Apa itu Work Breakdown Structure (WBS)? Arti dan Contohnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Dalam proyek, memahami apa itu work breakdown structure (WBS) merupakan sebuah strategi yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengerjaan proyek. WBS proyek adalah suatu cara untuk memecah proyek besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang memudahkan manajemen proyek dan pelaksanaannya.

Dengan pendekatan yang sistematis, WBS dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi semua tugas yang diperlukan, mengalokasikan sumber daya dengan bijak, dan memonitor kemajuan proyek secara berkala. Artikel ini akan membahas mengenai apa itu work breakdown structure (WBS) serta contoh contoh WBS dalam manajemen proyek.

starsKey Takeaways
  • Work Breakdown Structure (WBS) adalah penguraian hierarkis pekerjaan proyek menjadi bagian-bagian kecil, dengan fokus pada hasil akhir untuk mencapai tujuan proyek secara keseluruhan.
  • WBS bermanfaat karena mempermudah pengelolaan, memperjelas ruang lingkup, meningkatkan akurasi estimasi, dan memudahkan pelacakan kemajuan proyek.
  • Software project management ScaleOcean membantu tim merencanakan, mengelola, dan memantau proyek secara terintegrasi dan real time.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Work Breakdown Structure?

Work breakdown structure (WBS) adalah teknik dalam manajemen proyek yang membagi proyek besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. Setiap komponen disusun secara terstruktur untuk menggambarkan ruang lingkup proyek, mulai dari tujuan utama hingga rincian aktivitas terkecil yang harus diselesaikan.

WBS juga berfungsi dalam perencanaan dan pengendalian proyek. Dengan struktur yang sistematis, Anda dapat menetapkan jadwal, alokasi sumber daya, serta anggaran dengan lebih akurat. Pembagian pekerjaan menjadi unit-unit yang terukur membuat proses pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kemajuan proyek menjadi lebih mudah dan efisien.

2. Apa Karakteristik Utama Work Breakdown Structure?

Karakteristik utama Work Breakdown Structure (WBS) terletak pada strukturnya yang sistematis dan berfokus pada hasil, sehingga seluruh ruang lingkup proyek dapat dikelola secara jelas, terukur, dan tanpa tumpang tindih antarpekerjaan. Berikut penjelasan tiap karakteristik utamanya:

  • Struktur Hierarkis: Informasi disusun dalam bentuk pohon yang memecah proyek besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih jelas dan terorganisir.
  • Aturan 100%: Semua pekerjaan pada level bawah harus mencakup 100% dari ruang lingkup tugas di atasnya, tanpa kekurangan atau kelebihan.
  • Fokus pada Output: Setiap elemen harus menggambarkan hasil akhir (deliverables), bukan aktivitas atau langkah-langkah kerja.
  • Paket Pekerjaan: Detail pekerjaan dicatat pada level terkecil yang dapat diukur, dihitung biayanya, dan jelas delegasinya kepada tim.
  • Definisi Ruang Lingkup Total: WBS menjadi panduan yang mencakup semua pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.
  • Pilar Pengendalian Proyek: WBS mendasari penentuan jadwal, alokasi anggaran, dan pemantauan progres proyek di lapangan.

3. Apa Manfaat Work Breakdown Structure?

Work breakdown structure (WBS) membantu memecah proyek besar menjadi tugas kecil yang lebih mudah dikelola, serta meningkatkan komunikasi dan akuntabilitas antar tim. Dengan demikian, WBS memungkinkan tim untuk mengatur pekerjaan secara lebih terstruktur, sehingga proyek dapat diselesaikan dengan lebih efisien. Berikut penjelasan mengenai manfaatnya.

a. Mempermudah Pengelolaan

Dengan membagi proyek besar menjadi bagian-bagian kecil yang terdefinisi, struktur rincian kerja membuat pengelolaan tugas lebih sederhana dan terarah. Setiap komponen dapat dipantau secara individual, sehingga memudahkan koordinasi antaranggota tim dan pengendalian terhadap perubahan yang terjadi.

b. Memperjelas Ruang Lingkup

WBS membantu seluruh tim memahami batasan dan tujuan pekerjaan secara jelas. Dengan pembagian yang terstruktur, semua pihak memiliki persepsi yang sama tentang apa yang harus dicapai, sehingga mengurangi risiko kesalahpahaman dalam pelaksanaan proyek.

c. Meningkatkan Akurasi Estimasi

Melalui penguraian pekerjaan menjadi unit-unit yang lebih kecil, estimasi biaya, waktu, dan sumber daya dapat dilakukan dengan lebih realistis. Hal ini memungkinkan manajer proyek membuat rencana yang lebih akurat dan efisien dalam penggunaan sumber daya.

d. Mencegah Scope Creep

Dengan ruang lingkup yang terdokumentasi secara rinci, WBS manajemen proyek membantu menjaga fokus tim agar tetap pada pekerjaan yang telah direncanakan. Struktur ini berfungsi sebagai acuan untuk mencegah penambahan pekerjaan di luar kesepakatan awal proyek.

e. Mempermudah Pelacakan dan Pemantauan

WBS menyediakan kerangka kerja yang memudahkan pemantauan kemajuan proyek. Setiap bagian pekerjaan dapat dievaluasi secara terpisah, sehingga manajer proyek dapat dengan cepat mengidentifikasi kendala dan melakukan penyesuaian bila diperlukan.

4. Komponen dalam WBS Proyek

Bagi perusahaan, WBS berperan penting untuk memastikan semua aspek proyek terencana dan terorganisir dengan baik. WBS memecah proyek menjadi komponen kerja yang lebih kecil. Untuk bisa berfungsi dengan baik, tentunya ada sejumlah aspek penting yang perlu termuat dalam dokumen ini. Beberapa di antaranya yaitu:

a. Deskripsi Tugas Kerja

Deskripsi tugas berisi rincian mengenai aktivitas yang harus dilakukan dalam setiap paket kerja. Ini termasuk langkah-langkah yang perlu diambil, sumber daya atau alat berat yang diperlukan, dan siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya.

b. Status Tugas

Status tugas mencatat kemajuan setiap paket kerja dalam WBS. Komponen ini menunjukkan apakah suatu tugas sudah dimulai, sedang berlangsung, atau telah selesai. Memantau status tugas memungkinkan tim untuk mengidentifikasi kemajuan proyek secara real time dan mengetahui area yang memerlukan perhatian lebih.

c. Project Deliverables

Komponen yang tidak kalah penting adalah risiko kerja. Ini berisi identifikasi dan analisis potensi masalah atau hambatan yang mungkin mempengaruhi penyelesaian paket kerja atau proyek secara menyeluruh. Dengan adanya identifikasi risiko membantu tim proyek untuk mengatur strategi mitigasi dan kontingensi yang dapat meminimalkan dampak negatifnya terhadap jadwal dan anggaran proyek.

d. Paket Kerja

Kemudian ada paket kerja yang merupakan elemen dalam WBS untuk menjelaskan adanya blok pekerjaan yang dapat dikelola dan dijadikan tanggung jawab spesifik bagi anggota tim atau kelompok. Setiap paket kerja harus memiliki tujuan yang jelas dan kriteria penyelesaian yang terdefinisi. Jadi, proses penilaian kemajuan dan kinerja pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah.

e. Estimasi Waktu dan Biaya

Estimasi waktu dan biaya merupakan komponen penting dalam WBS yang melibatkan penentuan berapa lama dan berapa biaya yang akan diperlukan untuk menyelesaikan setiap paket kerja dan tugas. Estimasi ini harus berdasarkan analisis yang cermat dan realistis, serta memperhitungkan sumber daya yang tersedia dan potensi hambatan.

f. Tingkat Tertinggi (Level 1)

Tingkat tertinggi dalam WBS membagi proyek menjadi komponen besar yang mencakup seluruh ruang lingkup proyek. Komponen ini kemudian dipecah lebih lanjut menjadi sub-komponen kecil (level 2 dan 3), memberi gambaran umum tentang struktur proyek dan memudahkan pemantauan serta koordinasi di seluruh tim.

g. Penanggung Jawab

Setiap paket pekerjaan dalam WBS perlu memiliki penanggung jawab yang jelas, baik itu individu atau tim. Ini memastikan akuntabilitas dalam menyelesaikan tugas, memudahkan alokasi sumber daya manusia, dan memastikan koordinasi yang terarah dan terukur di setiap elemen proyek.

5. Cara Membuat WBS Proyek

Cara membuat WBS perlu melalui proses yang sistematis dan perencanaan yang cermat. Berikut langkah-langkah utama dalam pembuatan WBS proyek yang harus Anda pahami.

a. Pahami Ruang Lingkup Proyek

Langkah pertama adalah memahami dengan jelas ruang lingkup proyek. Hal ini melibatkan penentuan tujuan, sasaran, dan hasil yang diharapkan dari proyek. Memahami ruang lingkup proyek akan membantu tim untuk mengidentifikasi semua pekerjaan yang perlu dilakukan, serta membatasi pekerjaan yang tidak termasuk dalam proyek.

b. Identifikasi Output Utama

Setelah ruang lingkup proyek dipahami, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi output utama dari proyek. Output ini bisa berupa produk, layanan, atau hasil lain yang diinginkan. Dengan mengidentifikasi output utama, perusahaan dapat lebih mudah menargetkan apa yang perlu dicapai dan menentukan pekerjaan yang diperlukan untuk menghasilkan output tersebut.

c. Bagi Output Menjadi Komponen Kecil

Output utama dibagi menjadi komponen atau paket kerja yang lebih kecil, atau work package, untuk memudahkan pengelolaan dan penugasan. Work package memungkinkan estimasi biaya dan waktu yang akurat, serta penetapan penanggung jawab yang jelas. Pembagian ini harus terorganisir agar setiap komponen dapat dikelola secara mandiri dan memiliki tujuan yang jelas.

d. Gunakan Struktur Hierarkis

WBS harus diorganisir dalam struktur hierarkis, dimana yang paling atas adalah tingkat yang paling umum hingga detail yang paling spesifik berada di bawah. Struktur ini diperlukan agar ada visualisasi yang jelas dari hubungan antara berbagai komponen proyek dan memudahkan pemantauan dan kontrol proyek.

e. Libatkan Tim Proyek

Cara membuat WBS perlu melibatkan seluruh tim proyek. Tujuannya agar semua aspek pekerjaan diidentifikasi dengan baik dan ada pemahaman yang sama tentang apa yang harus dilakukan. Langkah ini juga memungkinkan tim untuk berkontribusi dengan pengetahuan dan keahlian spesifik mereka, yang dapat meningkatkan akurasi WBS.

f. Tinjau dan Validasi WBS

Langkah terakhir dalam cara membuat WBS adalah meninjau dan memvalidasi struktur yang telah dibuat. Cek apakah semua pekerjaan yang diperlukan telah dicatat dan apakah pembagian tugas juga sudah masuk akal.

6. Contoh WBS dalam Manajemen Proyek

Untuk memudahkan Anda dalam mendapatkan gambaran contoh WBS, berikut kami berikan contohnya dalam manajemen proyek konstruksi.

Contoh WBS dalam Manajemen Proyek

Berdasarkan gambar diatas, kegiatan dalam proyek pembangunan kantor meliputi persiapan, pelaksanaan proyek, instalasi mekanis dan teknis dalam bangunan, dan kegiatan finishing dalam konstruksi. Tugas-tugas tersebut dibagikan ke beberapa orang yang masing-masing mendapatkan tugas yang berbeda.

Misalnya, tahap persiapan proyek konstruksi membutuhkan 50 pekerja. Pembelian bahan baku dapat dilakukan oleh 5 orang, pembuatan desain melibatkan 5 orang, dan pembangunan pondasi dilaksanakan oleh 40 orang.

Namun, pengelolaan tugas-tugas tersebut bisa menjadi kompleks tanpa sistem yang terintegrasi. Di sinilah ScaleOcean Project Management Software berperan penting. Dengan sistem yang memungkinkan perencanaan, pengelolaan, dan pemantauan proyek secara terintegrasi dan real-time, software ini memfasilitasi pembagian tugas dan pemantauan progres antara berbagai tim.

Seperti pada contoh WBS, di mana setiap tugas memiliki penanggung jawab yang jelas, ScaleOcean memastikan setiap anggota tim dapat memantau alokasi sumber daya dan kemajuan pekerjaan mereka langsung dari platform. Sistem ini memudahkan koordinasi lintas departemen, memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan anggaran, serta meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan proyek.

7. Kesimpulan

Work Breakdown Structure (WBS) adalah metode manajemen proyek yang berfungsi untuk memecah proyek besar menjadi bagian-bagian kecil yang terstruktur secara hierarkis. Dengan ini, setiap pekerjaan dapat diidentifikasi, direncanakan, dan dikendalikan dengan lebih efektif.

WBS membantu tim memahami ruang lingkup proyek secara menyeluruh dan memastikan seluruh kegiatan terarah pada pencapaian tujuan utama. Dengan struktur kerja yang jelas, risiko keterlambatan dan pemborosan sumber daya dapat diminimalkan, sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai anggaran.

Oleh karena itu, implementasi software project management menjadi langkah penting untuk memastikan semua proses berjalan terintegrasi. Software seperti ScaleOcean membantu tim merencanakan, mengatur, dan memantau setiap komponen proyek secara real time melalui tampilan yang intuitif dan data yang akurat.

Jika Anda ingin meningkatkan efektivitas pengelolaan proyek dan melihat langsung bagaimana sistem ini bekerja, coba demo gratis ScaleOcean sekarang dan cari tahu kemudahan dalam mengelola proyek dari awal hingga selesai secara profesional dan efisien.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan work breakdown structure?

Work Breakdown Structure adalah alat dalam manajemen proyek yang digunakan untuk memecah proyek besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. Bagian-bagian ini diatur secara hierarkis, sehingga setiap elemen proyek dapat dipantau dan dikelola dengan lebih efisien.

2. Apa manfaat dari WBS?

WBS berfungsi menyederhanakan proyek kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. Dengan struktur yang jelas, manajer proyek dapat meningkatkan akurasi estimasi biaya dan jadwal, mencegah perluasan ruang lingkup (scope creep), serta meminimalkan risiko melalui koordinasi tim yang lebih efektif demi mencapai tujuan proyek secara efisien.

3. Bagaimana cara membuat WBS yang baik?

Langkah-langkah Membuat WBS yang Efektif:
1. Identifikasi Deliverables: Tentukan hasil utama proyek.
2. Dekomposisi Tugas: Pecah deliverables menjadi work packages.
3. Libatkan Tim: Diskusikan dengan tim untuk akurasi.
4. Pilih Struktur Hierarkis: Gunakan diagram pohon atau tabel untuk visualisasi.
5. Detailkan Paket Pekerjaan: Tentukan penanggung jawab, durasi, dan sumber daya.
6. Validasi & Standarisasi: Tinjau WBS bersama pemangku kepentingan untuk memastikan kesesuaian.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap