Pahami Business Process Outsourcing (BPO) untuk Efisiensi Bisnis

Posted on
Share artikel ini

Pihak manajemen SDM sudah tidak asing dengan kompleksitas perhitungan PPh 21 dan BPJS karena UU Cipta Kerja yang sering berubah. Oleh karena itu, strategi business process outsourcing merupakan salah satu alternatif untuk mejaga efisiensi bisnis.

Jika perhitungan gaji dan pajak dibiarkan manual dan tidak akurat, maka perusahaan dapat menghadapi sanksi denda. Untuk mengatasinya, BPO hadir sebagai solusi otomatisasi penggajian yang akurat dan mitigasi risiko ketenagakerjaan.

Solusi ini memastikan kepatuhan aturan dilakukan tepat waktu dan mencegah tuntutan hukum. Artikel ini akan memberikan panduan lengkap mengenai apa itu business process outsourcing, tahapan, hingga aktivitas bisnis yang dapat didelegasikan ke perusahaan BPO.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Business Process Outsourcing (BPO)?

Business process outsourcing adalah praktik bisni sketika perusahaan menyerahkan sebagian proses operasionalnya kepada pihak ketiga yang memiliki keahlian khusus. Perusahaan mengalihkan fungsi pendukung agar manajemen lebih fokus pada aktivitas inti bisnis.

Tujuan dari business process outsourcing Indonesia adalah meningkatkan efisiensi kerja, sekaligus mengurangi biaya operasional harian. Selain itu, perusahaan mengoptimalkan produktivitasnya tanpa harus melakukan investasi aset yang besar.

BPO sendiri membantu tim manajemen dalam mengatur tugas yang berulang seperti data entry, call center, dan proses rekrutmen. Maka dari itu, perusahaan dapat menghemat biaya dan waktu pelatihan dan memperluas akses ke tenaga ahli.

Terdapat jenis BPO yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, seperti back-office untuk administrasi internal dan front-office untuk interaksi dengan pelanggan.

Contohnya, perusahaan manufaktur menggunakan layanan BPO untuk mengelola administrasi payroll dan perhitungan pajak pajak karyawan mereka. Dengan begitu, mereka memprioritaskan pengawasan produksi dan distribusi.

2. Tujuan dan Fungsi BPO (Business Process Outsourcing)

BPO business process outsourcing menawarkan berbagai tujuan dan fungsi, seperti peningkatan efisiensi, fokus pada bisnis inti, pengurangan biaya, akses ke keahlian, dan peningkatan fleksibilitas. Berikut adalah tujuan dan fungsi utama BPO yang perlu dipahami bisnis:

a. Peningkatan Efisiensi Operasional

Tim perusahaan mencapai efisiensi operasional dengan mengalihkan proses tertentu kepada pihak yang lebih ahli. Oleh sebab itu, pekerjaan selesai lebih cepat, sistematis, dan minim kesalahan yang berujung pada kinerja yang lebih baik.

b. Fokus pada Bisnis Inti (Core Business)

Dengan menyerahkan aktivitas non-inti kepada pihak ketiga, maka perusahaan bisa lebih fokus untuk meningkatkan inovasi dan pengembangan produk. Perusahaan dapat mempertahankan daya saing dan keunggulan kompetitifnya di pasar.

c. Pengurangan Biaya (Cost Reduction)

Biaya untuk rekrutmen, pelatihan, hingga pengadaan sistem pendukung kerja dapat diminimalkan dengan strategi BPO. Maka, perusahaan dapat mengalokasikan modalnya ke aspek yang lebih berdampak pada bisnis.

d. Akses ke Keahlian dan Teknologi Terbaru

Pelaku bisnis memperoleh akses instan ke tenaga ahli profesional dan infrastruktur teknologi tanpa perlu membangun dari awal. Hal ini memperbaiki kualitas layanan dan mempercepat respon perusahaan terhadap perkembangan pasar.

e. Fleksibilitas dan Skalabilitas

Layanan BPO menawarkan kemudahan dalam menyesuaikan kebutuhan operasional mengikuti perubahan kebutuhan bisnis. Tim perusahaan akan lebih cepat meningkatkan atau menurunkan skala layanan karena aktivitas operasional yang tidak kaku.

Mengoptimalkan fungsi BPO akan lebih maksimal dengan bantuan sistem digital seperti software HR ScaleOcean. Solusi modern ini didesain untuk mengotomatisasi fungsi absensi, payroll, hingga rekrutmen, serta memantau kinerja karyawan secara real-time.

Di samping itu, teknologi AI akan menyederhanakan perhitungan pajak yang kompleks dan mendapatkan visibilitas untuk memonitor aktivitas kerja karyawannya. Jika Anda tertarik untuk merasakan mamfaatnya, Anda dapat mengajukan demo gratis dengan tim kami.

3. Jenis-Jenis Business Process Outsourcing

jenis jenis business process outsourcing

Pemimpin bisnis dapat memilih jenis BPO yang sesuai dengan kebutuhannya, apakah menggunakan offshore outsourcing, onshore outsourcing, atau nershore outsourcing. Berikut adalah jenis-jenis business process outsourcing yang dapat dipertimbangkan:

a. Offshore Outsourcing

Jenis ini merupakan strategi yang mengalihdayakan proses bisnis ke penyedia layanan di luar negeri dengan biaya yang lebih rendah. Dengan demikian, perusahaan menekan biaya operasional, meskipun harus mempertimbangkan perbedaan bahasa, waktu, dan regulasi.

b. Onshore Outsourcing atau Domestic Outsourcing

Dalam hal ini, perusahaan bekerja sama dengan penyedia layanan BPO dalam negeri dan biayanya cendurung lebih tinggi. Namun, aktivitas komunikasi, koordinasi, dan kepatuhan regulasi akan lebih mudah daripada offshore outsourcing.

c. Nearshore Outsourcing

Sedangkan, jenis ini menekankan pada pengalihan proses bisnis ke negara yang lokasinya yang relatif dengan secara geografis. Perusahaan dapat menyeimbangkan antara efisiensi biaya dan kemudahan komunikasi karena tidak adanya perbedaan waktu yang terlalu jauh.

Berdasarkan laporan dari Deloitte, penerapan strategi outsourcing mampu menghemat biaya operasional hingga 30-60%, terutama fungsi non-inti. Oleh karena itu, bisnis di Indonesia dapat mulai mempertimbangkan untuk mengaplikasikan strategi ini.

4. Kelebihan dan Kekurangan BPO

Kelebihan BPO dapat terlihat dari sisi efisiensi biaya, fokus pada inti bisnis, dan kemudahan akses ke teknologi. Selain itu, kekurangannya berupa risiko keamanan data, ketergantungan pada pihak ketiga, potensi kehilangan kontrol, dan masalah kualitas layanan.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari BPO yang dapat menjadi bahan pertimbangan strategi operasional:

a. Kelebihan BPO

  • Efisiensi biaya: Membantu perusahaan mengurangi biaya operasional seperti infrastruktur, tenaga kerja, dan pelatihan tanpa mengorbankan produktivitas.
  • Fokus pada inti bisnis: Memfokuskan bisnis pada aktivitas utama yang strategis dengan menyerahkan tugas pendukung kepada pihak ketiga.
  • Akses ke teknologi dan keahlian baru: Memungkinkan perusahaan memanfaatkan teknologi modern dan tenaga ahli dengan biaya yang lebih hemat untuk perkembangan bisnis.

b. Kekurangan BPO

  • Risiko keamanan data: Mengalihkan proses bisnis ke pihak ketiga dapat meningkatkan potensi kebocoran data jika tidak ada sistem keamanan yang baik.
  • Ketergantungan pada pihak ketiga: Bergantung pada kinerja penyedia layanan BPO, sehingga dapat terjadi gangguan dalam proses bisnis.
  • Potensi kehilangan kontrol: Mengurangi kontrol langsung perusahaan terhadap fungsi bisnis yang telah dialihkan ke penyedia layanan atau human resources business partner.
  • Masalah kualitas layanan: Meningkatkan potensi penurunan tingkat kualitas layanan yang tidak sesuai dengan standar SOP dan kebijakan dari perusahaan.

Walaupun penerapan BPO memiliki sejumlah kekurangan, strategi bisnis ini tetap relevan dan tetap mendukung efisiensi kinerja bisnis itu sendiri. Jika dikelola dengan baik, maka perusahaan dapat memaksimalkan manfaatnya untuk pertumbuhan jangka panjang.

5. Tahapan Sistem Kerja Operasional BPO

Sebelum memutuskan untuk menerapkan BPO, penting bagi perusahaan untuk memahami tahapannya. Dimulai dari analisis kebutuhan, pemilihan vendor, onboarding, eksekusi operasional, hingga pengelolaan dan evaluasi.

Berikut adalah urutan tahapan-tahapan implementasi BPO dalam operasional bisnis:

a. Analisis Kebutuhan & Strategi

Tahapannya berawal dari identifikasi proses bisnis non-inti yang ingin diserahkan kepada pihak ketiga sebagai penyedia layanan. Perusahaan menetapkan tujuan strategi dan indikator sebagai alat ukur keberhasilan yang sejalan dengan visi bisnis.

b. Pemilihan Vendor & Kontrak

Tim melakukan proses seleksi terhadap penyedia layanan berdasarkan rekam jejak, biaya, dan kemampuan teknis. Setelah vendor ditentukan, perusahaan menyusun kontrak untuk menetapkan standar kualitas kerja dan keamanan data perusahaan.

c. Transisi (Onboarding)

Karyawan internal perusahaan melakukan transfer pengetahuan kepada pihak vendor BPO. Maka dari itu, alur komunikasi akan lebih jelas, sehingga transisi berjalan dengan lancar dan pihak ketiga bekerja sesuai kebutuhan perusahaan.

d. Eksekusi Operasional

Vendor menjalankan tanggung jawabnya mengikuti prosedur dari perusahaan yang telah disepakati kedua belak pihak. Seluruh aktivitas seperti payroll atau layanan pelanggan dilakukan secara profesional melalui sistem digital yang meningkatkan akurasi hasil.

e. Pengelolaan & Evaluasi

Pihak manajemen akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap performa vendor melalui audit berdasarkan KPI. Selanjutnya, strategi perbaikan dapat diputuskan untuk memastikan vendor BPO terus memberikan nilai tambah bagi bisnis.

6. Aktivitas Bisnis yang Dapat Didelegasikan ke Perusahaan BPO

6 aktivitas bisnis yang dapat didelegasikan ke perusahaan bpo

Beberapa aktivitas bisnis dapat dilimpahkan ke mitra BPO, seperti aktivitas walk in customer service, data entry, loyalty management, direct sales, dan outbound call. Berikut adalah aktivitas bisnis yang dapat didelegasikan ke perusahaan BPO:

a. Walk in Customer Service

Layanan ini berfokus pada penangangan interaksi langsung dengan pelanggan di lokasi fisik perusahaan. Di sini, partner BPO menyediakan staf terlatih untuk menghadapi keluhan dan menjawab informasi produk yang diajukan pelanggan.

b. Data Entry

Hal ini melibatkan pemrosesan dan input data dalam jumlah besar ke dalam sistem perusahaan dengan tepat. Oleh karena itu, integritas data dan kecepatan ketersediaan informasi dapat lebih terjamin dengan bantuan pihak business process outsourcing.

c. Loyalty Management

Pihak BPO membantu dalam manajemen program loyalitas pelanggan dengan memberikan reward atau kampanye terbaru. Maka, perusahaan tetap bisa menjaga hubungan jangka panjang dengan para pelanggannya.

d. Direct Sales

Staf dari pihak ketiga mempromosikan produk secara langsung kepada calon pelanggan, sehingga memungkinkan peningkatan angka penjualan. Aktivitas ini penawaran yang terarah ini mendukung target pasar yang lebih luas dengan risiko biaya yang rendah.

e. Outbound Call

Outbound call mencakup kegiatan menelepon pelanggan untuk kebutuhan survei, penawaran produk, dan pengingat pembayaran. Sistem panggilan yang terintegrasi menjamin komunikasi yang lebih produktif dan hubungan pelanggan yang efektif.

7. Contoh Layanan Business Process Outsourcing 

Layanan customer service, human resource management dan penggajian, manajemen keuangan, serta IT support merupakan contoh layanan yang sering dialihkan oleh perusahaan ke pihak BPO. Berikut adalah contoh layanan business process outsourcing:

a. Layanan Customer Service (Front-Office)

Ketika pelanggan menghubungi perusahaan melalui call center, staf BPO akan menjawab apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Akibatnya, kualitas layanan akan selalu konsisten dan tersedia selama 24 jam untuk semua pelanggan.

b. Manajemen SDM dan Payroll (Back-Office)

Pihak BPO memastikan setiap data karyawan dikelola secara akurat dan tepat waktu, sehingga kesalahan administratif dapat dicegah. Aktivitasnya mencakup perhitungan gaji, pelaporan pajak PPh 21, dan administrasi BPJS.

c. Akuntansi dan Keuangan

Stafnya menangani pencatatan faktur, rekonsiliasi bank, dan penyusunan laporan keuangan sesuai standar PSAK. Tenaga profesional tersebut mendorong kemudahan proses procure-to-pay yang transparan. 

d. IT Support

Dukungan IT lebih berfokus pada pemeliharaan jaringan, layanan helpdesk teknis, dan keamanan siber. Outsourcing memungkinkan perusahaan mengakses teknologi terbaru, sehingga biaya yang perlu dikeluarkan lebih sedikit.

8. Kesimpulan

Business process outsourcing (BPO) merupakan strategi penting bagi perusahaan dengan mendelegasikan proses operasional non-inti kepada penyedia layanan operasional. Tindakan ini efektif dalam meningkatkan efisiensi kerja dan menekan biaya.

Keberhasilannya akan lebih baik bila didukung oleh sistem internal seperti software HR ScaleOcean yang membantu otomatisasi proses secara transparan. Untuk mencoba fitur dan manfaatnya lebih lanjut, Anda dapat menjadwalkan demo gratis bersama tim expert kami.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan Business Process Outsourcing?

Business Process Outsourcing (BPO) adalah praktik perusahaan mengalihkan proses bisnis tertentu ke pihak ketiga untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada aktivitas inti.

2. Apa itu outsourcing bisnis?

Outsourcing bisnis adalah strategi menyerahkan sebagian fungsi operasional kepada pihak eksternal atau penyedia layanan profesional agar perusahaan dapat menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi kerja.

3. Apa itu BPI dalam perusahaan?

BPI (Business Process Improvement) adalah upaya perusahaan untuk menganalisis dan meningkatkan proses bisnis agar lebih efisien, efektif, dan sesuai dengan tujuan organisasi.

Khatrine Alicia Winata
Khatrine Alicia Winata
Khatrine memiliki pengalaman kurang lebih 1 tahun dalam menulis artikel seputar teknologi bisnis, manajemen bisnis, transformasi digital, dan pengembangan strategi berbasis teknologi untuk bisnis yang lebih efektif.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap