
Halo, kami siap bantu cari solusi ERP sesuai kebutuhan Anda.
Konsultasi Sekarang
Apakah perusahaan Anda masih bergantung pada laporan file excel yang terpisah-pisah, tidak sinkron, dan memakan waktu? Hal ini sangat rentan terhadap kesalahan manusia yang berakibat pada kesalahan strategi bisnis, sehingga aplikasi business intelligence adalah solusi yang tepat untuk mengolah data tersebut.
Tim perusahaan dapat memantau indikator kinerja utama (KPI) hanya dalam satu dashbor visual. Dashboard akan menunjukkan data terkini dan prediksi di masa depan, sehingga tim tidak perlu lagi menebak tren pasar, tetapi bisa bergerak cepat berdasarkan data valid.
Memilih aplikasi yang tepat menjadi tantangan tersendiri karena banyaknya opsi teknologi saat ini. Artikel ini akan mengulas 11 contoh platform BI terbaik yang dapat disesuaikan dengan skala dan kebutuhan spesifik bisnis Anda.
Aplikasi Business Intelligence atau BI adalah software yang digunakan oleh perusahaan untuk membuat report, chart, dan dashboard interaktif dari data mentah. Dengan menggunakan aplikasi ini, semua data yang berasal dari berbagai sumber akan terkumpul, dianalisis, dan akhirnya disajikan dengan bentuk yang lebih mudah dipahami.
Dengan semakin bertambah banyaknya data bisnis dan disimpan di berbagai sistem, aplikasi BI membantu manajemen perusahaan memperoleh informasi tentang performa dengan lebih cepat. Bisnis dapat membaca tren, mengetahui masalah dengan lebih awal, dan membuat keputusan berdasarkan informasi yang diperoleh.
Jika Anda berencana untuk menggunakan aplikasi BI, ada beberapa contoh yang paling umum digunakan sekarang, yaitu Microsoft Power BI, Tableau, dan Qlik Sense. Namun, pemilihan sistem tidak cukup hanya melihat popularitasnya, perlu juga mempertimbangkan kemudahan penggunaan, integrasi data, keamanan, skalabilitas, biaya, dan kebutuhan analisis bisnis Anda.
Apa saja fitur kunci yang harus ada di aplikasi business intelligence modern? Fitur aplikasi business intelligence harus mencakup dashboard interaktif, analisis data real-time, integrasi data dari berbagai sumber, kustomisasi dan personalisasi, serta self-service BI. Berikut adalah fitur-fitur utama aplikasi business intelligence:
Dashboard interaktif menawarkan visualisasi operational excellence metrics secara real-time, penelusuran data, dan alat analisis mendalam, sehingga pengguna dapat memahami informasi dengan cepat. Umumnya, data tersaji dala dalam bentuk diagram, grafik, dan tabel yang mudah dipahami, memungkinkan tim untuk melihat kinerja dan tren dengan lebih cepat.
Untuk fitur ini, aplikasi dapat menggunakan software pengolahan data yang menggabungkan berbagai informasi bisnis, kemudian menyajikan informasi terbaru dan relevan untuk pengambilan keputusan. Data yang terus diperbarui, maka perusahaan dapat mengantisipasi dan menentukan strategi yang lebih tepat sesuai dengan perubahan yang terjadi.
Fitur lainnya adalah mengumpulkan data dari banyak sumber dan memastikan data tersebut bersifat konsisten, terbaru, dan dapat dianalisis. Apabila proses konversi data bisnis berjalan secara efektif dalam satu sistem yang sama, maka tim dapat melihat hubungan atau tren lintas departemen yang mungkin tidak terlihat saat datanya terpisah-pisah.
Fitur pembuatan laporan otomatis memudahkan perusahaan dalam menghemat waktu untuk penyusunan laporan yang bersifat harian, mingguan, atau bulanan. Data yang telah dikumpulkan bisa langsung diolah menjadi laporan, sehingga tim tidak perlu menyusun data secara manual setiap periode.
Ada pula fitur self-service BI dalam ERP berbasis AI, hal ini memberikan peluang bagi seluruh pengguna untuk mengakses, menganalisis, dan membuat laporan sendiri tanpa bantuan tim IT. Lebih lanjut, perusahaan dapat mencapai efisiensi bisnis karena proses bisnisnya yang lebih cepat.
Dikutip dari Jurnal Owusu, Cogent Business & Management tentang penggunaan BI, diketahui bahwa proses pelaporan perusahaan menjadi lebih cepat dan akurat sampai 81%, peningkatkan pengambilan keputusan hingga 78%, kenaikan kepuasan pelanggan hingga 56%, dan kenaikan pendapatan bisnis hingga 50%.

Keunggulan utama aplikasi business intelligence terletak pada kemampuan untuk peningkatan efisiensi operasional, pengambilan keputusan berbasis data, dan peningkatan kemampuan prediktif. Berikut adalah keunggulan dari penggunaan aplikasi business intelligence:
Aplikasi BI memungkinkan otomatisasi analisis data dan pembuatan laporan, menghemat waktu dibandingkan metode manual. Dengan BI, perusahaan bisa memantau kinerja real-time, mengidentifikasi hambatan, dan membuat keputusan lebih cepat. Dashboard interaktif membantu mengoptimalkan sumber daya dengan informasi akurat tentang inventaris, produksi, dan distribusi.
Berdasarkan analisis kami dari DDTCNews, BKPM (Badan Koordinasi Penaman Modal) juga telah mensosialisasikan penggunaan Business Intelligence (BI) kepada DPMPTSP daerah untuk memastikan kesamaan dan keakuratan data penanaman modal. Hal ini ditujukan untuk menekankan pentingnya self-service BI untuk akses data dalam pengambilan kebijakan lokal.
BI dapat mengakses dan menganalisis data yang akurat dan terkini, sehingga keputusan bisnis lebih informatif dan strategis. Visualisasi data dengan dashboard intuitif mendukung pemahaman tren dan pola bisnis yang lebih baik, hal ini memastikan keputusan berdasar pada informasi terkini.
Aplikasi business intelligence membantu dalam mengidentifikasi peluang dan risiko bisnis di masa depan berdasarkan data historis dan real-time. Dengan machine learning dan data analytics, maka sistem mampu memproses data dalam jumlah besar dan kompleks dan menghasilkan prediksi yang akurat.
Apa saja aplikasi business intelligence terbaik untuk perusahaan di Indonesia? Ada berbagai aplikasi Business Intelligence seperti Power BI, Tableau, Qlik Sense, Zoho Analytics, Looker, SAP Business Objects, dan lainnya. Berikut beberapa solusi business intelligence yang dapat Anda pertimbangkan:
Microsoft Power BI adalah contoh business intelligence yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan, menganalisis, dan memvisualisasikan data dari berbagai sumber. Dengan antarmuka yang intuitif, Power BI memudahkan pengguna untuk membuat laporan interaktif dan dashboard yang menampilkan data secara real-time.
Salah satu keunggulannya adalah kemampuan untuk mengintegrasikan big data dari berbagai sumber seperti Microsoft Dynamics 365, Excel, SQL Server, dan layanan cloud lainnya. Selain itu, Power BI menyediakan fitur-fitur analitik canggih seperti machine learning dan analisis prediktif yang membantu pengguna dalam membuat keputusan bisnis yang lebih baik.
Tableau merupakan platform BI yang berfokus pada penyampaian informasi dalam bentuk dashboard interatif dan dinamis. Oleh karena itu, penggunanya dapat mengeksplorasi data dan membuat grafik dalam satu dashboard real-time.
Untuk perusahaan yang memiliki banyak sumber data, Tableau juga dapat mendukung pengelolaan data tersebut dengan analisis prediktif. Dengan begitu, perusahaan lebih mudah mengambil keputusan berbasis data.
Berikutnya, terdapat Qlik Sense yang menganalisis data-data bisnis, sehingga dapat menemukan hubungan tersembunyi antar data. Sistemnya berbasis on-premise atau cloud, di mana pengguna dapat membuat laporan dengan otomatis dengan data yang valid.
Data yang valid mendukung efektivitas proses pengambilan keputusan, sehingga strategi-strategi bisnis lebih tepat sasaran dan bisa meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, aplikasi ini menawarkan fitur forecasting untuk melihat perubahan tren yang dapat terjadi di masa depan.
Zoho Analytics adalah software BI yang berasal dari ekosistem Zoho. Aplikasi ini mampu mengotomatisasi pembuatan laporan bisnis dan memungkinkan seluruh anggota tim untuk berkolaborasi dalam satu aplikasi yang sama.
Untuk mempercepat aktivitas bisnis, Zoho menyediakan asisten berbasis AI yaitu Zia. Kegunaannya adalah Zia dapat menjawab pertanyaan yang diajukan pengguna dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Google Looker adalah platform cloud-native BI yang unggul dalam pemodelan data dan terintegrasi mulus dengan Google Cloud Platform (GCP) dan BigQuery menjadikannya rekomendasi aplikasi BI yang user-friendly untuk pemula. Looker memungkinkan pengguna untuk membuat model data yang konsisten, memastikan setiap laporan memakai metrik yang sama.
Selain itu, Looker menawarkan fleksibilitas untuk menyematkan laporan (embedding) langsung ke dalam aplikasi bisnis atau website perusahaan. Fleksibilitas ini menjadikan Looker sebagai komponen yang sangat adaptif dalam arsitektur business information system masa kini yang menuntut mobilitas tinggi.
Salah satu keunggulan utama SAP Business Objects adalah kemampuan untuk mengintegrasikan data dari berbagai software ERP, database, dan aplikasi lainnya, memberikan pandangan holistik terhadap operasional bisnis.
Selain itu, aplikasi ini mendukung trend software ERP self-service BI, sehingga pengguna non-teknis dapat membuat dan memodifikasi laporan tanpa perlu bantuan IT. SAP Business Objects juga menyediakan fitur keamanan yang kuat untuk memastikan data tetap terlindungi dan hanya diakses oleh pengguna yang berwenang.
IBM Cognos Analytics menawarkan antarmuka pengguna yang intuitif dan mendukung integrasi dengan berbagai sistem data, termasuk cloud dan software ERP bebasis lokasi yang lebih fleksibel dalam pengelolaan data. Aplikasi IBM Cognos Analytics juga menyediakan opsi kolaborasi yang memungkinkan tim untuk berbagi wawasan dan bekerja bersama dalam analisis data.
Dengan berbagai fitur analitik yang canggih dan kemampuan untuk diakses dari perangkat mobile, IBM Cognos Analytics membantu organisasi dalam meningkatkan pengambilan keputusan dan kinerja bisnis.
Berbasis teknologi in-chip processing, Sisense dapat menyederhanakan proses pengelolaan data bisnis yang kompleks dan berjumlah banyak. Sehingga, perusahaan dapat memaksimalkan alokasi waktu karena proses olah data lebih cepat.
Aplikasi BI dari Sisense dapat terhubung dengan sistem atau modul ERP lainnya, sehingga data lebih sinkron dan meminimalkan miskomunikasi. Hasil analisisnya dapat berupa visualisasi yang interaktif.
Domo juga merupakan aplikasi BI berbasis cloud untuk menganalisis beserta memvisualisasi data. Walaupun sumber data perusahaan berasal dari berbagai sumber, tetapu Domo tetap bisa mengakomodasi untuk proses pengolahannya.
Pengguna juga dapat mengkustomisasi tampilan dashboard, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan bisnis. Di samping itu, kemampuan untuk analisis prediktif mendorong pengambilan keputusan dengan cepat.
Yellowfin BI memberikan akses kolaborasi tim yang memadai, hal ini akan mengurangi potensi terjadinya masalah komunikasi. Saat bisnis membutuhkan analisis data, maka aplikasi akan membantunya untuk memproses data-data tersebut.
AI yang dimiliki oleh Yellowfin BI memungkinkan perusahaan membuat augmented analytics. Maka dari itu, perusahaan memperoleh hasil analisis atau wawasan bisnis secara mendalam secara instan.
Tidak hanya itu, terdapat juga contoh aplikasi business intelligence lain seperti QlikView. Aplikasi ini menawarkan kemampuan asosiatif yang unik. Integrasi dengan sistem ERP memungkinkan akses real-time ke data, sehingga membantu manajemen dalam membuat keputusan yang didukung oleh informasi terkini dan akurat.
QlikView juga menawarkan kemampuan analitik yang kuat dengan dukungan untuk analisis ad-hoc. Dengan antarmuka pengguna yang intuitif, QlikView memudahkan pengguna untuk membuat laporan dan analisis tanpa memerlukan keahlian teknis yang mendalam.
Terakhir, terdapat juga Oracle BI yang dilengkapi dengan berbagai alat analitik, termasuk laporan, dashboard, dan scorecard yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Oracle BI unggul dalam skalabilitas yang kemampuan untuk menangani volume data besar, sehingga menjadi pilihan ideal untuk perusahaan besar.
Selain itu, tersedia fitur analitik prediktif yang membantu perusahaan dalam meramalkan tren dan membuat keputusan strategis yang lebih baik. Dengan kemampuan analisis real-time, Oracle BI pun memastikan menyediakan informasi bisnis terupdate. Aplikasi ini juga menyediakan teknologi seperti agentic AI yang dapat terintegrasi dengan sistem ERP.

Dalam ekosistem bisnis modern, tantangan utama perusahaan sering kali bukan pada ketiadaan data, melainkan pada kesulitan menyatukan data dari berbagai sistem yang terpisah (siloed data). Banyak perusahaan terpaksa mengeluarkan biaya tinggi untuk lisensi aplikasi BI pihak ketiga dan merekrut tim data khusus hanya untuk menghubungkan data tersebut.
ScaleOcean Atlas ERP menjawab tantangan ini dengan pendekatan Embedded Business Intelligence. Berbeda dengan solusi BI standalone yang memerlukan konektor rumit dan proses sinkronisasi data manual, fitur BI ScaleOcean sudah tertanam langsung dalam inti sistem ERP mereka.
Beberapa hal yang membuat pendekatan embedded BI dalam software ERP dari ScaleOcean Atlas lebih unggul, yaitu:
ScaleOcean memastikan bahwa wawasan strategis dapat diakses oleh seluruh pengambil keputusan di perusahaan, bukan hanya departemen IT. Di dalamnya, ScaleMind hadir sebagai AI terintegrasi yang membantu menghasilkan insight dan rekomendasi dari data secara lebih cepat. Berikut beberapa modul analitik unggulan ScaleOcean Atlas:
Untuk membuktikan bagaimana integrasi BI ini dapat menyederhanakan analisis data Anda, ScaleOcean menyediakan sesi konsultasi gratis yang disesuaikan dengan alur kerja perusahaan Anda.
Business intelligence tools adalah aplikasi yang dapat mencatat, memproses, menganalisis, dan mendokumentasikan data bisnis dalam bentuk laporan, grafik, serta dashboard interaktif. Sistem ini membantu dalam memahami performa, mengidentifikasi trend, mengetahui lebih dulu masalah, dan membuat keputusan berdasarkan data.
Munculnya kebutuhan bisnis akan aplikasi BI umumnya dikarenakan ada peningkatan volume data dan penyebaran di berbagai sistem. Melalui analisis real-time, integrasi data, pembuatan laporan secara otomatis, dan prediksi, perusahaan dapat melakukan evaluasi performa lebih cepat, mengurangi proses manual, dan beradaptasi terhadap perubahan dalam bisnis dengan lebih baik.
ScaleOcean Atlas ERP menyediakan aplikasi BI yang terintegrasi dengan data keuangan, inventori, penjualan, dan operasional. Anda dapat memantau KPI, membuat laporan, serta membaca tren tanpa integrasi yang terpisah. Jadwalkan konsultasi kebutuhan Anda sekarang untuk membantu menentukan sistem terbaik yang sesuai dengan alur kerja bisnis.
Intelijen Bisnis (BI) adalah rangkaian proses teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data organisasi. Tujuan utamanya adalah guna menghasilkan insight yang mendukung strategi dan operasi bisnis agar pengambilan keputusan menjadi lebih efektif dan berbasis data.
Seorang analis Business Intelligence (BI) berperan untuk menganalisis data dan mengubahnya menjadi sebuah prospek bisnis dari perusahaan atau klien yang menggunakan jasa perusahaan tersebut. Peran ini sangat krusial dalam proses pengambilan keputusan strategis di suatu perusahaan.
Beberapa contoh tools BI yang populer adalah ScaleOcean (solusi ERP komprehensif yang mencakup fungsi tools BI), Microsoft Power BI, Tableau, SAP BusinessObjects, Looker, dan Domo. Setiap alat ini memiliki keunggulan dalam visualisasi data, pelaporan, dan analisis yang spesifik untuk membantu bisnis mengambil keputusan lebih akurat.
Perbandingan biaya antara Microsoft Power BI dan QlikView, termasuk Qlik Sense sebagai versi pengembangannya, memperlihatkan perbedaan yang jelas pada skema lisensi dan harga awal. Power BI umumnya lebih ekonomis untuk kebutuhan berskala kecil, sedangkan Qlik diarahkan sebagai solusi premium dengan kapabilitas analitik yang lebih kompleks.
ScaleMind telah tertanam langsung di dalam ScaleOcean Atlas, sehingga perusahaan tidak perlu memiliki aplikasi analitis yang berdiri sendiri. Pengguna bisa melakukan pencarian data, ringkasan kinerja, dan mendapatkan insight dari satu prompt saja tanpa memindahkan data dari ERP system yang sudah ada.