Apa Itu Pharmaceutical Manufacturing serta Prosesnya

Posted on
Share artikel ini

Ketergantungan pada bahan baku impor dapat berdampak buruk pada daya saing dan kepatuhan regulasi perusahaan farmasi Anda. Hal ini memicu peningkatan biaya akibat fluktuasi kurs mata uang, rendahnya skor TKDN, hingga risiko diskualifikasi dalam tender e-katalog pemerintah. Selain itu, margin profitabilitas dan ketahanan stok produk Anda berisiko mengalami penurunan yang signifikan akibat ketidakpastian rantai pasok global.

Penerapan pharmaceutical manufacturing API lokal dapat menjadi solusi strategis untuk mengatasi tantangan ini. Tahapan ini mengalihkan transaksi ke mata uang lokal dan memastikan seluruh tim memahami standar pemurnian serta sintesis bahan baku yang dibutuhkan secara mandiri. Ketepatan dalam mengadopsi manufaktur domestik ini memengaruhi efisiensi HPP, lonjakan nilai TKDN, serta peluang memenangkan obat BPJS.

Memahami konsep produksi bahan baku obat dapat membantu bisnis Anda mengoptimalkan strategi ketahanan pasok, meminimalkan risiko ketergantungan impor, dan menjaga konsistensi mutu produk di tangan pasien. Artikel ini akan membahas apa itu manufaktur farmasi, standar kualitas yang berlaku, hingga bagaimana tahapan proses pengolahannya dalam skala industri modern.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Apa Itu Manufaktur Farmasi (Pharmaceutical Manufacturing)?

Manufaktur farmasi (pharmaceutical manufacturing) adalah proses produksi obat-obatan skala industri yang melibatkan sintesis bahan aktif (API) dan formulasi menjadi sediaan akhir (tablet, kapsul, sirup, injeksi). Setiap tahapan dalam proses ini, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengemasan, harus memenuhi standar ketat untuk memastikan kualitas dan keamanan produk akhir.

Proses ini, sebagaimana industri dengan risiko keamanan tinggi lainnya, sangat diatur dan harus mematuhi standar praktik manufaktur yang baik (GMP) atau Good Manufacturing Practice. Kepatuhan terhadap GMP sangat penting untuk memastikan kualitas, kemurnian, dan efikasi produk yang dihasilkan, serta melindungi kesehatan konsumen dari potensi bahaya.

Tahapan dalam Manufaktur Farmasi

Proses pharmaceutical manufacturing mencakup beberapa tahapan, mulai dari formulasi, sintesis obat, unit operasi pembuatan bentuk persediaan, kontrol kualitas, dan pengemasan. Alur kerja salah satu jenis industri manufaktur ini dirancang dengan presisi tinggi untuk memastikan kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi.

Berikut adalah penjelasan mengenai proses umum dalam proses manufaktur farmasi:

1. Formulasi

Tahap formulasi merupakan fase awal di mana ilmuwan menentukan komposisi obat secara rinci, termasuk pemilihan bahan aktif farmasi (API) dan eksipien. Eksipien berfungsi sebagai pengisi, pengikat, pelarut, atau penstabil untuk memastikan obat dapat diserap tubuh dengan baik.

Penelitian dan pengembangan (R&D) memiliki peran krusial dalam menemukan formula yang optimal. Proses formulasi yang sukses akan menghasilkan produk dengan bioavailabilitas yang diharapkan, stabilitas yang baik, dan dapat diproduksi secara efisien dalam skala besar. Semua parameter ini harus divalidasi sebelum produksi massal dimulai.

2. Sintesis Obat / Pembuatan API

Active Pharmaceutical Ingredient (API) adalah komponen utama dalam obat yang memberikan efek terapeutik. Tahapan inilah yang menjadi representasi nyata dari penerapan chemical manufacturing tingkat lanjut, di mana setiap transformasi molekul harus dipantau dengan sangat ketat.

Proses pembuatan API, atau sintesis obat, melibatkan reaksi kimia atau proses bioteknologi yang kompleks untuk menghasilkan molekul target. Kemurnian API sangat krusial karena kontaminan sekecil apa pun dapat memengaruhi keamanan dan kemanjuran obat.

Produksi API dilakukan di fasilitas terpisah yang harus mematuhi standar GMP. Proses ini memerlukan kontrol ketat terhadap parameter seperti suhu, tekanan, dan pH untuk memastikan reaksi berjalan sempurna. Kualitas API yang dihasilkan menjadi fondasi bagi kualitas produk obat jadi secara keseluruhan.

3. Unit Operasi Pembuatan Bentuk Sediaan

Setelah API dan eksipien siap, langkah selanjutnya adalah mengubahnya menjadi finished dosage form (FDF) seperti tablet, kapsul, sirup, atau injeksi. Proses ini melibatkan beberapa unit operasi yang spesifik, di mana setiap unit dirancang untuk mencapai karakteristik fisik dan kimia tertentu dari produk akhir. Tahap selanjutnya dalam proses ini melibatkan serangkaian langkah yang lebih rinci.

Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa proses penting dalam produksi FDF:

  • Pencampuran dan granulasi: API dan eksipien dicampur dengan cermat untuk memastikan distribusi bahan aktif yang merata di seluruh batch. Setelah tercampur, campuran serbuk diubah menjadi granul melalui proses granulasi basah atau kering.
  • Pengeringan: Granul yang terbentuk perlu dikeringkan untuk menghilangkan kelembapan hingga tingkat yang tepat. Pengeringan yang presisi sangat penting untuk menjaga stabilitas produk dan mencegah pertumbuhan mikroba.
  • Pencetakan tablet / pengisian kapsul: Granul yang telah kering dimasukkan ke dalam mesin pencetak tablet untuk dikompres menjadi tablet padat dengan tekanan tinggi. Granul bisa dimasukkan ke dalam cangkang kapsul gelatin dalam proses enkapsulasi.
  • Pelapisan: Beberapa tablet memerlukan lapisan luar atau coating untuk tujuan tertentu seperti menutupi rasa tidak enak atau melindungi obat dari asam lambung. Proses ini mengontrol pelepasan bahan aktif dan menambah fungsionalitas pada produk akhir.

4. Kontrol Kualitas

Quality control (QC) merupakan bagian integral yang diterapkan sepanjang siklus produksi, mulai dari bahan baku yang masuk hingga produk jadi. Pengujian dilakukan pada setiap tahap, dimulai dari bahan baku, dilanjutkan dengan pengujian dalam proses, hingga pengujian rilis produk jadi. Setiap tahap bertujuan memastikan produk memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.

Departemen QC menggunakan berbagai teknik analisis canggih untuk memverifikasi identitas, kemurnian, kekuatan, dan kualitas produk. Pendekatan total quality management menjadi filosofi yang mendasari setiap aktivitas, memastikan kualitas terjaga secara holistik. Dokumentasi yang lengkap dari setiap pengujian juga wajib disimpan untuk keperluan audit dan penelusuran.

5. Pengemasan

Tahap terakhir dalam produksi adalah pengemasan yang berfungsi untuk melindungi produk dari faktor eksternal seperti kelembapan, cahaya, dan udara. Pengemasan primer, yang bersentuhan langsung dengan produk, mencakup kemasan seperti blister atau botol. Pengemasan sekunder, berupa kemasan luar seperti kotak karton, berisi informasi penting bagi konsumen.

Selain fungsi protektif, pengemasan juga mencantumkan informasi vital seperti nama obat, dosis, tanggal kedaluwarsa, dan nomor batch. Informasi ini sangat penting untuk identifikasi dan keterlacakan produk. Seluruh tahapan proses produksi, termasuk pengemasan, harus mematuhi regulasi untuk memastikan keamanan dan memberikan informasi yang akurat bagi pasien.

Manufaktur

Jenis Unit Kerja Pharmaceutical Manufacturing

Beberapa jenis unit kerja pharmaceutical manufacturing mencakup, penggilingan, granulasi, pencetakan tablet, hingga pelapisa. Berikut adalah penjelasan dari beberapa contoh jenis unit kerja manufaktur farmasi:

1. Penggilingan (Milling): Mengecilkan Ukuran Partikel

Proses milling merupakan tahap awal yang krusial untuk memastikan homogenitas bahan aktif farmasi (API) dan eksipien. Dengan menggunakan mesin seperti hammer mill atau jet mill, gumpalan bahan baku dipecah menjadi ukuran mikron yang seragam. Ketepatan ukuran partikel dalam tahap ini secara langsung memengaruhi laju disolusi obat di dalam tubuh serta kemudahan bahan untuk mengalir pada tahap proses selanjutnya.

2. Granulasi (Granulation): Pembentukan Butiran Massa

Granulasi adalah proses penggabungan partikel-partikel kecil menjadi massa yang lebih besar dan padat yang disebut granul. Terdapat dua metode utama, yaitu granulasi basah (menggunakan cairan pengikat) dan granulasi kering (menggunakan tekanan mekanis).

Tujuan utamanya adalah untuk mencegah segregasi komponen, meningkatkan kompresibilitas massa, dan memastikan bahwa setiap tablet yang dicetak nantinya memiliki kandungan zat aktif yang sama persis (keseragaman bobot dan isi).

3. Pencetakan Tablet (Tableting): Pembentukan Sediaan Akhir

Pada tahap ini, granul atau campuran bubuk dikompresi dengan tekanan tinggi menggunakan mesin tablet press (rotary tablet press). Alat ini menggunakan punch dan die untuk membentuk massa menjadi bentuk tablet yang spesifik.

Parameter seperti kekerasan tablet (hardness), kerapuhan (friability), dan ketebalan sangat diperhatikan di sini untuk memastikan tablet tidak hancur saat didistribusikan namun tetap mudah luruh saat dikonsumsi.

4. Pelapisan (Coating): Perlindungan dan Estetika

Coating adalah proses pemberian lapisan tipis (biasanya polimer atau gula) pada permukaan tablet yang sudah jadi. Proses ini dilakukan di dalam coating pan yang berputar sambil menyemprotkan larutan penyalut.

Fungsi utama dari tahap ini adalah untuk melindungi zat aktif dari paparan cahaya atau kelembapan, menutupi rasa atau bau yang tidak enak dari obat, serta memudahkan pasien saat menelan obat (swallowability).

Aspek Kunci dan Regulasi Ketat di Indonesia

Beroperasi di Indonesia, industri manufaktur farmasi dihadapkan pada serangkaian regulasi dan tantangan unik yang harus dikelola dengan cermat. Hal ini termasuk peraturan dari BPOM dan standar CPOB, produksi skala produksi, hingga validasi porses.

Berikut adalah penjelasan beberapa aspek regulasi yang perlu diperhatikan ketika mengimplementasikan manufaktur farmasi:

1. Regulasi CPOB / GMP

Cara pembuatan obat yang baik (CPOB) adalah pedoman utama yang dikeluarkan oleh BPOM untuk industri farmasi di Indonesia. CPOB merupakan adopsi dari standar internasional Good Manufacturing Practices (GMP) yang mengatur seluruh aspek produksi. Pedoman ini mencakup desain fasilitas, kualifikasi peralatan, validasi proses, pelatihan personel, dan sistem dokumentasi.

Tujuan utama CPOB adalah memastikan bahwa produk obat diproduksi dan dikendalikan secara konsisten sesuai standar kualitas yang sesuai. Peraturan mengenai standar CPOB ini diatur secara spesifik dalam Peraturan BPOM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik. Sertifikasi CPOB adalah syarat mutlak bagi setiap industri farmasi untuk dapat beroperasi secara legal di Indonesia.

2. Produksi Skala Industri

Mentransfer proses dari skala laboratorium ke produksi industri penuh (scale-up) adalah salah satu tantangan terbesar dalam manufaktur farmasi. Proses yang berhasil di laboratorium belum tentu memberikan hasil yang sama pada skala produksi ribuan liter atau jutaan tablet. Parameter proses harus dioptimalkan dan divalidasi ulang untuk memastikan konsistensi kualitas pada volume besar.

Tantangan ini mencakup aspek teknis seperti dinamika pencampuran di reaktor besar, efisiensi transfer panas, dan keseragaman produk. Untuk beberapa produk khusus atau batch kecil, beberapa perusahaan mungkin mengadopsi model yang mirip dengan job shop untuk fleksibilitas yang lebih tinggi. Manajemen skala produksi memerlukan keahlian rekayasa proses yang mendalam dan investasi teknologi yang signifikan.

3. Validasi Proses

Dalam konteks pharmaceutical manufacturing, validasi proses adalah kegiatan pembuktian yang terdokumentasi bahwa suatu proses, jika dioperasikan dalam parameter yang ditetapkan, akan secara konsisten menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi dan atribut kualitas yang telah ditentukan.

Proses validasi biasanya melibatkan minimal tiga batch produksi berturut-turut yang berhasil membuktikan konsistensi dan reprodusibilitas. Data yang dikumpulkan selama validasi digunakan sebagai bukti ilmiah bahwa proses tersebut andal dan terkendali. Validasi harus dilakukan untuk proses baru dan diulang jika ada perubahan signifikan pada bahan baku, peralatan, atau proses itu sendiri.

Optimalisasi Teknologi dalam Manufaktur Farmasi

Optimalisasi Teknologi dalam Manufaktur FarmasiPerusahaan manufaktur farmasi perlu mengimplementasikan solusi teknologi inovatif yang dapat menunjang proses operasional, seperti IoT, AI, manufactur keberlanjtan, hingga teknologi terbarukan.

Berikut adalah penjelasan beberapa inovasi utama yang dapat dapat diimplementasikan di pharmaceutical manufacturing:

1. Transformasi Digital

Transformasi digital atau Pharma 4.0, merevolusi operasional pabrik pharmaceutical manufacturing. Teknologi seperti internet of things (IoT) memungkinkan pemantauan mesin secara real-time, sementara otomatisasi mengurangi intervensi manual dan potensi kesalahan.

Dengan data digital, perusahaan dapat memperoleh wawasan lebih dalam tentang kinerja produksi. Hal ini memungkinkan penerapan prinsip lean management untuk menghilangkan pemborosan dan mengoptimalkan alur kerja. Integrasi sistem digital menciptakan ekosistem yang lebih responsif dan efisien.

Dalam hal ini, penerapan software manufaktur yang komprehensif menjadi kunci utama dalam mengorkestrasi seluruh data dari lantai produksi secara terpusat.

2. Penerapan Kecerdasan Buatan (AI) serta Data dan Analitik

Artificial Intelligence (AI) dan analisis data canggih menawarkan potensi luar biasa untuk optimalisasi. Machine learning digunakan untuk pemeliharaan prediktif, memprediksi kegagalan peralatan sebelum terjadi, dan mengurangi downtime yang tidak terduga. AI juga menganalisis data produksi dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi pola dan anomali yang tidak terlihat oleh manusia.

Dalam kontrol kualitas, sistem visi komputer berbasis AI dapat memeriksa produk dengan kecepatan dan akurasi lebih tinggi daripada inspeksi manual. Analitik data membantu optimasi proses dengan menyarankan penyesuaian parameter untuk meningkatkan hasil atau mengurangi variabilitas. Pemanfaatan data secara strategis menjadi aset kompetitif yang sangat berharga.

3. Manufaktur Berkelanjutan

Tuntutan terhadap praktik bisnis yang ramah lingkungan semakin meningkat di industri farmasi. Manufaktur berkelanjutan berfokus pada pengurangan jejak karbon, minimalisasi limbah, dan penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Konsep green chemistry mendorong pengembangan proses sintesis yang menggunakan lebih sedikit bahan berbahaya dan menghasilkan limbah lebih sedikit.

Inisiatif keberlanjutan tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat memberikan keuntungan finansial. Efisiensi energi dan pengurangan limbah dapat menurunkan biaya operasional secara signifikan. Selain itu, citra perusahaan sebagai entitas yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan dapat meningkatkan kepercayaan dari investor dan konsumen.

4. Teknologi Baru

Beberapa teknologi manufaktur baru sedang muncul dan berpotensi mengubah lanskap industri. Manufaktur berkelanjutan (continuous manufacturing) adalah salah satu inovasi paling signifikan, di mana proses produksi berjalan tanpa henti dalam satu alur terintegrasi. Teknologi ini menawarkan efisiensi lebih tinggi, waktu produksi lebih singkat, dan jejak fasilitas yang lebih kecil.

Selain itu, kemajuan dalam bidang pengobatan personal (personalized medicine) mendorong pengembangan teknologi manufaktur yang lebih fleksibel. Teknologi seperti pencetakan 3D (3D printing) sedang dieksplorasi untuk membuat obat dengan dosis yang disesuaikan untuk masing-masing pasien. Inovasi-inovasi ini membuka jalan menuju era baru dalam produksi dan pengiriman obat.

Tujuan Utama dan Pentingnya Manufaktur Farmasi

Manufaktur farmasi memiliki tujuan fundamental yang menjadikan kepatuhan mutu dan keamanan produk sebagai inti dari seluruh alur kerja ini. Tujuan ini dapat dilihat mulai dari, memastikan keamanan dan kemanjuran obat, memenuhi standar regulasi, dan menghasilkan obat berkualitas tinggi.

Berikut adalah penjelasan mengenai pentingnya manufaktur farmasi:

1. Memastikan Keamanan dan Kemanjuran Obat

Keamanan produk adalah prioritas tertinggi dalam manufaktur farmasi dengan setiap tahap produksi dirancang untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang, kesalahan dosis, dan keberadaan zat pengotor berbahaya. Setiap batch produk harus melewati serangkaian pengujian ketat untuk memastikan tidak ada efek samping yang tidak diinginkan.

Selain itu, kemanjuran obat juga menjadi fokus utama. Formulasi yang tepat dan proses produksi yang konsisten memastikan bahwa bahan aktif dalam obat dapat bekerja secara optimal di dalam tubuh, memberikan manfaat terapeutik yang diharapkan bagi pasien.

2. Memenuhi Standar Kualitas Regulasi

Industri farmasi di Indonesia diatur oleh badan pemerintah seperti badan pengawas obat dan makanan (BPOM) yang mewajibkan perusahaan manufaktur untuk mematuhi pedoman CPOB. Pedoman ini mencakup semua aspek produksi, mulai dari fasilitas, peralatan, personalia, hingga dokumentasi, dan kepatuhan terhadapnya adalah syarat untuk mendapatkan izin edar produk.

Selain itu, standar kualitas yang diterapkan tidak hanya berlaku di tingkat nasional, tetapi sering kali harus selaras dengan standar internasional, terutama untuk produk yang akan diekspor. Memenuhi standar global ini memungkinkan produk farmasi Indonesia bersaing di pasar dunia dan membangun kepercayaan dari profesional kesehatan serta konsumen.

3. Menghasilkan Obat Berkualitas Tinggi

Kualitas tinggi dalam manufaktur farmasi berarti memastikan konsistensi, kemurnian, dan stabilitas produk. Teknologi canggih dan sistem kontrol kualitas yang terintegrasi digunakan untuk memastikan bahwa setiap tablet, kapsul, atau injeksi memenuhi spesifikasi yang identik. Konsistensi dari batch ke batch sangat penting untuk memastikan pengobatan yang dapat diandalkan.

Selain itu, proses ini didukung oleh personel terlatih dan prosedur operasi standar (SOP) yang terdokumentasi dengan baik. Implementasi SOP produksi manufaktur yang disiplin memastikan tidak ada deviasi dalam alur kerja, sehingga kualitas obat tetap konsisten dari satu batch ke batch berikutnya.

Investasi dalam teknologi dan sumber daya manusia menjadi faktor penentu dalam kemampuan perusahaan untuk secara berkelanjutan menghasilkan obat berkualitas unggul, yang pada akhirnya berdampak langsung pada hasil klinis dan kesehatan pasien.

Jalankan Bisnis Manufaktur Farmasi Anda dengan Software Manufaktur ScaleOcean

Software manufaktur ScaleOcean dapat membantu optimalkan tahapan formulasi dan pengolahan dalam proses produksi bisnis farmasi. Dengan integrasi yang mulus antara modul manajemen resep (BOM), pelacakan batch, dan kontrol kualitas terintegrasi, ScaleOcean memungkinkan pabrik farmasi untuk meningkatkan efisiensi serta akurasi di setiap langkah pembuatan obat.

Sistem ini secara otomatis memantau aliran bahan baku serta masa kedaluwarsa dan memastikan bahwa setiap zat aktif tersedia tepat waktu sesuai standar keamanan. Selain itu, ScaleOcean menyediakan pelaporan real-time yang mendukung kepatuhan terhadap regulasi CPOB (cara pembuatan obat yang baik), membantu manajer membuat keputusan berbasis data yang lebih cepat dan tepat.

Kustomisasi yang fleksibel memungkinkan perusahaan farmasi menyesuaikan sistem sesuai dengan kebutuhan spesifik, mulai dari pengelolaan sterilitas mesin hingga pemantauan kualitas produk akhir secara ketat. Tidak hanya itu, ScaleOcean juga menyediakan layanan konsultasi dan demo gratis sehingga Anda dapat melihat bagaimana software manufaktur ini mendukung pertumbuhan dan daya saing di industri farmasi yang kompetitif.

Berikut fitur utama software manufaktur ScaleOcean lainnya:

  • Real-time production mMonitoring: Memantau kinerja produksi secara langsung melalui dasbor analitik yang kuat. Fitur ini memungkinkan manajer produksi untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah lebih awal
  • Integrated batch tracking: Memfasilitasi pelacakan batch produksi secara otomatis. Dengan sistem ini, setiap batch produksi dapat dipantau dari awal hingga akhir, memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap CPOB.
  • Quality management module: Memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas tertinggi. Fitur ini mencakup kontrol kualitas yang terintegrasi pada setiap tahapan produksi, mulai dari bahan baku hingga produk jadi.
  • Bill of materials (BOM) management: Mengelola daftar bahan baku dan komponen yang diperlukan untuk produksi. Dengan modul ini, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan menghindari pemborosan.
  • Expiry tracking: Melacak masa kedaluwarsa bahan baku dan produk jadi untuk memastikan distribusi yang aman dan sesuai dengan regulasi. Fitur ini memudahkan perusahaan untuk mengelola stok bahan baku dan produk dengan batas kedaluwarsa.
  • Comprehensive reporting: Membuat laporan produksi dan kualitas secara otomatis, siap digunakan untuk keperluan audit kapan saja. Laporan ini menyediakan data yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan strategis.

Kesimpulan

Pharmaceutical manufacturing adalah proses produksi obat-obatan dalam skala industri yang bertujuan menghasilkan produk yang aman, efektif, dan berkualitas tinggi. Setiap tahapannya, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengemasan, dilakukan dengan ketelitian dan kepatuhan terhadap standar mutu serta regulasi seperti CPOB untuk memastikan keamanan dan konsistensi produk akhir.

Setiap proses yang terjadi di dalam pabrik pharmaceutical manufacturing harus dipastikan berjalan dengan tepat, efisien, dan akurat agar kualitas produksinya selalu terjaga. Anda bisa memanfaatkan teknologi manajemen proses manufaktur seperti software manufaktur dari ScaleOcean.

Dengan software manufaktur ScaleOcean, Anda dapat mengelola proses produksi obat-obatan dengan lebih efisien dengan tetap memastikan kepatuhan CPOB, serta memperkuat daya saing di industri farmasi. Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut cara kerja dari software ini, Anda bisa jadwalkan sesi demo gratis dengan tim ahli ScaleOcean sekarang.

FAQ:

1. Apa itu pharmaceutical manufacturing?

Manufaktur farmasi adalah proses sintesis obat-obatan pada skala industri sebagai bagian dari industri farmasi. Proses pembuatan suatu obat dapat dibagi menjadi serangkaian unit operasi, seperti penggilingan, granulasi, pelapisan, pembuatan tablet, dll.

2. Apa tujuan utama dari proses manufaktur farmasi?

Tujuan utamanya adalah menghasilkan obat yang aman digunakan, berkualitas sesuai standar, konsisten setiap batch, dan memenuhi regulasi seperti GMP/CPOB.

3. Apa risiko terbesar dalam manufaktur farmasi?

Risiko utama meliputi kontaminasi silang, kesalahan penimbangan bahan, ketidaksesuaian proses, kegagalan stabilitas produk, dan kesalahan label/packaging mix-up.

Lara Zafira Rifta
Lara Zafira Rifta
Lara adalah penulis konten dengan 1 tahun pengalaman dalam membuat artikel SEO seputar bisnis, akuntansi, dan operasional. Ia terbiasa menulis konten yang jelas, informatif, dan sesuai kebutuhan brand.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap