Dalam bisnis distribusi, apa yang dimaksud distribusi tidak langsung merujuk pada proses penyaluran dari produsen menuju konsumen akhir tanpa melalui perantara. Konsep tersebut penting dipahami karena dapat mengoptimalkan rantai pasokan, meningkatkan efisiensi, dan meminimalkan biaya.
Selain itu, dengan menggunakan saluran distribusi tidak langsung yang efisien, perusahaan dapat menekan biaya operasional serta mempercepat waktu penyebaran produk ke pasar. Melalui artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai apa yang dimaksud distribusi tidak langsung dan contohnya untuk meningkatkan daya saing perusahaan Anda.
- Distribusi tidak langsung adalah metode penyaluran produk melalui perantara seperti pengecer atau agen untuk memperluas jangkauan dan efisiensi biaya.
- Keuntungan distribusi tidak langsung meliputi peningkatan jangkauan pasar, fokus pada operasi inti, efisiensi biaya, pengelolaan risiko, serta fleksibilitas dalam skala bisnis.
- Contoh saluran distribusi tidak langsung adalah distributor, pengecer, agen, pedagang grosir, franchise, konsultan penjualan, dan online marketplace yang memperluas jangkauan bisnis.
- Software distribusi ScaleOcean dapat membantu mengoptimalkan proses distribusi tidak langsung dengan fitur manajemen inventaris dan pelacakan pesanan yang efisien.
1. Apa yang Dimaksud Distribusi Tidak Langsung?
Distribusi tidak langsung adalah metode penyaluran produk di mana produsen menggunakan pihak perantara, seperti grosir, agen, atau pengecer, untuk menyalurkan barang ke konsumen akhir. Dalam model distribusi ini, produsen tidak berinteraksi langsung dengan pembeli, melainkan memanfaatkan jaringan distribusi pihak ketiga agar produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas secara efisien.
Dengan melibatkan perantara, produsen dapat mengurangi risiko terkait dengan stok barang, pemrosesan pesanan, dan pengiriman produk kepada konsumen. Selain itu, penerapan proses ini juga memberikan fleksibilitas bagi produsen untuk fokus pada kegiatan inti bisnis, seperti penelitian dan pengembangan produk.
2. Keuntungan Distribusi Tidak Langsung
Distribusi tidak langsung menawarkan berbagai keuntungan bagi perusahaan yang ingin memperluas jangkauan pasar dengan strategi distribusi efektif tanpa harus terlibat langsung dalam setiap aspek pengiriman produk. Berikut ini beberapa keuntungan penggunaan metode ini untuk memaksimalkan potensi bisnis Anda:
a. Meningkatkan Jangkauan Pasar
Dengan mengandalkan pihak ketiga tertentu untuk menangani segala pengiriman barang perusahaan, bisnis dapat dengan mudah menjangkau pelanggan di lokasi-lokasi terpencil.
Hal ini dikarenakan masing-masing mitra pengiriman cenderung memiliki keahlian terhadap jaringan di wilayah tertentu, sehingga memungkinkan proses pengiriman yang lebih optimal dari metode lain seperti metode semi langsung.
b. Berfokus pada Operasi inti Perusahaan
Dikarenakan distribusi dilakukan secara tidak langsung, yakni dialihkan kepada pihak luar, perusahaan dapat mengarahkan fokusnya kepada operasi inti. Contohnya, jika perusahaan merupakan perusahaan manufaktur FMCG, bisnis sebagian besar hanya perlu melakukan investasi untuk meningkatkan efisiensi produksinya dan tidak perlu terlalu mengkhawatirkan pengiriman.
c. Meningkatkan Efisiensi Biaya Operasional
Membangun jaringan sendiri merupakan sebuah proses yang tidak hanya akan memakan waktu, tetapi juga membutuhkan investasi besar terhadap perektrutan dan pelatihan karyawan, serta juga akuisisi fasilitas. Dengan menggunakan mitra pengiriman, perusahaan hanya perlu membayar mereka untuk memungkinkan distribusi kepada pelanggan.
Dilansir dari infomineo, distribusi tidak langsung dapat membantu perusahaan mengurangi biaya operasional awal, karena perantara biasanya sudah memiliki fasilitas gudang, logistik, dan tenaga penjualan, yang berarti produsen tidak perlu mengeluarkan investasi besar untuk membangun jaringan distribusi sendiri.
d. Pengelolaan Risiko Lebih Baik
Dengan distribusi tidak langsung, perusahaan dapat mengalihkan sebagian risiko operasional kepada mitra distribusi. Risiko seperti keterlambatan pengiriman, kerusakan barang, atau kesalahan logistik dapat diminimalkan, sehingga perusahaan tetap fokus pada produksi dan strategi utama. Proses berikut terutama lebih optimal lagi bila sebuah sistem manajemen distribusi diterapkan ke dalam operasi bisnis.
e. Meningkatkan Efisiensi Pengiriman
Mitra distribusi biasanya memiliki jaringan logistik yang matang dan pengalaman wilayah. Hal ini memungkinkan pengiriman lebih cepat, tepat waktu, dan hemat biaya dibandingkan perusahaan membangun sistem sendiri, sehingga pelanggan menerima produk lebih efisien.
f. Mampu Berskala dengan Perusahaan
erusahaan berskala nasional dan multinasional cenderung menggunakan metode tidak langsung dikarenakan ukuran dan cakupan pelanggannya yang luas. Hal ini dikarenakan bila perusahaan mengalami perkembangan, mereka hanya perlu meningkatkan jumlah mitra distribusi yang diajak untuk bekerja sama.
Namun, penting untuk memahami beda metode langsung dan tidak langsung agar Anda dapat menggunakan metode yang paling sesuai dengan strategi bisnis. Metode distribusi tidak langsung, meskipun kehilangan sebagian kontrol, memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar lebih cepat dengan mengandalkan mitra yang memiliki pengetahuan lokal dan jaringan yang luas.
g. Mendapatkan Keahlian dan Wawasan Pasar dari Mitra
Pihak pengiriman ketiga yang beroperasi pada wilayah spesifik biasanya memiliki pemahaman mendalam mengenai strategi optimal dan tantangan yang mungkin muncul selama proses berlangsung pada wilayah tersebut.
Dengan adanya pemahaman dan wawasan luas terkait pasar dari mirta tersebut, perusahaan dapat merancang rencana lebih optimal untuk memastikan pengiriman tepat waktu.
h. Membangun Hubungan Kerja Sama
Setiap perusahaan di dunia tentunya berfokus pada operasional jangka panjang, sehingga sangat penting untuk memiliki hubungan kerja sama yang solid untuk memastikan keberlangsungan bisnis. Adanya kerja sama berulang ini memunculkan negosiasi kontrak yang lebih menguntungkan, serta meningkatkan kepercayaan kinerja kedua pihak.
i. Akses Informasi Pasar Lokal
Melalui mitra distribusi, perusahaan mendapatkan data dan wawasan mengenai preferensi konsumen lokal, tren permintaan, dan kondisi pasar spesifik. Informasi ini membantu pengambilan keputusan strategis dan penyesuaian produk agar lebih tepat sasaran di tiap wilayah.
Baca juga: Manajemen Distribusi Fisik Adalah: Ketahui Arti dan Manfaatnya
3. Kekurangan Distribusi Tidak Langsung
Kekurangan distribusi tidak langsung terletak pada biaya yang cenderung lebih tinggi karena keuntungan harus dibagi dengan pihak perantara seperti agen, grosir, atau pengecer. Selain itu, produsen memiliki kendali yang terbatas terhadap cara produk dipasarkan dan dijual, sehingga dapat memengaruhi citra maupun strategi penjualan.
Berikut penjelasan lebih detailnya apa saja kekurangan dari distribusi tidak langsung:
a. Kontrol Lebih Rendah
Dengan mengarahkan sepenuhnya pengiriman kepada mitra, perusahaan akan hilang kontrol atas proses tersebut bila dibandingkan dengan metode langsung. Alasan ini lah yang menjadikan pemilihan mitra suatu proses yang kritis, yakni untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kendala.
b. Proses Pengerjaan Lebih Lama
Pengiriman melalui jenis saluran distribusi berikut cenderung memakan waktu yang lebih lama dikarenakan banyaknya proses administrasi yang perlu dilalui terlebih dahulu. Maka dari itu, bisnis harus mahir dalam menjadwalkan pengiriman barang demi memastikan adanya waktu memadai antara proses pengajuan dan proses eksekusi distribusi.
c. Biaya Lebih Tinggi
Penggunaan jenis distribusi ini memang mampu meningkatkan biaya operasional, namun hanya pada jangka pendek. Semakin besar cakupan perusahaan, semakin besar juga biaya yang perlu dibayar ke mitra. Meskipun begitu, perusahaan di dunia tetap memilih metode berikut dikarenakan proses pembangunan jalur logistik yang memakan waktu.
Dengan menggunakan ScaleOcean ERP, perusahaan dapat mengoptimalkan distribusi tidak langsung melalui integrasi sistem yang efisien. Solusi kami membantu mengurangi biaya operasional, meningkatkan kontrol, dan mempercepat proses pengiriman. Coba demo gratis kami untuk melihat bagaimana ScaleOcean mendukung kesuksesan bisnis Anda.
4. Contoh Distribusi Tidak Langsung
Dalam bisnis, proses penyaluran tidak langsung telah menjadi strategi yang umum digunakan oleh banyak perusahaan untuk memperluas jangkauan produk dengan melibatkan berbagai perantara bisnis.
Perantara tersebut mencakup berbagai model bisnis yang berbeda, mulai dari yang membeli produk untuk dijual kembali atau yang bertindak sebagai produsen dalam proses negosiasi penjualan.
Berikut ini beberapa contoh distribusi tidak langsung yang perlu Anda ketahui untuk mengoptimalkan kinerja operasional bisnis Anda:
a. Distributor
Salah satu contoh saluran distribusi tidak langsung adalah distributor. Distributor berperan sebagai perantara yang membeli produk dalam jumlah besar dari produsen dan menjual kembali kepada pengecer dengan margin keuntungan tertentu.
Pihak ini memiliki peran penting dalam memfasilitasi aliran produk dari produsen ke pasar, terutama dalam industri yang membutuhkan proses dalam skala besar. Distributor sering kali memiliki jaringan yang luas, memungkinkan bisnis untuk menjangkau berbagai wilayah geografis dan mencapai lebih banyak konsumen.
b. Pengecer
Terdapat juga pengecer yang merujuk pada tempat penjualan langsung kepada konsumen akhir. Pengecer dapat berupa toko fisik, toko online, atau saluran ritel lainnya yang menjual produk langsung kepada individu atau rumah tangga.
Pihak satu ini memiliki peran penting dalam menyediakan akses langsung ke produk bagi konsumen, serta memberikan pengalaman belanja yang nyaman dan terpercaya. Pengecer sering kali memiliki pengetahuan yang mendalam tentang preferensi konsumen dan dapat memainkan peran penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian.
c. Agen
Berikutnya, agen merujuk pada perwakilan penjualan independen yang bertindak atas nama produsen untuk menjual produk kepada pengecer atau konsumen akhir. Agen cenderung menerima komisi atas penjualan yang berhasil dan memainkan peran penting dalam memperluas jangkauan produk di pasar tertentu.
Pihak ini membantu dalam memfasilitasi transaksi antara produsen dan pengecer atau konsumen akhir, serta menyediakan informasi tentang pasar dan tren terbaru kepada produsen. Selain itu, pihak agen juga dapat beroperasi di tingkat lokal, regional, atau bahkan nasional, tergantung pada skala atau jaringan bisnisnya.
d. Pedagang Grosir
Pedagang grosir adalah pihak yang membeli produk dalam jumlah besar dari produsen atau distributor yang mana produk tersebut akan dijual kembali dengan margin keuntungan. Pedagang grosir biasanya beroperasi dalam skala yang lebih besar daripada pengecer dan menyediakan produk dalam jumlah yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan bisnis.
Pihak ini memainkan peran penting dalam rantai pasokan, terutama dalam industri yang membutuhkan proses skala besar. Dengan harga kompetitif dalam proses penawaran produk tersebut, pedagang grosir akan memperlancar proses aliran produk dari produsen ke konsumen.
e. Konsultan Penjualan
Konsultan penjualan bertindak sebagai pihak ketiga yang membantu produsen atau distributor dalam memasarkan dan menjual produk. Mereka memberikan strategi, analisis pasar, serta rekomendasi untuk meningkatkan penjualan, sekaligus memfasilitasi hubungan dengan pengecer atau konsumen akhir.
5. Metode yang Bisa Diterapkan dalam Model Distribusi Tidak Langsung
Distribusi tidak langsung melibatkan perantara dalam proses pengiriman produk dari produsen ke konsumen. Berbagai metode dapat diterapkan untuk memfasilitasi proses ini, di antaranya:
a. Distributor Independen
Distributor independen membeli produk dari produsen dan menjualnya ke pengecer atau konsumen. Model ini memungkinkan produsen memperluas pasar tanpa terlibat langsung dalam distribusi. Meskipun tidak mengontrol distribusi logistik sepenuhnya, distributor independen membantu mempercepat pengiriman produk.
b. Agen atau Perwakilan Penjualan
Agen atau perwakilan penjualan bertindak sebagai penghubung antara produsen dan pasar. Mereka menjual produk ke pengecer atau konsumen berdasarkan komisi. Metode ini ideal bagi produsen yang ingin memperluas jaringan pasar tanpa membangun tim penjualan internal, mengurangi biaya operasional.
c. Kemitraan Distribusi
Kemitraan distribusi melibatkan kolaborasi jangka panjang antara produsen dan distributor. Dengan berbagi sumber daya dan akses pasar, kedua pihak mengembangkan pasar bersama-sama. Kemitraan ini meningkatkan efisiensi distribusi dan memberikan keuntungan bersama, serta memperkuat hubungan dengan pelanggan.
d. Rantai Pemasok Modern
Rantai pemasok modern menghubungkan produsen dengan pusat distribusi yang mengelola pengiriman ke pengecer. Sistem ini mempermudah pengelolaan stok dan mempercepat pengiriman. Selain itu, pusat distribusi mengurangi biaya logistik dengan mengoptimalkan penyimpanan barang di lokasi strategis untuk efisiensi operasional.
c. Franchise
Model franchise memungkinkan pemilik waralaba menjual produk dari produsen utama. Produsen memberikan merek, pedoman, dan dukungan operasional. Dengan cara ini, produsen dapat memperluas pasar tanpa investasi langsung, sementara pemilik waralaba mengelola operasional dengan risiko lebih rendah.
d. Pusat Distribusi Regional
Pusat distribusi regional mengumpulkan produk dari produsen untuk kemudian mendistribusikan ke berbagai wilayah. Sistem ini mengoptimalkan pengiriman dan mengurangi biaya logistik dengan memusatkan penyimpanan di satu titik. Model ini cocok untuk perusahaan yang beroperasi dalam skala nasional atau regional.
e. Konsorsium Distribusi
Konsorsium distribusi adalah kerjasama antara beberapa perusahaan untuk berbagi sumber daya dan memperluas pasar. Dengan berbagi biaya distribusi, perusahaan dapat mengurangi beban logistik dan meningkatkan daya saing. Ini menjadi pilihan yang efisien untuk perusahaan yang ingin mengurangi biaya dan memperkuat pasar.
f. Distribusi Online
Distribusi online menggunakan platform e-commerce untuk menjual produk langsung ke konsumen atau pengecer. Dengan platform ini, produsen dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan mengurangi biaya distribusi. Distribusi online juga memungkinkan manajemen inventaris yang lebih efisien dan mempercepat pengiriman barang.
6. Kesimpulan
Distribusi tidak langsung adalah metode penyaluran produk yang melibatkan perantara, seperti distributor, agen, atau pengecer, untuk menghubungkan produsen dengan konsumen akhir. Metode ini memungkinkan produsen memperluas jangkauan pasar tanpa harus terlibat langsung dalam proses pengiriman atau penjualan produk.
Penting untuk memahami bahwa distribusi tidak langsung memberikan berbagai keuntungan, seperti peningkatan efisiensi biaya operasional, pengelolaan risiko yang lebih baik, serta kemampuan untuk menjangkau pasar lebih luas. Meskipun kontrol atas distribusi lebih rendah, fleksibilitas yang ditawarkan sangat bermanfaat.
Namun, agar proses ini berjalan optimal, perusahaan memerlukan dukungan teknologi untuk memantau kinerja mitra, mengelola stok, serta memastikan pengiriman berlangsung tepat waktu dan transparan. Software distributor ScaleOcean adalah solusi digital yang membantu perusahaan mengelola distribusi tidak langsung secara efisien.
Dengan fitur seperti manajemen inventaris, pelacakan pesanan real-time, dan analisis kinerja mitra, ScaleOcean memungkinkan bisnis meningkatkan kontrol dan produktivitas dalam rantai pasokannya. ScaleOcean juga menawarkan layanan demo gratis yang dirancang untuk membantu Anda memahami cara sistem ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda.
FAQ:
1. Apa contoh distribusi tidak langsung?
Contoh distribusi tidak langsung termasuk produk minuman ringan yang diproduksi oleh pabrik dan didistribusikan ke minimarket melalui distributor, serta produk lain yang melalui perantara seperti agen, grosir, dan pengecer sebelum sampai ke konsumen.
2. Apa kelebihan distribusi tidak langsung?
Kelebihan distribusi tidak langsung adalah efisiensi operasional dan kemampuan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan menggunakan perantara, produk dapat ditempatkan di banyak titik penjualan, memperluas cakupan pasar.
3. Apa saja kekurangan dari distribusi tidak langsung?
Kekurangan distribusi tidak langsung termasuk jarak yang tercipta antara produsen dan konsumen, yang dapat meningkatkan waktu pengiriman. Selain itu, kontrol terhadap pengalaman pelanggan terbatas dan lebih sulit membangun loyalitas merek tanpa interaksi langsung.





