Setiap industri memiliki kebutuhan yang berbeda karena skala bisnis, aktivitas operasional, dan tingkat kompleksitas perusahaan terus berkembang. Berdasarkan studi OECD, penerapan ERP pada perusahaan menengah mencapai 29%, lebih tinggi daripada perusahaan kecil sebesar 16%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang berkembang butuh sistem yang mampu mengelola bisnis lebih kompleks.
Risiko akan muncul ketika perusahaan memilih ERP hanya berdasarkan daftar fitur tanpa menilai kecocokan sistem dengan kebutuhan bisnis. Perusahaan dapat menemukan keterbatasan setelah implementasi, lalu membutuhkan penyesuaian tambahan yang menambah waktu dan biaya sehingga menghambat kelancaran operasional.
Karena itu, perusahaan perlu memilih ERP yang memahami kebutuhan industri sekaligus menyesuaikan sistem dengan kondisi bisnis sejak awal. Artikel ini akan membahas ScaleOcean Atlas for Industry, kebutuhan ERP spesifik industri, keunggulan, cara adaptasi, sektor, tahapan implementasi, serta faktor penting dalam memilih ERP.
- ScaleOcean Atlas for Industry adalah ERP yang menyesuaikan sistem dengan kebutuhan sektor bisnis melalui modul, fitur, workflow, dan integrasi yang fleksibel.
- ScaleOcean Atlas for Industry menghadirkan ERP industry-specific dengan fleksibilitas sistem, integrasi bisnis, analisis AI, dan keamanan data untuk kebutuhan perusahaan.
- ScaleOcean Atlas for Industry cocok untuk bisnis dengan operasional kompleks, multi-lokasi, kebutuhan integrasi, dan sistem yang dapat berkembang.
- ScaleOcean Atlas for Industry mendukung berbagai sektor seperti manufaktur, konstruksi, logistik, retail, F&B, hospitality, dan professional services.
- ScaleOcean Atlas for Industry membantu enterprise mengelola kompleksitas bisnis melalui ERP fleksibel, integrasi fungsi, dan ScaleMind AI Business Assistant.
Apa Itu ScaleOcean Atlas for Industry?
ScaleOcean Atlas for Industry adalah solusi ERP yang menyesuaikan sistem dengan kebutuhan operasional dan karakteristik setiap sektor bisnis. Pendekatan ini membantu perusahaan membangun sistem yang relevan dengan kebutuhan spesifik industri, sehingga konfigurasi sistem dapat mengikuti karakteristik bisnis yang berbeda.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ScaleOcean Atlas menyediakan modul, fitur, workflow, dan integrasi yang dapat perusahaan sesuaikan berdasarkan kebutuhan bisnis. Perusahaan dapat mengelola produksi, purchasing, inventory, accounting, sales, hingga asset management dalam satu sistem sesuai kebutuhan operasional.
Cakupan ScaleOcean Atlas juga mendukung berbagai sektor dengan kebutuhan operasional yang berbeda, mulai dari manufaktur, konstruksi, logistik, retail, hingga professional services. Fleksibilitas ini membantu perusahaan menyesuaikan sistem dengan kebutuhan bisnis saat ini dan saat skala operasional meningkat.
Mengapa Setiap Industri Membutuhkan ERP yang Berbeda?
Setiap industri memiliki karakteristik operasional berbeda, sehingga kebutuhan ERP tidak dapat disamakan. Perbedaan workflow, regulasi, modul, indikator kinerja, serta struktur biaya dan risiko membuat perusahaan perlu memilih sistem yang mengikuti kebutuhan industrinya. Berikut alasan utamanya:
1. Setiap Industri Memiliki Alur Kerja Khusus
Setiap industri menjalankan aktivitas dengan tahapan berbeda. Misalnya, industri manufaktur mengatur produksi dan material, sedangkan industri konstruksi mengelola proyek dan biaya. Karena itu, ERP perlu mengikuti cara perusahaan bekerja agar sistem mendukung aktivitas tanpa menambah penyesuaian yang tidak perlu bagi setiap divisi.
2. Regulasi dan Standar Kepatuhan Berbeda
Setiap industri menghadapi aturan dan standar kepatuhan berbeda sesuai karakter bisnisnya. Perusahaan perlu memastikan ERP mendukung kebutuhan seperti perpajakan, audit, keselamatan, atau standar industri tertentu. Dengan begitu, sistem membantu perusahaan menjalankan aktivitas dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
3. Kebutuhan Modul Operasional Beragam
Kebutuhan modul ERP berbeda karena setiap industri memiliki aktivitas utama yang tidak sama. Contohnya, perusahaan retail membutuhkan pengelolaan penjualan dan stok, sedangkan perusahaan jasa profesional membutuhkan project management dan timesheet. Karena itu, perusahaan perlu memilih modul yang sesuai agar sistem mendukung kebutuhan operasional.
4. Indikator Kinerja Bersifat Spesifik
Setiap industri menggunakan indikator kinerja berbeda untuk menilai hasil operasional. Sebagai contoh, perusahaan logistik dapat memantau ketepatan pengiriman dan penggunaan kendaraan, sedangkan retail melihat penjualan dan perputaran stok. ERP perlu menyediakan informasi sesuai indikator agar perusahaan dapat mengevaluasi kinerja dan mengambil keputusan cepat.
5. Struktur Biaya dan Risiko Tidak Sama
Struktur biaya dan risiko setiap industri memiliki karakteristik berbeda. Perusahaan F&B menghadapi biaya bahan baku dan risiko pemborosan, sedangkan real estate perlu memperhatikan biaya pengembangan dan risiko proyek. ERP perlu membantu perusahaan memantau komponen tersebut agar pengelolaan biaya dan risiko berjalan lebih terarah.
Kendala Menggunakan ERP yang Terlalu General dalam Bisnis Modern
Penggunaan ERP yang terlalu umum dapat membuat perusahaan menghadapi berbagai keterbatasan saat menyesuaikan sistem dengan kebutuhan bisnis. Mulai dari workflow yang tidak sesuai proses industri, keterbatasan fitur spesifik, kebutuhan kustomisasi yang kompleks, integrasi yang kurang optimal, hingga kesulitan mengikuti pertumbuhan bisnis. Berikut kendala yang perlu diperhatikan:
1. Workflow Tidak Sesuai Proses Industri
ERP general-purpose sering menggunakan workflow bawaan sehingga belum tentu sesuai dengan cara operasional setiap industri. Kondisi ini membuat perusahaan perlu menyesuaikan aktivitas bisnis dengan sistem yang tersedia. Akibatnya, beberapa proses menjadi kurang efisien karena perusahaan harus mengikuti batasan workflow bawaan sistem.
2. Fitur Spesifik Industri Tidak Tersedia
ERP yang terlalu umum biasanya hanya menyediakan fitur standar, tidak spesifik pada satu sektor. Misalnya, perusahaan hospitality butuh sistem yang mampu mengelola reservasi, guest management, dan guest folio, tetapi kemampuan tersebut belum tentu tersedia dalam ERP. Tanpa fitur yang sesuai, perusahaan perlu menggunakan tambahan sistem lain untuk mendukung aktivitas operasional.
3. Kustomisasi Menjadi Rumit dan Mahal
Ketika ERP tidak menyediakan kebutuhan spesifik industri, perusahaan perlu melakukan kustomisasi agar sistem sesuai dengan bisnis. Contohnya, industri pendidikan dapat membutuhkan penyesuaian modul untuk mengelola pembayaran siswa, jadwal akademik, dan administrasi sekolah. Kebutuhan kustomisasi yang kompleks dapat meningkatkan biaya, memperpanjang waktu pengembangan, dan menyulitkan pemeliharaan sistem.
4. Integrasi dan Pelaporan Kurang Optimal
ERP general-purpose dapat menghadapi tantangan saat menghubungkan berbagai sistem atau menghasilkan laporan sesuai kebutuhan industri. Data dari berbagai aktivitas bisnis terkadang membutuhkan pengolahan tambahan sebelum dapat digunakan. Hal ini membuat perusahaan membutuhkan waktu lebih lama untuk memperoleh informasi yang mendukung pengambilan keputusan.
5. Sistem Sulit Mengikuti Pertumbuhan Bisnis
Kebutuhan ERP semakin terlihat pada perusahaan dengan skala operasional besar. Berdasarkan data Eurostat, sebanyak 89% perusahaan besar menggunakan ERP, sedangkan tingkat penggunaan pada perusahaan kecil berada di 41%. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis dengan kompleksitas lebih tinggi membutuhkan sistem yang mampu mengelola berbagai fungsi secara terintegrasi.
Keunggulan ScaleOcean Atlas Dibanding ERP General-Purpose
Berbeda dengan ERP general-purpose yang menggunakan pendekatan lebih umum, ScaleOcean Atlas menawarkan kemampuan yang lebih sesuai untuk kebutuhan industri melalui fleksibilitas penyesuaian sistem, integrasi berbagai fungsi bisnis, dukungan analisis berbasis AI, dan pengelolaan keamanan data. Berikut keunggulan ScaleOcean Atlas yang membantu perusahaan membangun ERP sesuai kebutuhan bisnis:
1. Industry-Specific Configuration dengan Fleksibilitas Tinggi
ScaleOcean Atlas memiliki pendekatan industry-ready yang membantu perusahaan menyesuaikan sistem berdasarkan kebutuhan dan karakteristik bisnisnya. Perusahaan dapat menyesuaikan modul, fitur, integrasi, hingga tampilan antarmuka agar sistem mendukung aktivitas operasional setiap industri secara lebih relevan.
2. Platform Terintegrasi untuk Operasional Enterprise
ScaleOcean Atlas menghubungkan berbagai fungsi bisnis dalam satu sistem, mulai dari keuangan, persediaan, produksi, penjualan, procurement, hingga operasional lainnya. Integrasi antar modul membantu perusahaan memperoleh informasi bisnis yang lebih akurat, memantau aktivitas secara menyeluruh, dan menjalankan berbagai proses dalam satu platform.
3. AI-Powered Insights untuk Mendukung Keputusan Lebih Cepat
ScaleOcean Atlas melalui ScaleMind sebagai AI Business Assistant membantu perusahaan menghasilkan laporan, memahami data, dan memperoleh insight bisnis lebih cepat. Kebutuhan analitik semakin penting karena menurut Eurostat, 69,24% perusahaan besar di Uni Eropa telah menggunakan Business Intelligence untuk mendukung pengolahan data.
4. Pengaturan Hak Akses untuk Keamanan Data Perusahaan
ScaleOcean Atlas menyediakan pengaturan hak akses melalui fitur Access-Level dan Restricted User untuk membantu perusahaan mengatur penggunaan data berdasarkan tanggung jawab pengguna. Dengan pengelolaan otorisasi yang sesuai, perusahaan dapat menjaga keamanan informasi serta memastikan setiap pengguna mengakses data sesuai kewenangannya.
Bagaimana Cara ScaleOcean Atlas Beradaptasi dengan Kebutuhan Industri?
ScaleOcean Atlas menyesuaikan kebutuhan bisnis yang berbeda pada setiap industri melalui penyesuaian modul, fitur, workflow, integrasi, hingga metode deployment. Pendekatan ini membantu perusahaan memilih kapabilitas sistem sesuai kebutuhan operasional. Berikut cara ScaleOcean Atlas beradaptasi dengan kebutuhan industri:
1. Menyesuaikan Sistem dengan Proses Bisnis Industri
ScaleOcean Atlas menggunakan pendekatan industry-ready yang membantu perusahaan menyesuaikan sistem berdasarkan karakteristik, kebutuhan, dan aktivitas operasional setiap industri. Dengan cara ini, perusahaan dapat menggunakan ERP yang lebih relevan daripada sistem umum yang hanya menyediakan fungsi standar.
2. Mengaktifkan Modul Berdasarkan Kebutuhan Bisnis
ScaleOcean menyediakan berbagai modul ERP yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, seperti Accounting, Sales, Inventory, Purchasing, Production, HR, Project Management, dan modul lainnya. Perusahaan dapat menggunakan modul sesuai kebutuhan operasional serta mengembangkannya secara bertahap berdasarkan prioritas bisnis.
3. Mengonfigurasi Workflow dan Otomatisasi Proses Bisnis
ScaleOcean mendukung otomatisasi proses bisnis untuk membantu perusahaan menjalankan aktivitas operasional secara lebih efisien. Sistem dapat menyesuaikan workflow berdasarkan kebutuhan bisnis sehingga perusahaan dapat mengelola proses kerja yang sesuai dengan aktivitas operasional masing-masing.
4. Menghubungkan Sistem yang Sudah Digunakan
ScaleOcean dapat terintegrasi dengan sistem lain yang sudah digunakan perusahaan untuk menjaga konektivitas data dan aktivitas bisnis. Kemampuan integrasi ini membantu perusahaan mengurangi penggunaan sistem terpisah dan menciptakan pertukaran informasi yang lebih efektif antar sistem.
5. Menyediakan Dashboard dan Analitik Real-Time Sesuai Kebutuhan Bisnis
ScaleOcean menyediakan kemampuan Business Intelligence melalui dashboard, KPI Scorecard, Pivot, Custom BI, dan laporan real-time untuk membantu perusahaan memahami performa bisnis. Dengan informasi yang lebih terpantau, perusahaan dapat mengevaluasi aktivitas operasional dan mengambil keputusan berdasarkan data.
6. Menentukan Deployment Sesuai Infrastruktur Perusahaan
ScaleOcean mendukung metode deployment Cloud, On-Premise, dan Hybrid ERP sehingga perusahaan dapat menentukan penggunaan sistem sesuai kebutuhan infrastrukturnya. Fleksibilitas ini membantu bisnis memilih metode yang sesuai, baik untuk akses cloud yang fleksibel maupun pengelolaan infrastruktur internal.
Perusahaan yang Cocok Menggunakan ScaleOcean Atlas for Industry
ScaleOcean cocok untuk bisnis yang membutuhkan integrasi antar divisi, pengelolaan multi-lokasi, workflow yang terstruktur, dan sistem yang dapat mengikuti kebutuhan operasional. Berikut jenis perusahaan yang dapat memanfaatkan ScaleOcean Atlas for Industry:
1. Enterprise dengan Proses Kompleks
Perusahaan enterprise dengan banyak aktivitas bisnis membutuhkan sistem yang mampu mengelola berbagai fungsi dalam satu sistem. Melalui integrasi antar modul, ScaleOcean Atlas membantu menghubungkan proses seperti keuangan, inventory, produksi, purchasing, hingga operasional lainnya agar perusahaan dapat mengelola aktivitas bisnis secara lebih terstruktur.
2. Bisnis Multi-Cabang, Multi-Entitas, atau Multi-Lokasi
Perusahaan dengan banyak cabang, entitas, atau lokasi operasional membutuhkan sistem yang mampu mengelola data dari berbagai unit bisnis. Dengan kemampuan integrasi tersebut, ScaleOcean Atlas membantu perusahaan memperoleh informasi yang lebih terhubung sehingga pengelolaan aktivitas antar lokasi dapat berjalan lebih mudah.
3. Perusahaan yang Menggunakan Sistem Terpisah
Perusahaan yang masih menggunakan berbagai sistem berbeda untuk setiap divisi dapat mengalami tantangan dalam menyatukan data. Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, ScaleOcean Atlas membantu mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis dalam satu sistem sehingga perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada aplikasi terpisah dan meningkatkan efisiensi operasional.
4. Bisnis dengan Workflow Persetujuan Bertingkat
Perusahaan dengan proses persetujuan yang melibatkan banyak pihak membutuhkan sistem yang mampu mendukung workflow bisnis sesuai kebutuhan operasional. Dalam penerapannya, ScaleOcean Atlas membantu mengelola workflow agar setiap aktivitas mengikuti proses yang sesuai dengan kebutuhan dan tanggung jawab masing-masing pengguna.
5. Perusahaan dengan Volume Transaksi Tinggi
Bisnis dengan jumlah transaksi besar membutuhkan sistem yang mampu mengelola data operasional secara konsisten dan akurat. Dengan kemampuan pengelolaan data terintegrasi, ScaleOcean Atlas membantu perusahaan menangani aktivitas bisnis dalam jumlah besar serta mendukung pengelolaan informasi secara lebih efektif.
6. Bisnis yang Sedang Bertumbuh atau Berekspansi
Perusahaan yang mengalami pertumbuhan membutuhkan ERP yang dapat mengikuti perubahan kebutuhan bisnis. Karena itu, ScaleOcean Atlas memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan modul, fitur, dan integrasi sehingga sistem dapat berkembang mengikuti peningkatan skala operasional perusahaan.
7. Perusahaan yang Menjalankan Transformasi Digital
Perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital membutuhkan sistem yang mampu menggantikan proses manual dengan pengelolaan bisnis berbasis data. Melalui kemampuan integrasi, otomatisasi workflow, dan analisis informasi bisnis, ScaleOcean Atlas membantu perusahaan meningkatkan kesiapan digital serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.
ScaleOcean Atlas for Industry untuk Berbagai Sektor Bisnis Indonesia
ScaleOcean Atlas for Industry mendukung berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari manufaktur, konstruksi, logistik, real estate, pendidikan, distribusi, retail, F&B, hospitality, hingga professional services, setiap industri memiliki kebutuhan sistem yang berbeda. Berikut ini adalah sektor bisnis yang dapat menggunakan ScaleOcean Atlas for Industry:
1. ScaleOcean Atlas for Manufacturing
ScaleOcean Atlas for Manufacturing membantu perusahaan mengoptimalkan proses produksi melalui pengelolaan kebutuhan material, perencanaan produksi, struktur komponen, hingga penghitungan biaya manufaktur. Sistem ini mendukung perusahaan dalam mengatur aktivitas produksi agar berjalan sesuai kebutuhan permintaan dan kapasitas operasional.
Melalui modul Smart MRP, BOM Management, Integrated SCM, Cost Management, Order Management, dan Warehouse Management, perusahaan dapat menghitung kebutuhan bahan baku, menyusun komponen produksi, memantau biaya produksi, mengelola pesanan, serta memastikan ketersediaan material dan stok secara lebih akurat.
2. ScaleOcean Atlas for Construction
ScaleOcean Atlas for Construction membantu perusahaan mengelola seluruh siklus proyek konstruksi, mulai dari proses tender, pengelolaan kontrak, perencanaan pekerjaan, pengadaan material, hingga pemantauan biaya proyek. Sistem ini membantu perusahaan menjaga keterhubungan antara aktivitas proyek dan kebutuhan operasional.
Dengan modul Tender & Bid Management, Project Management, Contract Management, e-Procurement, Financial Management, dan Warehouse Management, perusahaan dapat mengelola dokumen tender, memantau progres proyek, mengatur kontrak, mengontrol anggaran, serta memastikan material tersedia sesuai kebutuhan pekerjaan.
3. ScaleOcean Atlas for Logistics
ScaleOcean Atlas for Logistics membantu perusahaan freight forwarding dan logistik mengelola proses pengiriman dari booking, tracking, dokumen ekspor-impor, hingga perhitungan margin setiap shipment. Sistem ini membantu perusahaan memantau aktivitas pengiriman serta mengelola biaya operasional secara lebih terukur.
Melalui modul Booking Management, Tracking Shipment, LCL, FCL, FTL, LTL Management, Import & Export Management, Custom Clearance, Margin Calculation, dan integrasi Ceisa 4.0, perusahaan dapat mengelola booking pelanggan, status pengiriman, dokumen kepabeanan, biaya vendor, dan keuntungan setiap transaksi.
4. ScaleOcean Atlas for Real Estate
ScaleOcean Atlas for Real Estate membantu perusahaan properti mengelola aset, transaksi penjualan dan penyewaan, kontrak, serta aktivitas pembayaran dalam satu sistem. Solusi ini mendukung perusahaan dalam memantau status properti, mengatur dokumen transaksi, dan mengelola informasi keuangan terkait aktivitas properti.
Melalui modul Property Management, Contract Management, dan Financial Management, perusahaan dapat mencatat data properti, mengelola transaksi penjualan atau penyewaan, memantau masa berlaku kontrak, serta menyusun laporan keuangan berdasarkan aktivitas bisnis properti.
5. ScaleOcean Atlas for Education
ScaleOcean Atlas for Education membantu institusi pendidikan dalam mengelola penerimaan, pendidikan, administrasi akademik, bahkan catatan keuangan sekolah. Selain itu, ScaleOcean Atlas for Education juga membantu institusi pendidikan dalam mengatur detail siswa, pengajar, kelas, dan juga kegiatan pendidikan semua melalui satu sistem.
Melalui modul PPDB Online, Class Management, e-Learning, Administrasi Online, Student & Parent Portal, dan e-Absensi, institusi dapat mengelola pendaftaran siswa, jadwal kelas, materi pembelajaran, administrasi sekolah, informasi akademik, dan pencatatan kehadiran secara digital.
6. ScaleOcean Atlas for Distribution
ScaleOcean Atlas for Distribution membantu perusahaan distribusi mengelola proses pemesanan, pengadaan barang, stok gudang, pengiriman, hingga hubungan dengan retailer. Sistem ini mendukung distributor dalam mengatur flow barang dari supplier hingga pelanggan secara lebih terencana.
Dengan modul Quote & Sales Order, Supplier Portal, Order Management, Purchasing Management, Warehouse Management, Online CRM, Fleet Management, serta Forecasting & Demand Planning, perusahaan dapat mengelola pesanan retailer, pembelian barang, stok gudang, pengiriman, hubungan pelanggan, kendaraan, hingga perencanaan kebutuhan inventaris.
7. ScaleOcean Atlas for Retail
ScaleOcean Atlas for Retail membantu perusahaan retail mengelola transaksi toko, stok barang, program promosi, pembelian, hingga penjualan melalui berbagai channel. Sistem ini mendukung bisnis retail dalam mengatur aktivitas toko, memantau persediaan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Melalui modul Retail POS, Promo & Discount, Purchasing Management, Sales Management, Online CRM, dan integrasi e-Commerce, perusahaan dapat mencatat transaksi penjualan, mengatur program diskon, mengelola pembelian barang, memantau pelanggan, serta menyinkronkan stok dan transaksi dari berbagai channel.
8. ScaleOcean Atlas for F&B
ScaleOcean Atlas for F&B membantu bisnis makanan dan minuman mengelola pemesanan pelanggan, aktivitas dapur, meja restoran, stok bahan baku, hingga transaksi pembayaran. Sistem ini mendukung restoran dalam mengatur layanan pelanggan dan memastikan aktivitas operasional berjalan sesuai kebutuhan.
Dengan modul Menu Order Management, Kitchen Management, Table Management, Stock Management, POS Restoran, dan Online CRM, perusahaan dapat mengelola pesanan masuk, mengatur prioritas dapur, memantau ketersediaan meja, mengontrol bahan baku, memproses pembayaran, dan mencatat interaksi pelanggan.
9. ScaleOcean Atlas for Hospitality
ScaleOcean Atlas for Hospitality membantu perusahaan hotel mengelola reservasi kamar, layanan front desk, data tamu, kanal booking, hingga pemeliharaan fasilitas. Sistem ini mendukung hotel dalam mengatur perjalanan tamu sejak proses pemesanan hingga layanan setelah menginap.
Melalui modul e-Booking, Front Desk, Guest Management, Channel Management, Online CRM, dan Facility Management, perusahaan dapat mengelola reservasi, proses check-in dan check-out, preferensi tamu, ketersediaan kamar, hubungan pelanggan, dan pemeliharaan fasilitas hotel.
10. ScaleOcean Atlas for Professional Services
ScaleOcean Atlas for Professional Services membantu perusahaan jasa profesional mengelola proyek klien, jadwal tenaga ahli, kontrak, hingga keuangan proyek. Sistem ini mendukung bisnis jasa dalam mengatur pekerjaan berbasis proyek, alokasi sumber daya, dan pemantauan hasil pekerjaan.
Dengan modul Project Management, Lead Management, Reservation Management, Human Resource Management, Financial Management, dan Contract Management, perusahaan dapat mengelola proyek, prospek pelanggan, jadwal konsultan, kebutuhan tenaga kerja, biaya proyek, dan dokumen kontrak.
Pemilihan ERP perlu mempertimbangkan kesesuaian sistem dengan proses dan tujuan perusahaan. ScaleOcean Atlas membantu perusahaan menemukan konfigurasi ERP yang tepat berdasarkan karakteristik operasionalnya. Jadwalkan konsultasi gratis bersama ScaleOcean untuk memahami bagaimana ScaleOcean Atlas for Industry dapat mendukung rencana pertumbuhan perusahaan Anda!
Tahapan Implementasi ScaleOcean Atlas for Industry
ScaleOcean Atlas for Industry mendukung proses mulai dari konsultasi dan business process mapping, perencanaan modul serta integrasi, konfigurasi sistem, migrasi data, pengujian pengguna, hingga dukungan setelah sistem berjalan. Berikut ini adalah tahapan implementasi ScaleOcean Atlas for Industry:
1. Konsultasi dan Business Process Mapping
Tahap awal implementasi bermula dengan memahami kebutuhan bisnis, karakteristik industri, dan aktivitas operasional perusahaan. Melalui proses konsultasi, ScaleOcean membantu mengidentifikasi kebutuhan sistem agar perusahaan dapat menentukan modul, fitur, dan penyesuaian yang sesuai sebelum proses konfigurasi ERP berjalan.
2. Perencanaan Modul dan Integrasi
Setelah memahami kebutuhan bisnis, perusahaan menentukan modul yang akan digunakan dan integrasi dengan sistem lain yang sudah berjalan. Pada tahap ini, ScaleOcean membantu merencanakan penggunaan modul ERP serta koneksi antar sistem agar setiap fungsi bisnis dapat mendukung aktivitas operasional dan pertukaran data berjalan sesuai kebutuhan.
3. Konfigurasi dan Pengembangan Sistem
Pada tahap ini, ScaleOcean akan menyesuaikan pengaturan sistem sesuai dengan kebutuhan perusahaan seperti modul, fitur, workflow, dan persyaratan integrasi. Hal ini akan memungkinkan sistem ERP untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan perusahaan dapat menggunakan sistem yang sesuai dengan industri mereka.
4. Migrasi serta Validasi Data
Proses migrasi dilakukan untuk memindahkan data perusahaan ke dalam sistem ERP baru. Selanjutnya, ScaleOcean membantu perusahaan melakukan validasi data untuk memastikan informasi seperti transaksi, inventaris, dan data operasional memiliki akurasi yang sesuai sebelum menggunakan sistem secara aktif dalam aktivitas bisnis.
5. User Acceptance Testing dan Pelatihan
Sebelum menggunakan sistem secara penuh, perusahaan melakukan pengujian bersama pengguna untuk memastikan fitur berjalan sesuai kebutuhan. Melalui tahap ini, ScaleOcean membantu memastikan pengguna memahami fungsi sistem melalui pelatihan penggunaan ERP agar aktivitas operasional dapat berjalan lebih efektif.
6. Go-Live dan Dukungan Berkelanjutan
Setelah semua langkah selesai, perusahaan menggunakan ScaleOcean Atlas untuk semua operasinya. Dukungan berkelanjutan membantu perusahaan untuk meninjau, mengevaluasi, dan memperbaiki sistem sehingga penerapan ERP selaras dengan perkembangan kebutuhan bisnis.
Faktor Penting dalam Memilih ERP untuk Kebutuhan Spesifik Industri
Perusahaan perlu memperhatikan kesesuaian workflow industri, fleksibilitas konfigurasi dan integrasi, kemampuan berkembang, keamanan data, analitik, pengalaman vendor, hingga dukungan implementasi setelah sistem berjalan. Berikut ini adalah faktor penting dalam memilih ERP untuk kebutuhan spesifik industri:
1. Kesesuaian dengan Workflow Industri
ERP yang tepat perlu mengikuti cara perusahaan menjalankan aktivitas bisnis, bukan membuat perusahaan menyesuaikan proses dengan sistem. Kesesuaian workflow membantu setiap divisi menjalankan tugas sesuai kebutuhan industri, mulai dari produksi, distribusi, proyek, hingga layanan, sehingga operasional berjalan lebih efektif.
2. Fleksibilitas Konfigurasi dan Integrasi
Perusahaan membutuhkan ERP yang dapat menyesuaikan modul, fitur, dan integrasi berdasarkan kebutuhan bisnis. Fleksibilitas ini membantu sistem mengikuti perubahan aktivitas operasional dan terhubung dengan berbagai sistem yang sudah digunakan perusahaan tanpa menghambat flow data antar sistem.
3. Skalabilitas untuk Pertumbuhan Bisnis
Sistem ERP harus cukup fleksibel untuk mengakomodasi pertumbuhan perusahaan, baik saat ekspansi bisnis, meningkatkan pangsa pasar, atau meningkatkan volume transaksi. Solusi yang scaleable penting untuk memastikan perusahaan dapat mengembangkan kapasitas ERP tanpa harus mengganti sistem apabila perusahaan tersebut menghadapi situasi yang lebih kompleks.
4. Keamanan Data serta Audit Trail
Keamanan data sangat penting karena software ERP menyimpan informasi tentang operasi bisnis dari semua divisi. Perusahaan harus memilih software yang dapat mengontrol akses dan mencatat kegiatan sehingga penggunaan data dapat terlacak sesuai dengan izin pengguna.
5. Kemampuan Pelaporan dan Analitik Real-Time
ERP yang baik perlu menyediakan laporan dan analitik untuk membantu perusahaan memahami kondisi bisnis secara lebih cepat. Dashboard, KPI, dan laporan real-time membantu perusahaan memantau performa, menemukan pola, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.
6. Pengalaman Vendor di Industri Terkait
Pengalaman vendor dalam menangani industri tertentu adalah salah satu faktor yang harus menjadi pertimbangan saat memilih software ERP. Hal ini akan membantu vendor dalam memahami sifat dari bisnis tersebut dan dengan demikian akan membantu perusahaan dalam menentukan kebutuhan sistem serta memilih modul yang relevan.
7. Dukungan Implementasi dan After-Sales
Pemasangan sistem ERP membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar dapat memaksimalkan penggunaan sistem tersebut. Perusahaan harus memilih vendor yang menyediakan layanan dukungan dalam melakukan konfigurasi software, konversi data, pelatihan, dan evaluasi software setelah terpasang.
ScaleOcean Atlas: Kelola Kompleksitas Operasional Industri dalam One Platform
Perusahaan enterprise membutuhkan ERP yang mampu mengikuti kompleksitas bisnis, bukan hanya menyediakan fungsi yang bersifat umum. ScaleOcean Atlas for Industry membantu perusahaan membangun sistem berdasarkan kebutuhan industri, proses bisnis, struktur organisasi, serta rencana pertumbuhan melalui sistem yang fleksibel dan terintegrasi.
Dengan pendekatan industry-specific, ScaleOcean Atlas memungkinkan perusahaan menyesuaikan modul, workflow, dan konfigurasi sistem berdasarkan karakteristik bisnis. Berbagai fungsi seperti keuangan, supply chain, manufaktur, penjualan, HR, proyek, hingga operasional dapat dikelola dalam satu platform agar data bisnis dapat digunakan secara lebih efektif.
Selain itu, ScaleOcean Atlas mendukung kebutuhan enterprise melalui AI Business Assistant ScaleMind, pengaturan akses berbasis peran, approval workflow, serta audit trail untuk membantu perusahaan menjaga tata kelola bisnis. Jadwalkan konsultasi gratis bersama ScaleOcean untuk memahami bagaimana Atlas dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri dan rencana pertumbuhan bisnis Anda.
Kesimpulan
ScaleOcean Atlas for Industry membantu perusahaan memilih dan menerapkan ERP berdasarkan kebutuhan industri, proses bisnis, serta kompleksitas operasionalnya. Dengan modul yang fleksibel, integrasi antar fungsi, AI Business Assistant ScaleMind, dan keamanan enterprise, perusahaan dapat membangun sistem yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Untuk memahami bagaimana ScaleOcean Atlas dapat menyesuaikan kebutuhan bisnis Anda, lakukan ERP Readiness Assessment atau jadwalkan konsultasi gratis mengenai kebutuhan operasional bersama ScaleOcean. Tidak hanya itu, Anda juga dapat menggunakan ERP ROI Calculator untuk memperkirakan potensi manfaat dan nilai investasi dari implementasi ERP yang tepat.
FAQ:
1. Apakah ScaleOcean Atlas dapat disesuaikan dengan proses bisnis?
Ya. ScaleOcean Atlas dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan bisnis, termasuk penyesuaian modul, fitur, workflow, integrasi, dan tampilan sistem agar sesuai dengan operasional perusahaan.
2. Apa perbedaan ScaleOcean Atlas dengan ERP generik?
ScaleOcean Atlas memiliki pendekatan industry-ready yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tiap industri, sementara ERP generik biasanya menggunakan proses dan fitur yang lebih umum.
3. Apakah ScaleOcean Atlas mendukung perusahaan multi-cabang?
Ya. ScaleOcean Atlas mendukung pengelolaan operasional bisnis yang kompleks melalui integrasi berbagai modul dan data dalam satu platform terpusat.
4. Berapa lama implementasi ScaleOcean Atlas?
Durasi implementasi ScaleOcean Atlas bergantung pada kompleksitas bisnis, modul yang digunakan, kebutuhan konfigurasi, dan integrasi sistem perusahaan.
5. Apakah ScaleOcean Atlas tersedia secara cloud dan on-premise?
Ya. ScaleOcean mendukung pilihan deployment Cloud ERP, On-Premise ERP, dan Hybrid ERP sesuai kebutuhan infrastruktur perusahaan.
6. Apakah ScaleOcean Atlas dapat terintegrasi dengan sistem lama?
Ya. ScaleOcean Atlas mendukung integrasi dengan platform lain yang sudah digunakan perusahaan untuk menghubungkan data dan proses bisnis.
7. Bagaimana cara memulai implementasi ScaleOcean Atlas?
Implementasi dapat dimulai dengan memahami kebutuhan bisnis, menentukan modul yang diperlukan, melakukan konfigurasi sistem, migrasi data, hingga penggunaan sistem secara penuh.












