
Halo, kami siap bantu cari solusi ERP sesuai kebutuhan Anda.
Konsultasi Sekarang
Mengelola biaya produksi dengan tepat adalah tantangan terbesar bagi banyak perusahaan manufaktur. Tanpa pemahaman yang jelas tentang biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk, bisnis bisa kehilangan jejak dalam menetapkan harga yang kompetitif, mengelola margin keuntungan, dan merencanakan anggaran produksi yang efektif.
Salah menghitung atau mengabaikan perhitungan COGM (Cost of Goods Manufactured) bisa menyebabkan keputusan yang salah dalam penetapan harga dan bahkan memperburuk efisiensi produksi. Di sinilah pentingnya memahami dan menghitung COGM dengan akurat.
Dengan perhitungan yang tepat, perusahaan dapat mengetahui dengan jelas total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang, yang pada gilirannya membantu mereka mengelola struktur biaya, meningkatkan efisiensi, dan menjaga profitabilitas. Selain itu, memiliki cost of goods manufactured template yang terstruktur dan teratur akan memastikan transparansi dalam proses ini.
Artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian COGM, rumus perhitungannya, serta cara mengaplikasikan template yang efektif untuk menghitung biaya produksi. Diberikan juga contoh nyata perhitungan COGM untuk membantu Anda memahami bagaimana hal ini bisa diterapkan dalam bisnis manufaktur Anda.
Cost of goods manufactured (COGM) atau harga pokok produksi (HPP) adalah akumulasi seluruh biaya yang diperlukan perusahaan untuk menghasilkan barang jadi dalam suatu periode tertentu. COGM mencakup berbagai jenis biaya, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Di dalamnya termasuk biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik.
Dengan menghitung COGM, perusahaan dapat mengevaluasi efisiensi produksi dan mengelola struktur biaya dengan lebih efektif. Selain itu, COGM juga menjadi dasar penting dalam membuat laporan laba rugi serta untuk mengembangkan strategi peningkatan berkelanjutan seperti lean manufacturing. Dengan pemantauan secara rutin, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap inisiatif efisiensi memberikan dampak finansial yang terukur.
Baca juga: ScaleOcean Solusi Tepercaya Kelola Laporan Biaya Produksi
Untuk menghitung COGM, Anda harus memahami rumus cost of goods manufactured dengan baik agar bisa menghasilkan jumlah yang sesuai dan akurat. Berikut ini rumus cost of goods manufactured yang bisa digunakan dalam perusahaan manufaktur, yaitu:
COGM = Inventory awal WIP + Total biaya manufaktur – Inventory akhir WIP
Jika dilihat dari rumus cost of goods manufactured di atas, ada tiga aspek yang perlu Anda pahami agar bisa menghitungnya dengan cermat. Inventory awal WIP untuk perhitungan ini maksud adalah nilai persediaan barang setengah jadi yang ada di awal periode. WIP ini adalah produk yang sedang dalam proses produksi, dan belum selesai pada awal periode tersebut.
Biaya produksi sendiri ada total dari biaya bahan baku langsung, tenaga kerja, dan overhead pabrik. Sedangkan untuk inventory akhir WIP, adalah nilai persediaan barang setengah jadi yang ada di akhir periode. Dari rumus cost of goods manufactured ini, akan membantu menentukan berapa banyak biaya yang telah dikeluarkan dalam produksi dan untuk membantu dalam penetapan harga jual produk serta analisis profitabilitas.
Proses perhitungan COGM dimulai dengan mengumpulkan seluruh laporan biaya manufaktur untuk periode yang relevan. Laporan ini akan merinci biaya bahan baku yang digunakan, total biaya tenaga kerja langsung, dan alokasi biaya overhead pabrik selama periode tersebut. Data dari laporan inilah yang kemudian menjadi input utama dalam rumus COGM.
Untuk memahami perhitungannya dengan cermat, di sini kita akan memberikan contoh bagaimana cara menghitung COGM di perusahaan manufaktur. Contoh ini diambil dari skenario perusahaan manufaktur bernama PT. HY Manufacture yang memproduksi furniture rumah tangga yang akan menghitung COGM selama periode satu tahun.
Dan diketahui, bahwa PT. HY Manufacture ini memiliki persediaan WIP pada periode awal adalah sejumlah Rp50.000.000, dengan biaya bahan baku yang digunakan persediaan bahan baku awal sejumlah Rp100.000.000, pembelian bahan baku Rp500.000.000, dan persediaan bahan baku akhir sejumlah Rp150.000.000.
Biaya tenaga kerja sejumlah Rp200.000.000, biaya overhead pabrik sejumlah Rp300.000.000, dan persediaan WIP pada periode akhir adalah senilai Rp70.000.000. Perhitungan dimulai dengan menghitung biaya bahan baku yang digunakan, yaitu:
Biaya bahan baku = Rp100.000.000 + Rp500.000.000 – Rp150.000.000 = Rp450.000.000
Setelah mengetahui biaya bahan baku yang digunakan dalam proses produksi selama periode satu tahun, berikutnya adalah mengetahui total biaya produksi yang telah digunakan perusahaan manufaktur, perhitungan cost of goods manufactured adalah sebagai berikut:
Biaya produksi = Rp450.000.000 + Rp200.000.000 + Rp300.000.000 = Rp950.000.000
Dari kedua perhitungan dasar ini, Anda bisa menghitung cost of goods manufactured dengan cermat dan akurat. Berdasarkan perhitungan dan data yang telah diuraikan diatas, ini dia perhitungannya menggunakan rumus cost of goods manufactured yang telah diuraikan sebelumnya:
COGM = Rp50.000.000 + Rp950.000.000 – Rp70.000.000 = Rp930.000.000
Hasil perhitungan ini dapat kita ketahui bersama, bahwa total biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi furniture dalam satu tahun adalah senilai Rp930.000.000. Dari perhitungan ini, Anda bisa menentukan harga jual yang sesuai untuk produk mereka dan mengelola biaya produksi dengan lebih efektif.
Sebuah studi kasus merujuk pada BioProcess International menunjukkan bahwa pemilihan bahan baku yang tepat dapat mengurangi COGM hingga 30%. Misalnya, penggunaan bahan baku alternatif yang lebih murah namun efisien dapat menurunkan biaya produksi secara signifikan.
Baca juga: Apa itu Product Cost Management, Manfaat serta Komponennya
Setelah menghitung COGM dengan sesuai, sebaiknya perusahaan manufaktur melakukan penyusunan cost of goods manufactured berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan. Dengan menyediakan penyusunan yang terstruktur dan konsisten ini, akan membantu perusahaan dalam memastikan akurasi, transparansi, dan efisiensi dalam perhitungan biaya ini. Berikut cost of goods manufactured template yang bisa digunakan:

Setelah di pembahasan sebelumnya telah memahami konsep, rumus, dan cost of goods manufactured template di perusahaan manufaktur, selanjutnya ada beberapa aspek tujuan dilakukannya pengelolaan dan perhitungan COGM dengan akurat. Tujuan perhitungan cost of goods manufactured adalah sebagai berikut:
Tujuan pertama dihitungnya cost of goods manufactured adalah membantu menentukan harga jual produk dengan sesuai, sehingga menghasilkan total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi. Jumlah tersebut bisa digunakan untuk menentukan harga jual yang mencakup biaya produksi, dan bisa menghasilkan margin keuntungan yang diinginkan.
Dari cost of goods manufactured template yang berisi susunan hasilnya, Anda bisa mengetahui biaya yang tercakup dalam COGM tersebut. Dengan itu, perusahan bisa mengidentifikasi area yang memerlukan peningkatan efisiensi seperti penggunaan bahan baku, tenaga kerja, maupun overhead pabrik. Dilakukannya evaluasi ini juga bisa menjadi mendorong upaya untuk mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas.
Dengan menghitung COGM, Anda bisa mengendalikan biaya produksi secara efektif, dengan pemantauan biaya secara berkala. Anda bisa dengan cermat mengambil tindakan korektif terhadap biaya manufaktur yang meningkat ataupun terdeteksi tidak efisien. Pengendalian ini penting untuk menjaga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis di perusahaan manufaktur.
Dengan menghitung biaya untuk produksi barang jadi COGM, perusahaan bisa melakukan perencanaan dan penyusunan anggaran, juga membuat proyeksi biaya untuk periode mendatang, serta penyusunan anggaran biaya yang realistis. Adanya perencanaan produksi yang baik akan membantu pengelolaan sumber daya produksi yang digunakan, dan juga menghindari kekurangan kelebihan produksi.
Menghitung COGM juga bertujuan untuk membantu penyusunan laporan keuangan, seperti laporan laba rugi yang menunjukkan biaya barang yang diproduksi selama periode tertentu. Pelaporan keuangan di perusahaan manufaktur harus disusun dengan akurat untuk memenuhi kebutuhan informasi pemangku kepentingan, termasuk investor, kreditur, dan pemegang saham.
Tujuan terakhir dihitungnya cost of goods manufactured adalah untuk mengukur kinerja operasional manufaktur, seperti membandingkan COGM dari periode ke periode. Anda dapat mengukur seberapa baik perusahaan bisa mengelola biaya produksi, dan meningkatkan efisiensi. Hal tersebut juga membantu dalam menetapkan target kinerja dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.
Baca juga: Akuntansi Perusahaan: Arti, Jenis, Fungsi, dan Siklusnya
Dari artikel ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa penting bagi perusahaan manufaktur untuk melakukan perhitungan COGM dengan rumus yang sesuai dan akurat. Perhitungan biaya ini dengan tepat, akan memberikan banyak manfaat dan keuntungan untuk operasional strategis secara menyeluruh.
Selain perhitungan, penyusunannya sesuai cost of goods manufactured template juga penting dilakukan untuk memberikan kerangka kerja yang konsisten dan standar, memastikan transparansi dan akurasi dalam semua proses keuangan. Dengan begitu,
perusahaan dapat memantau biaya secara efektif, merencanakan anggaran dengan lebih baik, dan meningkatkan efisiensi produksi.
Menggunakan template COGM membantu perusahaan untuk menghitung biaya produksi dengan lebih akurat dan efisien. Dengan template yang terstruktur, perusahaan dapat memastikan transparansi dalam laporan biaya produksi.
Cost of goods manufactured template biasanya mencakup beberapa komponen utama, yaitu biaya bahan baku yang digunakan, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Template ini juga mencatat persediaan awal dan akhir barang dalam proses produksi.
Memudahkan perusahaan dalam mengelola biaya produksi, meningkatkan akurasi perhitungan, dan mendukung pembuatan keputusan yang lebih baik dalam hal harga jual dan margin keuntungan. Template yang terstruktur memastikan laporan yang lebih jelas dan efisien.