Audrey
AudreyBalasan dalam 1 menit
Halo ūüĎč

Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana konsultan kami membantu perusahaan anda atau jadwalkan demo gratis dengan tim kami!
Informasi Bisnis Solusi Bisnis Supply Chain Management

Ketahui Berbagai Pengertian SCM menurut Para Ahli

3 Min Read     Posted on 16 Mar 2023

Share Artikel

SCM atau supply chain management merupakan sebuah konsep yang menitikberatkan pada pengelolaan rantai pasokan secara terintegrasi. Dalam prosesnya, SCM selalu melibatkan berbagai aspek di perusahaan mulai dari procurement, produksi, gudang, logistik, supplier, dan bahkan konsumen. 

Di Indonesia, ada beberapa perbedaan dalam hal pemahaman dan konsep SCM menurut para ahli. Nah sebagai pebisnis, Anda wajib mengetahui keseluruhan informasi tersebut. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai macam-macam pengertian, konsep, hingga pentingnya menerapkan software SCM bagi proses rantai pasok.

1. Pengertian SCM menurut Para Ahli

Secara umum, supply chain management adalah seluruh proses yang berkaitan dengan pengelolaan produk, mulai dari masih berupa bahan baku sampai menjadi barang jadi dan dikirimkan ke pelanggan. Melihat peran penting proses ini terhadap perusahaan, banyak para ahli yang memberikan pemahaman berbeda tentang konsep SCM ini. Berikut kami berikan penjelasan lengkapnya untuk Anda.

a. Sunil Chopra & Peter Meindl

Menurut Chopra dan Meindl (2004), SCM adalah koordinasi sistematis dan strategis dari berbagai pihak di perusahaan yang terkait dalam rantai pasok, baik yang terlibat secara langsung ataupun tidak. Dimana hal itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja jangka panjang dengan memanfaatkan keunggulan dari masing-masing bisnis.

Pada tahun 2016, kedua ahli ini merilis buku baru yang juga membahas tentang konsep SCM dalam strategi, perencanaan, dan operasional. Dimana buku tersebut mendukung teori mereka sebelumnya. Mereka menjelaskan bahwa konsep rantai pasok melibatkan koordinasi dan integrasi antara supplier, produsen, distributor, dan konsumen dalam rangka menciptakan nilai tambah yang optimal bagi semua pihak yang terlibat.

b. Lambert, Cooper, dan Pagh

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Lambert, Cooper, dan Pagh (1998) bahwa SCM merupakan suatu pendekatan yang melibatkan perencanaan dan pengelolaan semua aktivitas yang terkait dengan pengadaan, produksi, dan distribusi barang dan jasa. Dimana fokusnya pada pengintegrasian aktivitas-aktivitas tersebut untuk mencapai kepuasan pelanggan secara efektif dan efisien. Jadi, proses aliran produk dan informasi dari pihak supplier hingga konsumen akhir dapat berjalan dengan lebih lancar. Dengan begitu, mereka percaya akan mempengaruhi keuntungan yang didapatkan perusahaan.

c. David Simchi-Levi & Philip Kaminsky

Menurut David Simchi-Levi dan Philip Kaminsky (2003), SCM adalah suatu konsep manajemen yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran barang dan informasi yang efektif dan efisien dari titik awal produksi hingga titik konsumsi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan biaya yang rendah. 

Dalam konsepnya, tidak hanya dilakukan pengelolaan aliran barang, tetapi juga dilakukan mengelola aliran informasi yang berkaitan dengan produksi, persediaan, pengiriman, dan pelayanan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sinergi berbagai pihak dalam pengelolaan rantai pasok, sehingga tercipta efisiensi waktu dan tenaga.

2. Perbedaan Konsep SCM di Indonesia

Konsep supply chain management terus berkembang seiring kemajuan zaman. Pasalnya, SCM memiliki peranan penting bagi perusahaan terutama di era persaingan yang semakin ketat. Penerapan rantai pasok dapat berbeda-beda di setiap negara, tergantung pada faktor ekonomi, sosial, dan budaya yang mempengaruhinya. 

Di Indonesia, konsep SCM juga mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan kemajuan ekonomi dan industri di negara ini. Sehingga, menyebabkan munculnya beberapa perbedaan konsep yang biasanya didasarkan pada karakteristik pasar dan bisnis yang berbeda-beda. 

a. Metode Push & Pull

Perbedaan pertama, pengelolaan stok barang masih menggunakan sistem push daripada sistem pull, yang mengakibatkan adanya stok yang tidak terjual. Dimana sistem push adalah metode pengelolaan stok yang berbasis pada perkiraan permintaan atau forecast, sehingga terkadang produk yang dihasilkan justru tidak sesuai dengan permintaan pasar. 

Sementara itu, sistem pull adalah sistem pengelolaan stok yang berbasis pada permintaan konsumen sesungguhnya. Jadi, stok barang dapat diproduksi sesuai dengan tingkatan permintaan yang akurat. Dengan menggunakan metode ini, perusahaan dapat menghilangkan peluang dead stock yang bisa menyebabkan kerugian.

b. SCM Ramah Lingkungan

Apakah Anda pernah mendengar istilah green supply chain management? Sebuah konsep rantai pasok yang mempertimbangkan faktor lingkungan. Jadi setiap keputusan bisnis yang diambil akan didasarkan pada mengurangi dampak buruk pada lingkungan. Contohnya, memilih supplier yang memproduksi bahan baku ramah lingkungan, dan memaksimalkan kegiatan logistik dan transportasi agar tidak menghasilkan terlalu banyak pencemaran udara.

c. e-Supply Chain Management

Ketiga, kurangnya dukungan teknologi informasi dalam rantai pasok, menyebabkan banyak bisnis masih menerapkan cara tradisional dalam menjalankan setiap prosesnya. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya pengusaha yang hanya fokus pada kegiatan produksi tanpa memperhatikan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan rantai pasoknya.

Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, pengusaha di Indonesia perlu terus memperbaharui pengetahuan mengenai konsep SCM dan terus memperbaiki sistem pengelolaan rantai pasoknya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan e-supply chain management yang dapat membantu meningkatkan efisiensi rantai pasok secara signifikan.

3. Pentingnya Software SCM bagi Rantai Pasok

Dalam era digital, fungsi sistem SCM bagi proses rantai pasok sangatlah penting, terutama dalam memaksimalkan pengelolaannya. Seperti yang kita tahu, tahapan supply chain dalam bisnis sangatlah kompleks. Dimana tidak hanya faktor internal perusahaan yang perlu diperhatikan, namun juga faktor eksternal seperti kondisi pasar dan kualitas supplier. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah sistem mumpuni yang bisa melancarkan seluruh tahapannya.

Dengan software ini, Anda bisa memonitoring stok barang, mempersingkat waktu pengiriman, serta mengidentifikasi masalah dalam rantai pasok secara real-time. Selain itu, software SCM juga dapat membantu bisnis dalam memprediksi kebutuhan bahan baku dan mengoptimalkan biaya pengadaan bahan baku.

Jangan salah, sistem manajemen rantai pasokan ini juga bisa meminimalisir segala risiko yang mungkin terjadi loh. Dengan adanya fitur forecasting, perubahan pasar dan berbagai risiko lainnya bisa terdeteksi lebih awal. Jadi, Anda dapat merencanakan strategi dan solusi yang tepat untuk menghilangkan atau mengurangi dampak negatif yang terjadi. 

Manfaat lain dari penggunaan platform elektronik pada rantai pasok adalah memfasilitasi kolaborasi antar pihak. Dimana Anda dan pihak yang terlibat lainnya dalam dengan mudah berkomunikasi dan bahkan berbagi informasi. Jadi, menciptakan sinergi dan melancarkan proses kerjasama dalam menjalankan manajemen rantai pasokan.

Dalam memilih software SCM yang sesuai, pengusaha perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti kemampuan sistem dalam menyesuaikan proses bisnis serta kemudahan penggunaan dan dukungan teknis yang diberikan oleh vendor software tersebut. Semua itu perlu Anda pertimbangkan agar penggunaan aplikasi SCM dapat menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan perusahaan.

4. Kesimpulan

Dari berbagai pengertian dan konsep SCM menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa supply chain management merupakan suatu metode pengelolaan rantai pasok yang terpadu dan komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Masing-masing usaha pun bisa menerapkan konsep SCM yang berbeda sesuai dengan kompleksitas proses bisnisnya. 

Namun, ada satu solusi yang bisa menjangkau semua jenis perusahaan dalam menyederhanakan manajemen rantai pasokannya, yaitu menerapkan software SCM berbasis ERP. Dengan sistem ini, Anda dapat memantau seluruh tahapan dan memiliki visibilitas besar yang akan sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan.

Dapatkan update konten terbaik kami
secara rutin di Inbox Anda!

Dapatkan
Demo Gratis

Sampaikan kebutuhan bisnis Anda dan konsultasikan dengan tim ahli kami.

REKOMENDASI

Artikel Terkait

Apa itu Back Order dan Cara Sukses Menanganinya

  Oct 04, 2023        3 Min Read

Apa itu Back Order dan Cara Sukses Menanganinya

Sistem Gudang untuk Tingkatkan Efektivitas Mutasi Stock

  Oct 03, 2023        3 Min Read

Sistem Gudang untuk Tingkatkan Efektivitas Mutasi Stock

Efesiensi Gudang dengan Ketahui Tugas Cost Control

  Oct 04, 2023        3 Min Read

Efesiensi Gudang dengan Ketahui Tugas Cost Control

Penggunaan Kartu Stok Barang untuk Kelola Inventaris Gudang

  Oct 04, 2023        3 Min Read

Penggunaan Kartu Stok Barang untuk Kelola Inventaris Gudang

REKOMENDASI

Artikel Terkait