12 Rekomendasi Marketing Software Terbaik untuk Bisnis Anda

Posted on
Share artikel ini

Salah satu tantangan yang umum bisnis B2B hadapi adalah masalah lead management. Hal ini sebab ada begitu banyak prospek yang masuk dari berbagai channel. Misalnya, website, event, email, ads, sampai referral. Karenanya, tim mengalami kesulitan dalam memantau lead yang harus menjadi prioritas follow-up.

Masalah tersebut berdampak pada keterlambatan follow-up dan penurunan pada konversi. Tidak hanya itu, sales juga rentan menerima data lead yang belum siap. Di sisi lain, pengukuran kualitas prospek tiap channel oleh tim marketing juga terhambat. Pada akhirnya, perusahaan harus menanggung biaya campaign besar tanpa memperoleh hasil yang memuaskan.

Di era digitalisasi, marketing software hadir guna mempermudah pengelolaan lead dalam satu sistem tersentralisasi. Dengan sistem automasi, alur kerja lebih terarah dan mudah terprediksi. Di artikel ini, kami akan mengulas tentang referensi perbandingan rekomendasi marketing software terbaik dalam pasar teknologi dan cara memilih solusi yang paling tepat sesuai kebutuhan bisnis Anda.

starsKey Takeaways
  • Marketing software adalah sistem mempermudah perencanaan, operasional, otomatisasi, dan evaluasi kegiatan marketing dengan lebih terukur.
  • Alasan marketing software penting yakni sistem dapat menyatukan data lead, campaign, dan customer guna mempermudah tim memperoleh keputusan berbasis data dengan efisien.
  • Terdapat beberapa rekomendasi marketing software di pasar teknologi, antara lain: ScaleOcean Marketing Software, HubSpot, Mailchimp, ActiveCampaign, dan Zoho Marketing Automation
  • Fitur marketing software seperti lead management, segmentasi pelanggan, automation, dan reporting membuat stabil penjagaan funnel pemasaran agar tetap rapi dan terukur.
  • Software CRM ScaleOcean mengintegrasikan data marketing, sales, serta pelanggan, guna memaksimalkan manajemen lead dan campaign.

Coba Demo Gratis!

Apa itu Marketing Software?

Marketing software adalah sistem digitalisasi yang dapat mempermudah perencanaan, operasional, otomatisasi, dan evaluasi kegiatan marketing dalam bisnis dengan lebih terukur. Dengan platform ini, tim pemasaran bisa melakukan pengelolaan prospek, pembuatan segmentasi audiens, pengiriman campaign, dan pengawasan hasil marketing dalam satu dashboard.

Dalam praktiknya, marketing software melingkupi berbagai macam fungsi. Seperti, lead management, campaign management, marketing automation, sampai integrasi CRM. Sedangkan bagi bisnis B2B, sistem ini bersifat krusial. Alasannya, dengan produk digital, proses akuisisi pelanggan semakin panjang, melibatkan banyak pihak, serta melakukan follow-up dengan konsisten.

Apabila dengan cara manual, tim marketing harus memasukkan data yang rumit melalui spreadsheet, aplikasi email, platform iklan, dan laporan. Maka, dengan sistem integrasi, proses bisa terkonsolidasikan dengan mudah. Tidak hanya itu, perusahaan bisa menjaga stabilitas workflow dan memastikan data pemasaran tercatat jelas.

Mengapa Marketing Software Penting untuk Bisnis?

Mengapa Marketing Software Penting untuk Bisnis

Dalam dunia bisnis, marketing software memiliki peranan krusial. Salah satunya, pengelolaan pemasaran bisa menjadi lebih rapi, cepat, dan terukur. Selain itu, sistem tersebut dapat menyatukan data lead, campaign, dan juga performa marketing dalam stau platform terpusat. Maka, perusahaan dapat memperoleh keputusan berdasarkan data yang akurat.

Berikut merupakan penjabaran alasan pentingnya penerapan sistem pemasaran:

1. Membantu Mengelola Leads Lebih Rapi

Alasan pertama, marketing software dapat mempermudah bisnis dalam melakukan pengelolaan lead dari banyak channel hanya dengan memalui satu sistem terpusat. Artinya, data sales lead menjadi lebih rapi, tidak tercecer, dan mudah menentukan prioritas. Selain itu, tim pemasaran juga bisa memantau prospek real-time dan sales bisa follow-up dengan cepat.

2. Mempercepat Eksekusi Campaign

Berikutnya, campaign sering kali terabaikan realisasinya sebab tim pemasaran terlalu sibuk mempersiapkan data, pesan, dan jadwal dengan manual. Oleh karena itu, pemanfaatan marketing software dapat mengautomasi pembuatan template, workflow, dan scheduling. Dampak baiknya, tim bisa bergerak lebih cepat dan efisien sehingga eksekusi campaign tetap konsisten.

3. Memudahkan Analisis Performa Marketing

Ketiga, marketing software mempermudah bisnis dalam mengidentifikasi performa campaign dengan lebih jelas. Karenanya, tim bisa memantau metrik secara mudah. Seperti, jumlah lead, klik, konversi, dan efektivitas channel. Kemudian, dari data tersaji, tim bisa segera memperbaiki strategi yang tidak tepat. Selain itu, perusahaan bisa memperoleh keputusan menurut data akurat.

4. Meningkatkan Kolaborasi Marketing dan Sales

Terakhir, saat data prospek tersebar di banyak tempat, tim marketing dan sales mengalami miskomunikasi dan perbedaan data. Berdasarkan hal tersebut, marketing software mengumpulkan informasi lead, campaign, dan status follow-up dalam satu sistem terpusat. Karenanya, kedua tim bisa mengakses data selaras. Maka, perusahaan memperoleh proses handover lead cepat dan terukur.

Rekomendasi Marketing Software Terbaik untuk Bisnis di Indonesia 2026

Dengan memilih marketing software yang tepat dapat mempermudah pengelolaan lead, campaign, dan laporan performa dalam workflow terstruktur. Akan tetapi, masing-masing platform mempunyai perbedaan fokus. Misalnya, hanya CRM, automation, email campaign, atau e-commerce marketing. Sebab itu, perusahaan harus mempertimbangkan solusi sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.

Berikut dua belas rekomendasi sistem pemasaran, serta keunggulan dan kekurangannya:

1. ScaleOcean Marketing Software

ScaleOcean Marketing Software adalah solusi berbasis CRM dan ERP untuk mengoptimalkan pengelolaan lead, campaign, segmentasi pelanggan, sampai ke pipeline sales dalam satu sistem terpusat. Perancangannya bertujuan untuk membantu aktivitas marketing bisnis menengah hingga enterprise yang kompleks, banyak channel, dan memerlukan visibilitas data menyeluruh.

Sebagai all-in-one marketing software yang fleksibel, ScaleOcean bisa melakukan konfigurasi menyesuaikan kebutuhan bisnis. Misalnya, jenis industri, struktur tim, dan workflow perusahaan. Selain itu, sistem juga dapat terintegrasi dengan berbagai sistem perusahaan lainnya. Lakukan demo gratis sekarang untuk mendapat pengalaman optimalisasi sistem pemasaran dengan ScaleOcean.

Fitur utama:

  • Integrated Omnichannel: Berperan sebagai penghubung beragam channel komunikasi pelanggan. Contohnya, website, email, WhatsApp, media sosial, dan marketplace.
  • Promotion Management: Mempermudah pengaturan jenis promosi, periode campaign, target audiens, syarat promosi, dan evaluasi dampak peluang konversi dan customer lifetime value.
  • Advanced Sales Pipeline: Selanjutnya, sistem bisa memantau status lead, peluang penjualan, tahap follow-up, hingga progres konversi dari satu dashboard.
  • Targeted Email Marketing: Melakukan segmentasi atas pengiriman email menurut profil pelanggan, riwayat interaksi, minat produk, dan prospek funnel.
  • Centralized Contact Management: Kemudian, sistem juga menggabungkan penyimpanan dalam satu database. Misalnya, informasi kontak, riwayat komunikasi, kebutuhan pelanggan, dan aktivitas prospek.
Kelebihan Kekurangan
  1. Sistem sesuai untuk memenuhi kebutuhan bisnis komplek berskala menengah hingga large enterprise.
  2. Fleksibel dan konfigurasinya mudah dan sesuai alur kerja, report, modul, serta struktur internal.
  3. Ketiga, dapat berintegrasi dengan modul lain. Misalnya, sales, accounting, inventory, dan purchasing.
  4. Menerapkan pendekatan konsultatif. Artinya, rancangan sistem menyesuaikan kebutuhan bisnis.
  1. Untuk bisnis berskala kecil dan hanya perlu sistem dasar pemasaran, implementasinya kurang relevan.
  2. Perusahaan perlu melalui diskusi awal guna menyesuaikan estimasi biaya.

Cocok untuk: Perusahaan dengan bisnis berskala menengah sampai enterprise yang perlu marketing software terintegrasi dengan CRM, sales pipeline, campaign management, automasi lead, serta sistem ERP end-to-end.

2. HubSpot

HubSpot

Rekomendasi kedua, Hubspot. Aplikasi ini cukup populer di kalangan bisnis dengan kebutuhan pengelolaan marketing, sales, dan CS dalam satu platform. Di dalamnya, terdapat fitur contact management, email campaign, landing page, automation, dan reporting yang mudah.

Tidak hanya itu, sistem satu ini cukup menarik untuk perusahaan yang sedang mengusahakan inbound marketing sebab tampilannya ramah bagi pengguna. Hanya saja, perusahaan perlu mempertimbangkan biaya fitur lanjutan yang dapat meningkat seiring dengan bertambahnya kebutuhan perusahaan akan kontak, user, dan automation.

Fitur Utama:

  • CRM dan contact management
  • Email campaign
  • Marketing automation
Kelebihan Kekurangan
  1. Tampilan easy-to-use oleh tim pemasaran dan sales.
  2. Ekosistem fitur termasuk luas bagi pemasaran inbound.
  3. Terakhir, support manajemen kontak, campaign, dan reporting.
  1. Biaya akan meningkat saat kebutuhan bisnis memerlukan fitur lanjutan.
  2. Kemudian, untuk fitur advanced, perusahaan harus mengambil paket berbayar dengan harga tinggi.
  3. Kustomisasi proses skala enterprise tertentu harus melalui konfigurasi tambahan yang rumit.

Cocok untuk: Bisnis yang berkeinginan untuk memulai pemasaran inbound dengan sistem CRM dan campaign management yang bisa tim adaptasi dengan mudah.

3. Marketing Software Mailchimp

MailChimp

Berikutnya, aplikasi pemasaran Mailchimp terkenal sebagai digital marketing software yang kuat guna memenuhi kebutuhan email campaign dan audience management. Karenanya, software ini umum perusahaan gunakan untuk membuat newsletter, automasi sederhana, landing page, form, dan analisis performa campaign.

Mailchimp adalah aplikasi yang bisa menjalan proses email campaign dengan cepat tanpa proses teknis kompleks. Di dalamnya, terdapat template dan fitur segmentasi guna mempermudah penjagaan komunikasi dengan prospek maupun dan pelanggan. Hanya saja, Mailchimp tidak begitu ideal bagi bisnis yang butuh integrasi lanjutan dengan pipeline sales dan sistem kompleks.

Fitur Utama:

  • Email campaign
  • Audience segmentation
  • Landing page dan form
Kelebihan Kekurangan
  1. Easy-to-use bagi email campaign dan newsletter.
  2. Kemudian, menghadirkan template praktis khusus untuk tim pemasaran.
  3. Dapat membangun database audiens dengan proses bertahap.
  1. Pertama, bagi kebutuhan CRM dan pipeline sales kompleks, sistem kurang fleksibel.
  2. Fokus utama hanya kuat dengan email dibanding proses sales keseluruhan.
  3. Terakhir, semakin banyak kontak pelanggan, biaya juga bisa bertambah.

Cocok untuk: Perusahaan yang hanya fokus menjalankan proses newsletter, email nurturing, dan campaign pelanggan dengan frekuensi yang rutin.

4. ActiveCampaign

ActiveCampaign

Keempat, ActiveCampaign merupakan platform marketing automation yang pemanfaatannya guna membangun customer journey berbasis perilaku prospek. Karenanya, sistem dapat perusahaan andalkan dalam membuat workflow otomatis, segmentasi kontak, lead scoring, dan campaign yang bersifat personal.

Dengan implementasi perangkat lunak satu ini, tim dapat mengatur trigger menurut aktivitas audiens. Misalnya, membuka email atau pun mengklik CTA. Meskipun demikian, workflow setup yang detail tetap membutuhkan pemahaman yang mendalam. Hal ini supaya proses automasi dapat berjalan dengan lebih efektif.

Fitur Utama:

  • Marketing automation
  • Lead scoring
  • Email dan customer journey
Kelebihan Kekurangan
  1. Dapat melakukan automasi dan pencatatan customer journey.
  2. Support segmentasi menurut perilaku audiens.
  3. Ketiga, bisa nurturing lead dengan lebih personal.
  1. Pertama, alur kerja tergolong kompleks dan perlu perencanaan dan setup matang.
  2. Tim baru perlu waktu untuk beradaptasi dengan fitur automasi.
  3. Kemudian, pengguna awal bisa merasa kesulitan dengan pengaturan lanjutan.

Cocok untuk: Perusahaan yang ingin melancarkan operasional marketing automation, nurturing, dan komunikasi pelanggan berbasis perilaku.

5. Zoho Marketing Automation

Zoho Marketing Automation

Selanjutnya, aplikasi bernama Zoho Marketing Automation. Penerapannya perusahaan manfaatkan guna mengelola lead generation, nurturing, web behavior tracking, dan multichannel campaign. Karenanya, perangkat lunak tersebut sesuai bagi perusahaan yang ingin menghubungkan aktivitas pemasaran dengan ekosistem aplikasi Zoho lainnya.

Tidak hanya itu, dengan sistem Zoho, tim juga bisa menangkap prospek dari beragam jenis channel dan melakukan kontrol journey menurut interaksi mereka. Hanya saja, manfaat maksimal hanya bisa dirasakan oleh perusahaan yang telah menggunakan atau siap masuk ke dalam ekosistem Zoho.

Fitur Utama:

  • Lead generation
  • Journey builder
  • Web analytics
Kelebihan Kekurangan
  1. Pertama, support lead nurturing dan journey pelanggan.
  2. Integrasi mudah pada beragam jenis aplikasi Zoho.
  3. Terakhir, dapat mempermudah pemantauan perilaku prospek melalui website tersedia.
  1. Lebih optimal penggunaannya untuk bisnis yang sudah mengadopsi ekosistem Zoho.
  2. Selanjutnya, perlu adaptasi struktur aplikasi cukup lama bagi new user.
  3. Harus melewati pemeriksaan berkelanjutan untuk integrasi di luar ekosistem Zoho.

Cocok untuk: Perusahaan yang membutuhkan marketing software untuk automasi dan lead nurturing di dalam ekosistem Zoho.

6. Salesforce

Marketing software berikutnya, yakni Salesforce. Sistem ini memiliki daya tarik bagi perusahaan berskala enterprise yang kebutuhan utamanya adalah CRM, marketing automation, personalisasi, dan manajemen data pelanggan frekuensi besar. Karenanya, pemanfaatannya berguna untuk bisnis dengan struktur sales dan pemasaran yang kompleks.

Salesforce berperan sebagai penghubung data pelanggan yang berasal dari banyak touchpoint guna mendukung campaign yang relevan. Akan tetapi, untuk mengadopsi perangkat lunak satu ini, perusahaan harus menyiapkan budget yang besar, serta tim dan proses internal yang matang.

Fitur Utama:

  • CRM enterprise
  • Marketing automation
  • Customer data management
Kelebihan Kekurangan
  1. Pertama, pemanfaatannya melengkapi kebutuhan CRM dan marketing enterprise.
  2. Support manajemen data customer yang kompleks.
  3. Dapat melakukan integrasi proses sales dan marketing berskala besar.
  1. Perusahaan harus menyiapkan anggaran yang besar untuk mengadopsi sistem.
  2. Konfigurasi sistem membutuhkan teknis yang lebih intensif dan memakan waktu.
  3. Bagi perusahaan kecil dan merintis, sistem ini kurang sesuai.

Cocok untuk: Bisnis berskala enterprise yang memerlukan sistem CRM dan marketing automation frekuensi besar dalam operasionalnya.

7. Systeme.io

Ketujuh, Systeme.io merupakan sistem yang berperan sebagai penghubung antara sales funnel, email marketing, website builder, automasi, dan online course dalam satu sistem terpusat. Penerapan perangkat lunak ini umumnya berfokus pada pembangunan funnel penjualan dengan cepat oleh bisnis berbasis digital.

Oleh sebab itu, marketing software satu ini cukup praktis. Karenanya, perusahaan bisa menciptakan landing page, mengirimkan email, dan menjalankan automasi tanpa perlu menggunakan terlalu banyak aplikasi. Hanya saja, sebagai catatan, sistem belum bisa melakukan integrasi dan manajemen data kompleks yang biasa bisnis B2B enterprise butuhkan.

Fitur Utama:

  • Sales funnel
  • Email automation
  • Website builder
Kelebihan Kekurangan
  1. Cukup sederhana dan mudah dalam membuat funnel dan landing page.
  2. Menjadi penghubung antara email, automation, dan website builder.
  3. Terakhir, adopsi bermanfaat bagi bisnis digital yang ingin mulai operasional dengan cepat.
  1. Pertama, bagi proses B2B enterprise yang kompleks, sistem tidak begitu ideal implementasinya.
  2. Berikutnya, perlu pertimbangan atas integrasi dengan sistem operasional frekuensi besar.
  3. Rancangan fitur lebih tepat bagi bisnis dengan funnel sederhana dan bisnis berbasis digital.

Cocok untuk: Perusahaan yang operasional bisnisnya berbasis digital, kreator, dan bisnis berskala kecil yang kebutuhannya berputar pada funnel marketing sederhana.

8. Keap

Selanjutnya, Keap merupakan software CRM dan automasi yang dapat mempermudah perusahaan dalam pengelolaan kontak, follow-up, appointment, invoice, dan email campaign. Artinya, bisnis kecil dan menengah umumnya mengaplikasikan sistem digital yang satu ini guna mengatur sistem pelanggan dengan lebih praktis.

Tidak hanya itu, dengan Keap, perusahaan bisa meminimalisir pekerjaan manual dengan menggunakan automasi berbasis trigger. Misalnya, follow-up bisa dilakukan setelah lead mengisi form dan sales mendapat reminder jadwal. Meskipun demikian, fitur tetap perlu evaluasi berkelanjutan bagi perusahaan yang memiliki database besar dan memiliki kebutuhan integrasi yang kompleks.

Fitur Utama:

  • CRM dan contact management
  • Email automation
  • Appointment dan invoice
Kelebihan Kekurangan
  1. Berperan sebagai penghubung antara CRM, follow-up, dan automasi.
  2. Kedua, manfaat penerapan bisa bisnis jasa dan layanan pelanggan rasakan dengan maksimal.
  3. Dapat meminimalisir adanya pekerjaan administratif yang berulang-ulang.
  1. Untuk kebutuhan enterprise dengan integrasi besar, masih membutuhkan evaluasi lanjutan.
  2. Beberapa fitur umumnya lebih relevan bagi bisnis berskala kecil hingga menengah.
  3. Terakhir, bagi manajemen kontak yang besar, perusahaan memerlukan penyesuaian kebutuhan paket.

Cocok untuk: Bisnis kecil hingga menengah yang membutuhkan CRM, follow-up automation, dan pengelolaan pelanggan.

9. Marketing Software Thryv

Marketing Software Thryv

Thryv adalah marketing software yang perancangannya bermanfaat dalam membantu bisnis mengelola customer, online presence, review, appointment, dan campaign sederhana. Artinya, target pasar dari perangkat lunak ini adalah small business yang fokusnya memperkuat hubungan dengan seluruh pelanggan lokal.

Di dalam sistem, Thryv menciptakan fitur CRM, email campaign, contact tracking, review management, dan payment support. Oleh sebab itu, platform ini cukup praktis dalam menyatukan aktivitas marketing dan layanan pelanggan. Akan tetapi, fitur-fitur tersebut tidak begitu sesuai bagi perusahaan B2B dengan skala yang besar dan hanya bisa menjadi solusi pendukung saja.

Fitur Utama:

  • CRM sederhana
  • Review management
  • Email dan customer communication
Kelebihan Kekurangan
  1. Pertama, dapat mengelola pelanggan dan membuat appointment dengan praktis.
  2. Support kehadiran online dan customer review.
  3. Terakhir, solusi yang tepat bagi small business dan bisnis lokal.
  1. Kurang sesuai penerapannya untuk sistem utama milik B2B enterprise yang kompleks.
  2. Kemudian, fitur pemasarannya lebih sederhana dan tidak setara dengan platform enterprise.
  3. Apabila bisnis mempunyai banyak departemen, skalabilitas sistem masih harus melalui pertimbangan matang.

Cocok untuk: Perusahaan yang tergolong ke dalam small business dan bisnis lokal kebutuhan pemasarannya berputar hanya pada CRM ringan, review management, dan komunikasi pelanggan.

10. Constant Contact

Kesepuluh, marketing software yang satu ini bernama Constant Contact. Perancangan platform mempunyai fokus pada email marketing, SMS marketing, template campaign, dan manajemen audiens. Sistem tersebut dapat membantu membangun komunikasi rutin antara perusahaan dan pelanggan melalui channel yang sederhana dan easy-to-use.

Selain itu, platform ini juga dapat membuat campaign melalui drag-and-drop editor, segmentasi, automasi dasar, dan reporting. Karenanya, sistem merupakan solusi ramah bagi pengguna yang fokus kebutuhannya tidak terlalu kompleks. Hanya saja, bisnis masih membutuhkan platform tambahan jika ingin memenuhi kebutuhan CRM, pipeline sales, dan customer data platform yang mendalam.

Fitur Utama:

  • Email marketing
  • SMS campaign
  • Template dan reporting
Kelebihan Kekurangan
  1. Mudah digunakan untuk email dan SMS campaign.
  2. Menyediakan template campaign yang praktis.
  3. Cocok untuk komunikasi pelanggan secara rutin.
  1. Kurang lengkap untuk CRM dan pipeline sales yang kompleks.
  2. Automation yang tersedia lebih cocok untuk kebutuhan campaign sederhana.
  3. Integrasi operasional mendalam mungkin membutuhkan aplikasi tambahan.

Cocok untuk: Bisnis yang fokus pada newsletter, promosi berkala, event campaign, dan komunikasi pelanggan sederhana.

11. WooCommerce

Selanjutnya, WooCommerce merupakan perangkat lunak e-commerce berbasis WordPress yang bisa meluas pada beragam jenis plugin marketing. Meskipun sistem ini tidak termasuk ke dalam marketing software murni, tetapi penggunaannya bermanfaat dalam mendukung promosi, email automation, coupon, dan retargeting bagi bisnis online.

Dengan plugin yang sesuai, perusahaan bisa mengoperasionalkan abandoned cart email, product recommendation, customer segmentation, dan campaign berbasis transaksi. Tingkat fleksibilitas platform ini cukup besar sebab mengikuti ekosistem WordPress. Akan tetapi, perusahan harus memperhatikan manajemen teknis. Misalnya, plugin, hosting, keamanan, dan integrasi.

Fitur Utama:

  • Ecommerce management
  • Marketing plugin
  • Coupon dan customer data
Kelebihan Kekurangan
  1. Bersifat fleksibel bagi pengoperasian e-commerce berbasis WordPress.
  2. Dapat memperluas sistem bagi banyak plugin marketing.
  3. Terakhir, penerapannya sesuai untuk campaign berbasis transaksi online.
  1. Pertama, memerlukan manajemen teknis khusus guna menjaga stabilitas plugin.
  2. Selanjutnya, perusahaan harus melakukan pemantauan rutin untuk keamanan dan performa website.
  3. Beberapa fitur pemasaran memerlukan plugin tambahan berbayar.

Cocok untuk: Bisnis e-commerce fokus utama pemasarannya terdapat dalam WordPress dan memerlukan fleksibilitas plugin marketing.

12. GetResponse Marketing Software

GetResponse Marketing Software

GetResponse Marketing Software merupakan penyedia fitur pemasaran email, automasi, landing page, website builder, popup, dan e-commerce marketing. Platform tersebut sesuai untuk bisnis yang ingin melakukan pengelolaan campaign digital dalam satu sistem terpusat yang cukup lengkap.

Kemudian, GetResponse dapat membuat newsletter, autoresponder, automated workflow, sampai ke campaign promosi dengan lebih terarah. Tidak hanya itu, sistem juga support kebutuhan e-commerceMisalnya, abandoned cart dan product recommendation. Meskipun demikian, perusahaan harus menyesuaikan paket sebab beberapa fitur lanjutan memerlukan biaya tambahan.

Fitur Utama:

  • Email marketing
  • Marketing automation
  • Landing page dan ecommerce tools
Kelebihan Kekurangan
  1. Berperan sebagai penyedia email, automasi, dan landing page.
  2. Kedua, implementasinya sesuai dengan campaign digital dan e-commerce marketing.
  3. Support atas autoresponder dan workflow yang otomatis.
  1. Pertama, perlu penyesuaian paket layanan untuk beberapa fitur lanjutan.
  2. Kemudian, new user membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan workflow automation.
  3. Ketiga, harus melalui evaluasi guna memenuhi kebutuhan integrasi sebelum melakukan implementasi.

Cocok untuk: Bisnis kebutuhan operasional pemasarannya berfokus pada email marketing, automasi, landing page, dan campaign e-commerce dalam satu platform.

Fitur Utama dalam Marketing Software

Implementasi marketing software bagi perusahaan bertujuan mempermudah pengelolaan aktivitas pemasaran. Misalnya, manajemen lead, campaign, data pelanggan, dan laporan performa. Oleh sebab itu, dengan fitur yang tepat, seperti lead management, marketing automation, email marketing, dan customer segmentation akan membuat tim bekerja lebih cepat dan mudah dalam evaluasi.

Delapan fitur utama yang harus ada dalam sistem pemasaran, sebagai berikut:

1. Lead Management

Pertama, lead management. Dengan fitur ini, perusahaan dapat melakukan pengumpulan dan kontrol prospek dari berbagai channel hanya dalam satu sistem terpusat. Selain itu, tim juga bisa memantau sumber lead, status, dan history interaksi dengan jelas. Karenanya, perusahaan bisa menentukan prioritas follow-up dengan lebih mudah dan tepat sehingga hasil peluang konversi meningkat.

2. Marketing Automation

Selanjutnya, rancangan fitur marketing automation dapat membuat aktivitas berulang beroperasi dengan otomatis dan menyesuaikan trigger yang ada. Seperti contoh, sistem dapat mengirimkan email otomatis tepat setelah prospek melakukan pengisian form atau membuka penawaran produk. Maka, tim sales tidak harus melakukan follow-up dengan cara manual memiliki risiko human-error.

3. Email Marketing

Ketiga, email marketing dalam marketing software dapat menjaga komunikasi rutin antara perusahaan dan prospek serta pelanggan. Artinya, dengan fitur ini, tim bisa mengirimkan newsletter, product knowledge, promo, atau pun undangan event secara efisien. Tidak hanya itu, perusahaan juga dapat memantau performa email melalui open rate dan klik.

4. Customer Segmentation dalam Marketing Software

Fitur krusial berikutnya yakni customer segmentation.Dengan ini, perusahaan dapat mempermudah penggolongan audiens menurut industri, kebutuhan, lokasi, dan perilakunya. Karena segmentasi tersebut, pesan marketing bisa lebih relevan untuk setiap kelompok customer. Maka, peluang engagement juga meningkat sebab campaign tersebar sesuai golongan customer.

5. Campaign Management

Kelima, kehadiran campaign management dapat mempermudah perencanaan, operasional, dan pemantauan campaign dari satu sistem terpusat. Di dalamnya, terdapat pengaturan audiens, jadwal, channel, dan target performa. Maka dari itu, perusahaan bisa menyediakan alur kerja yang jelas untuk seluruh aktivitas pemasaran.

6. CRM Integration

Kemudian, CRM integration yang ada di dalam marketing software dapat menjadi penghubung antara data marketing dan proses sales guna mempermudah kedua tim memperoleh informasi yang sama. Tidak hanya itu, history interaksi, status lead, dan hasil campaign dapat terpantau dalam satu sistem. Dengan demikian, sales bisa bertindak dengan menggunakan pendekatan lebih tepat.

7. Analytics dan Reporting dalam Marketing Software

Selanjutnya, ada fitur analytics dan reporting yang dapat mempermudah proses pembacaan performa marketing dengan objektif. Karena ini, tim bisa melihat jumlah lead, konversi, efektivitas channel, dan kontribusi campaign pada pipeline. Oleh sebab itu, perusahaan bisa segera memperbaiki strategi yang tidak tepat.

8. Multi-Channel Campaign

Fitur terakhir, multi-channel campaign. Di mana rancangannya dapat memungkinkan bisnis melakukan penjangkauan prospek dengan efisien. Misalnya, melalui email, website, social media, ads, SMS, atau pun WhatsApp. Karenanya, seluruh channel bisa terkelola dengan konsisten dan pelanggan mendapat pengalaman yang positif selama proses pelayanan.

Sebagai sistem CRM terbaik, sistem CRM ScaleOcean dapat melakukan pengelolaan lead, segmentasi pelanggan, campaign tracking, pipeline sales, dan reporting dalam satu platform terpusat. Dengan ini, tim pemasaran dan sales dapat bekerja selaras tanpa berpindah ke banyak sistem. Coba demo gratis ScaleOcean untuk melihat bagaimana perangkat mengoptimalkan aktivitas pemasaran perusahaan Anda.

Jenis-Jenis Marketing Software yang Banyak Digunakan Bisnis

Jenis-Jenis Marketing Software yang Banyak Digunakan Bisnis

Rancangan setiap jenis marketing software tercipta dengan menyesuaikan perbedaan kebutuhan campaign, manajemen pengelolaan, analisis perKepforma, dan optimasi channel digital tiap perusahaan. Umumnya, jenis tersebut antara lain sistem marketing automasi, email marketing software, CRM, dan beberapa lainnya.

Di bawah ini jenis marketing tools yang umum mendukung strategi pemasaran modern:

  • Marketing Automation Software: Dapat melakukan otomatisasi proses nurturing, follow-up, dan campaign menurut perilaku prospek, guna mnejaga konsistensi dan efisiensi proses marketing.
  • Email Marketing Software: Bisa mengirimkan newsletter, promo, edukasi produk, dan pesan nurturing kepada customer dengan jadwal yang rapi dan personal.
  • CRM Marketing Software: Selanjutnya, jenis ini berperan sebagai penghubung data prospek, aktivitas campaign, dan pipeline sales sehingga tim pemasaran dan sales bekerja dengan informasi yang sama.
  • Social Media Marketing Software: Kemudian, terdapat jenis yang dapat mempermudah schedulling konten, memantau engagement, dan membaca respons audiens di beragam platform media sosial dengan terstruktur.
  • Marketing Analytics Software: Mempermudah identifikasi performa channel, campaign, dan prospek konversi, guna memperoleh keputusan strategis berdasarkan data akurat.
  • SEO (Search Engine Optimization): Terakhir, SEO software mempermudah analisis keyword, tracking ranking, mengevaluasi konten, dan mencari peluang optimasi guna mempermudah calon customer menemukan website perusahaan.

Cara Memilih Marketing Software yang Tepat

Melakukan pemilihan marketing software yang tepat merupakan keputusan perusahaan yang bersifat krusial. Oleh sebab itu, dalam prosesnya, perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa hal. Seperti, menyesuaikan fitur, integrasi, fleksibilitas, dan support sistem dengan kebutuhan bisnis.

Berikut lima tips dalam memilih sistem pemasaran yang sesuai, sebagai berikut:

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Bisnis

Pertama, perusahaan bisa menentukan pilihan marketing software yang sesuai dengan masalah utama yang ingin teratasi dengan baik. Contohnya, dengan mempertimbangkan apakah tim butuh lead management, campaign automation, reporting, atau integrasi CRM. Karenanya, fitur yang tercantum di dalamnya tidak berlebihan dan tidak membebani proses harian.

2. Perhatikan Kemampuan Integrasi Marketing Software

Selanjutnya, perusahaan perlu memastikan bahwa sistem pemasaran bisa terintegrasi dengan CRM, website, ERP, dan tools, yang ada. Dengan sistem yang saling terhubung, perusahaan bisa menjaga sinkronisasi data lead, campaign, dan pelanggan. Karenanya, tim tidak perlu melakukan input data manual yang berulang sehingga proses kerja tetap rapi.

3. Perhatikan Kemampuan Segmentasi dan Personalisasi

Ketiga, marketing software harus mampu melakukan segmentasi dan personalisasi, agar tim dapat mengirim pesan relevan bagi setiap prospek. Dengan ini, perusahaan dapat menggolongkan audiens menurut industri, perilaku, lokasi, atau pun tahap funnel. Maka dari itu, campaign kepada pelanggan terkesan lebih personal. Karenanya, perusahaan bisa mengalami peningkatan konversi.

Akan tetapi, perusahaan tetap perlu mengelola data customer dengan hati-hati. Menurut UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, terdapat beberapa regulasi penting yang perlu bisnis perhatikan mengenai perlindungan data pribadi. Hal ini berguna untuk memperkuat perlindungan HAM dan kesetaraan, serta meningkatkan keamanan data pribadi pelanggan.

4. Pilih Sistem yang Mudah Dikustomisasi

Berikutnya, perusahaan sebaiknya memilih sistem yang kustomisasinya bisa menyesuaikan proses bisnis. Di dalamnya, sistem bisa meliputi field data, workflow, dashboard, segmentation, dan role user. Karena itu, tim tidak merasakan keterpaksaan mengikuti sistem yang terlalu kaku sehingga pelaksanaan operasional dengan sistem bisa lebih praktis dan relevan.

5. Pertimbangkan Skalabilitas dan Dukungan Vendor

Terakhir, hal yang tidak kalah penting adalah membuat pertimbangan apakah sistem mampu mengikuti pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Artinya, marketing software yang terpilih harus mampu mendukung penambahan user, data, campaign, dan integrasi fleksibel. Tidak hanya itu, vendor juga harus menyediakan training dan troubleshooting.

Kesimpulan

Marketing software adalah sistem yang mempermudah pengelolaan lead, campaign, data pelanggan, dan laporan performa dengan tersentralisasi. Karena hal tersebut, tim pemasaran bisa bekerja sesuai flow, eksekusi campaign lebih cepat, dan tim dapat memahami prospek menurut data yang akurat. Maka, perusahaan bisa memperoleh keputusan marketing yang lebih terukur.

Sistem CRM ScaleOcean merupakan solusi penghubung aktivitas marketing dan sales dengan lebih relevan. Selain itu, platform tersebut dapat mendukung lead management, segmentasi pelanggan, campaign tracking, pipeline sales, dan pembuatan laporan dalam satu sistem terpusat. Lakukan uji coba gratis sekarang untuk menyaksikan kehadiran ScaleOcean untuk mengoptimalkan aktivitas bisnis Anda.

FAQ seputar Marketing Software:

1. Marketing software adalah?

Marketing software adalah kumpulan tools berbasis teknologi yang membantu bisnis menjalankan aktivitas pemasaran dengan lebih otomatis, praktis, dan terukur. Di dalamnya, terdapat berbagai kategori penting seperti CRM untuk mengelola data prospek, email automation untuk menjaga komunikasi pelanggan, serta social media management untuk mengatur aktivitas pemasaran di berbagai platform digital.

2. Apa saja 4 jenis sistem CRM?

Secara umum, CRM terbagi menjadi empat jenis utama, yaitu operasional, analitis, kolaboratif, dan strategis. Masing-masing sistem dirancang untuk membantu tim sales memahami kebutuhan pelanggan, meningkatkan kualitas interaksi, dan mempercepat proses penjualan. Dengan CRM yang tepat, bisnis dapat membangun customer experience yang lebih baik sekaligus meningkatkan peluang closing.

3. Apa bedanya CRM dan E-CRM?

Perbedaan utama CRM dan E-CRM ada pada cara bisnis berinteraksi dengan pelanggan. Jika CRM dapat berjalan melalui proses konvensional maupun digital, E-CRM lebih banyak memanfaatkan internet dan teknologi modern untuk membangun komunikasi pelanggan. Dengan E-CRM, bisnis bisa memantau riwayat pelanggan secara real-time, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan dengan lebih efektif.

Felicia Santa Ronauli Lumban Gaol
Felicia Santa Ronauli Lumban Gaol
Felicia adalah SEO Content Writer dengan hampir 1 tahun pengalaman menulis artikel seputar digital marketing, software ERP, dan transformasi digital. Aktif di bidang kreatif dan terbiasa menyusun konten informatif sekaligus mudah dipahami.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap