. Sistem memecah total bill ke beberapa pembayar atau mengalokasikan pembayaran kamar dan layanan tambahan secara terpisah. Kemudahan transaksi ini meningkatkan kepuasan dan pengalaman konsumen Anda.
e. Professional Services
Firma hukum, konsultan, dan penyedia jasa profesional membagi honorarium proyek ke beberapa tenaga ahli secara transparan. Perusahaan menyalurkan porsi pembayaran klien langsung ke tiap bagian tim sesuai kesepakatan awal. Mekanisme ini memastikan pembagian hak jasa berjalan tertib dan tepat waktu.
8. Kesimpulan
Penerapan split payment menjadi solusi efektif untuk menyederhanakan alokasi kas dan mempercepat rekonsiliasi keuangan bisnis Anda. Pengelolaan transaksi yang terstruktur dapat meningkatkan efisiensi operasional dan juga mencegah kesalahan pencatatan dana. Langkah ini memperkuat stabilitas arus kas.
Untuk membantu mencapai kenyamanan tersebut, ScaleOcean Accounting System memungkinkan Anda untuk mengatur transaksi melalui integrasi laporan ke dalam satu platform ScaleOcean Atlas. Fitur ScaleMind juga memberikan insight data keuangan bisnis Anda. Jadwalkan konsultasi gratis hari ini mengenai kebutuhan sistem bisnis Anda!
FAQ:
1. Bagaimana contoh pembagian sistem pembayaran?
Sistem pembayaran dibagi ke dalam dua instrumen utama, yakni pembayaran tunai (uang kertas dan koin) serta pembayaran non-tunai (kartu debit, e-wallet, hingga transfer bank).
2. Apa saja tiga jenis uang yang beredar di masyarakat?
Uang dikelompokkan menjadi uang kartal (uang fisik tunai), uang giral (saldo bank/cek), dan uang kuasi (surat berharga seperti deposito berjangka yang tidak bisa langsung dibelanjakan).
3. Mengapa sistem pembayaran membutuhkan tujuh komponen utama?
Agar transaksi berjalan lancar, sistem butuh alat pembayaran, saluran, kelembagaan, mekanisme operasional, infrastruktur teknis, aturan hukum, dan sistem transfer dana.











