Apa itu Sistem LMS dan Contoh yang Dapat Diterapkan?

Posted on
Share artikel ini

Lembaga pendidikan di Indonesia menganut sistem konvensional yang telah diterapkan selama bertahun-tahun lamanya. Namun seiring dengan perkembangan zaman, sekolah haruslah mengadaptasi kemajuan teknologi. Salah satunya adalah dengan menerapkan learning management system.

Nah, salah satu software berbasis ERP yang dapat diterapkan di institusi pendidikan adalah learning management system atau biasa disingkat LMS. Dengan menerapkannya, sekolah bisa mendapatkan banyak sekali manfaat, yang dapat dirasakan oleh para guru, murid, dan bahkan orang tua sekalipun.

starsKey Takeaways
  • Learning management system adalah sebuah sistem yang memungkinkan proses pelatihan dan pembelajaran secara digital.
  • Beberapa fiturnya berupa PPDB online, manajemen kelas, elearning, e-absensi, administrasi online, student and parent portal.
  • Contoh LMS yang dapat diterapkan meliputi Google Classroom, Moodle, ScaleOcean, dan Schoology.
  • Sistem LMS berbasis ERP ScaleOcean cenderung menjadi pilihan utama bagi banyak institusi di Indonesia, baik itu perusahaan atau badan edukasi.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Learning Management System (LMS)?

Learning management system adalah sebuah perangkat lunak berbasis web yang dirancang untuk membantu dalam pengelolaan, pendistribusian, dan pelacakan materi dan aktivitas pembelajaran secara online. Hal ini digunakan sebagai pusat pengendalian proses belajar-mengajar yang membantu guru dan murid.

Banyak institusi beralih ke software pendidikan sejak adanya pandemi COVID. Dengan adanya pandemi tersebut, sekolah mau tidak mau harus melaksanakan proses pembelajaran daring. Menurut 21KSchools, industri online learning telah bertumbuh sebesar 900% dari awal ditemukannya pada tahun 2000.

2. Keunggulan Learning Management System (LMS)

Learning management system membantu institusi untuk melaksanakan proses pembelajaran dan pelatihan secara daring.

Sistem LMS terbukti sangat membantu para lembaga pendidikan dalam mengubah proses pembelajaran dari yang awalnya offline menjadi online. Selain itu, sistem ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan pengalaman belajar, sambil mengembangkan potensi para siswa. Untuk lebih jelasnya, berikut kami berikan daftarnya untuk Anda:

a. Kemudahan Akses

Salah satu keunggulan utama LMS adalah kemudahan akses bagi seluruh pengguna. Siswa, guru, maupun orang tua bisa mengakses materi, tugas, dan informasi pembelajaran kapan dan di mana saja, hanya dengan perangkat yang terhubung internet. Hal ini mendukung fleksibilitas belajar, yang juga mendukung implementasi assessment for learning secara berkelanjutan.

b. Sistem Terpusat

Learning management system berbasis ERP merupakan sistem yang terpusat, sehingga memudahkan sekolah Anda untuk memantau seluruh proses pendidikan. Anda bisa mengatur metode belajar, membuat silabus, hingga materi dan tugas hanya dari satu dashboard.

c. Pengelolaan yang Mudah

Dengan software ini, Anda dapat mengatur dan mengelola seluruh kegiatan yang ada di lembaga pendidikan dengan mudah. Memberikan pelajaran, tugas, dan ujian pun bisa Anda lakukan secara cepat. Selain itu, Anda juga dapat menganalisis efektivitas sistem belajar dengan melihatnya dari nilai para murid.

d. Efektivitas Pembelajaran

Tujuan utama LMS adalah untuk menyediakan dan menyederhanakan sistem pembelajaran di lembaga pendidikan formal. Anda akan sangat dimudahkan dalam melakukan aktivitas mengajar, terutama sejak berlakunya​ metode pembelajaran jarak jauh. Anda bisa mengaksesnya kapan saja dan dimana saja, jadi sangat fleksibel dan efektif.

e. Memungkinkan Pembelajaran di Situasi Kurang Kondusif

Ketika kondisi dunia kurang kondusif, seperti halnya pandemi COVID-19 pada tahun 2020 kemarin, banyak institusi pendidikan yang mengarah ke LMS sebagai solusi. Dengan bantuan platform online meeting, sistem ini memungkin pembelajaran melalui akses materi secara daring.

f. Menghemat Biaya

Dengan menggunakan sistem pendidikan ini, sekolah Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk berinvestasi pada satu software. Anda tidak perlu lagi mengeluarkan biaya lebih besar hanya untuk mempekerjakan pegawai lebih banyak. Sekarang, Institusi Anda sudah bisa mengelola seluruh program pembelajaran cukup dengan satu sistem yang terpusat.

g. Mendoron​g Pembelajaran Mandiri

Memahami dan mengingat semua materi sesudah kelas tanpa memiliki kesempatan untuk mengulangi pelajarannya lagi akan meningkatkan resiko untuk lupa. Dengan software ini, siswa dapat belajar mandiri dengan membuka materi sebelumnya di video pembelajaran online.

3. Kelemahan Learning Management System (LMS)

Meskipun terdapat banyak jumlah keunggulan pada learning management system, hal tersebut tidak berarti perusahaan dapat mengabaikan kelemahannya sebegitu saja. Masing-masing kelemahan berikut perlu dipertimbangkan secara intensif agar bisnis dapat menyusun rencana pencegahan untuk mengatasinya:

a. Membutuhkan Perangkat Keras

Salah satu kelemahan paling fatal dari LMS adalah ketergantungannya dengan perangkat keras. Meskipun sebagian besar penduduk Indonesia sudah memiliki perangkat seperti smartphone dan laptop. masih terdapat juga yang tidak memiliki atau tidak mampu membeli hal tersebut, terutama bagi mereka yang di luar kota-kota besar Tanah Air.

b. Membutuhkan Koneksi Online

Selain itu, LMS tentu saja membutuhkan koneksi online terhadap internet. Berdasarkan data dari Datareportal, sekitar 74.6% penduduk Indonesia sudah memiliki akses terhadap internet. Namun, hal tersebut juga berarti 1/4 dari penduduk masih belum memiliki akses tersebut dikarenakan lokasinya yang belum terjangkau oleh menara seluler.

c. Kesulitan Interaksi secara Real Time

LMS terkadang membatasi interaksi langsung antara pengajar dan peserta. Tanya jawab atau diskusi sering tertunda karena jadwal berbeda atau keterbatasan fitur real time, sehingga partisipasi dan keterlibatan peserta bisa berkurang. Oleh karena itu, sekolah biasanya menggunakan platform video call untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Memilih platform yang fleksibel menjadi solusi utama untuk mengatasi berbagai kendala teknis tersebut. ScaleOcean LMS hadir dengan fitur yang memudahkan akses dan interaksi, sehingga proses pembelajaran tetap lancar serta terorganisir bagi seluruh karyawan Anda.

ERP

4. Fitur-fitur pada Sistem LMS

Untuk memaksimalkan hasil penerapan learning management system, sekolah harus menganalisa ketersediaan fitur yang tersedia pada masing-masing sistem. Menjadikan ScaleOcean sebagai patokan, yakni sebuah penyedia sistem ERP ternama di Indonesia, berikut adalah contoh-contoh fitur wajib pada sistem LMS:

  • PPDB Online: Memfasilitasi pendaftaran siswa baru secara daring dengan proses yang cepat, praktis, dan tanpa perlu datang langsung ke sekolah.
  • Class Management: Mengelola jadwal, alokasi guru, dan distribusi kelas secara otomatis untuk memastikan kegiatan belajar berjalan tertib dan efisien.
  • E-Learning: Menyediakan platform pembelajaran digital yang memungkinkan siswa mengakses materi, tugas, dan ujian kapan saja dan di mana saja.
  • E-Absensi: Merekam kehadiran siswa dan guru secara digital dan akurat, memudahkan pelaporan serta pemantauan kedisiplinan secara berkala.
  • Administrasi Online: Mengotomatiskan pengelolaan keuangan dan dokumen akademik untuk meningkatkan efisiensi kerja administrasi sekolah secara menyeluruh.
  • Student and Parent Portal: Memberikan akses real time bagi orang tua dan siswa untuk memantau absensi, nilai, tagihan, serta pengumuman sekolah secara langsung.

5. Contoh Sistem LMS

Selain ScaleOcean, selaku penyedia LMS berbasis ERP, terdapat juga contoh vendor lain yang cenderung digunakan oleh institusi. Dari Google Classroom yang menjadi populer saat pandemi COVID-19, hingga Schoology yang telah berdiri sejak 2009. Berikut adalah penjelasan singkatnya:

  • Google Classroom: Platform LMS populer yang memudahkan guru membagikan materi, tugas, dan pengumuman secara online, serta memantau kemajuan siswa dalam satu dashboard terintegrasi.
  • Moodle: Sistem learning management system open source yang fleksibel, mendukung pembuatan kursus, kuis, forum diskusi, dan pelaporan kemajuan belajar secara komprehensif, cocok untuk institusi besar maupun kecil.
  • ScaleOcean: Learning management system berbasis ERP yang terintegrasi dengan modul sekolah lain, memungkinkan pengelolaan materi, tugas, ujian, dan laporan akademik dalam satu sistem terpadu, sekaligus memudahkan analisis kinerja siswa.
  • Schoology: Platform LMS yang menggabungkan pembelajaran daring dan kolaborasi, menyediakan fitur tugas, kuis, diskusi, serta integrasi dengan aplikasi pendidikan lain untuk pengalaman belajar interaktif.

6. Bagaimana Cara Implementasi LMS?

Berikut adalah beberapa cara implementasi sistem LMS.

Proses penerapan sistem pembelajaran digital memerlukan langkah-langkah terstruktur agar hasilnya maksimal bagi perusahaan. Mulai dari melakukan identifikasi kebutuhan, survei vendor yang tepat, hingga tahap penerapan dan perawatan secara berkala. Berikut adalah penjelasan tahapannya:

a. Identifikasi Kebutuhan

Tahap awal dimulai dengan menentukan tujuan utama penerapan, seperti jenis pelatihan yang dibutuhkan dan fitur apa saja yang harus tersedia. Hal ini penting agar platform yang dipilih benar-benar relevan dengan tantangan operasional yang ingin diselesaikan.

b. Persiapan Data Peserta dan Materi

Langkah berikutnya adalah menyusun basis data peserta serta mengumpulkan materi pelatihan ke dalam format digital yang sesuai. Persiapan ini akan memudahkan proses migrasi informasi ke dalam platform baru secara lebih rapi.

c. Survei Vendor

Perusahaan perlu melakukan riset untuk membandingkan berbagai penyedia layanan berdasarkan fungsionalitas, kemudahan penggunaan, dan biaya yang ditawarkan. Memilih mitra teknologi yang tepat sangat menentukan kelancaran penggunaan perangkat dalam jangka panjang.

d. Penerapan dan Perawatan Sistem

Setelah sistem aktif, dilakukan konfigurasi akhir dan pelatihan bagi pengguna agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar. Selain itu, pemeliharaan berkala perlu dilakukan untuk memastikan kinerja sistem yang optimal dan diperbarui sesuai perkembangan kebutuhan.

7. Kesimpulan

Demikian penjelasan artikel berikut mengenai LMS. Dari pembahasan di atas, Anda mengetahui banyak jumlah keunggulan sistem pendidikan bagi institusi pembelajaran, terutama dalam dunia sekarang yang saling terhubung melalui internet. Namun, perlu diiperhatikan juga tiga keterbatasannya.

Meskipun tujuannya adalah untuk memungkinkan pembelajaran daring, banyak jumlah sekolah dan universitas di dunia tetap memilih untuk menerapkannya sambilan dengan menjalankan pembelajaran secara muka. Dengan adanya sistem ini, akses materi menjadi lebih aman dan mudah, sehingga meningkatkan produktivitas para pelajarnya.

Apabila Anda ingin mencoba terlebih dahulu sebuah learning management system yang dapat dikustomisasi, maka Anda dapat melakukan demo gratis software LMS ScaleOcean. Tidak hanya itu, tersedia juga jasa konsultasi gratis yang dapat membantu Anda dalam menyusun dan memilih yang sesuai dengan kebutuhan institusi Anda.

FAQ:

1. Apa saja contoh learning management system?

1. Google Classroom
2. Edmodo
3. ScaleOcean
4. Schoology
5. Moodle

2. Apa kegunaan LMS bagi mahasiswa?

Penerapan perangkat LMS meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas bagi mahasiswa, sehingga menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan mendukung pertumbuhan keterampilan mereka.

3. Apa fungsi utama dari learning management system?

Sistem LMS meningkatkan kolaborasi antara pelajar dan mahasiswa dalam merencanakan pembelajaran, mengelola materi silabus, men-input dan melacak absensi, mengelola nilai masing-masing pelajar, mendorong diskusi, dan melaksanakan kuis.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap